TKN Jokowi-Ma’ruf Amin Galang Dana Bantuan untuk Gempa dan Tsunami Sulteng

Kompas.com - 29/09/2018, 16:09 WIB
Lokasi rentetan gempa di Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). KOMPAS.com/LAKSONO HARI WLokasi rentetan gempa di Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Kampanye Nasional pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin melakukan penggalangan dana bantuan kemanusiaan untuk korban gempa dan tsunami di kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah.

“TKN Jokowi-Ma'ruf Amin menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya bagi para korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan, TKN KIK menggalang dana solidaritas kemanusiaan bersama seluruh elemen pendukung capres Jokowi-KH Ma'ruf Amin," kata Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/9/2018).

Dana bantuan kemanusiaan itu, kata Erick akan dikumpulkan dan disumbangkan untuk para korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

TKN, kata Erick,akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membantu proses penanganan pasca bencana secara cepat dan tepat. Hal itu dilakukan agar kebutuhan para korban dan masyarakat yang terdampak gempa dan tsunami terpenuhi dengan baik.

Baca juga: BPPT: Energi Gempa Donggala Setara 200 X Bom Atom Hiroshima

"Ini adalah sebuah panggilan kemanusiaan untuk membuktikan kepedulian kita sebagai manusia. Musibah ini duka bagi kita, duka bagi Indonesia. Saatnya kita bersatu bergandengan tangan membantu saudara-saudara kita di Donggala dan Palu yang saat ini tertimpa musibah," ujar Erick.

Erick menambahkan, selain menggalang dana kemanusiaan, TKN juga meminta para relawan, ormas, dan partai-partai politik pendukung pasangan Jokowi-KH Maruf Amin untuk mendirikan posko-posko kesehatan di lokasi yang terdampak musibah gempa dan tsunami.

Pendirian posko-posko kesehatan tersebut bertujuan untuk menolong para korban dan pengungsi.

Gempa yang melanda Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018), berkekuatan magnitudo 7,4. Gempa terjadi pada pukul 17.02.44 WIB atau 18.02.44 WITA.

Selain itu, gempa juga menyebabkan gelombang tsunami yang terjadi di Pantai Palu dengan ketinggian 0,5 sampai 1,5 meter, pantai Donggala kurang dari 50 sentimeter, dan Pantai Mamuju dengan ketinggian 6 sentimeter.

Tsunami diperkirakan sampai ke daratan pada pukul 17.22 WIB atau 18.22 WITA.

Hingga saat ini data sementara jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Kota Palu, Sulawesi Tengah, menjadi 384 orang.

Selain ratusan korban meninggal, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat 29 orang hilang dan 540 luka berat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Orang Kaya Nikahi Orang Miskin, Pemerintah Dinilai Terlalu Jauh Masuk ke Ranah Privat

Soal Orang Kaya Nikahi Orang Miskin, Pemerintah Dinilai Terlalu Jauh Masuk ke Ranah Privat

Nasional
Ombudsman Telusuri Data Keimigrasian Harun Masiku

Ombudsman Telusuri Data Keimigrasian Harun Masiku

Nasional
Plt Gubernur Aceh Minta Dana Otsus Diperpanjang, Begini Jawaban Jokowi

Plt Gubernur Aceh Minta Dana Otsus Diperpanjang, Begini Jawaban Jokowi

Nasional
Puja-puji Jokowi Atas Pesatnya Pembebasan Lahan untuk Tol Aceh

Puja-puji Jokowi Atas Pesatnya Pembebasan Lahan untuk Tol Aceh

Nasional
Sandiaga Soroti Polarisasi soal RUU Ketahanan Keluarga

Sandiaga Soroti Polarisasi soal RUU Ketahanan Keluarga

Nasional
'DPR Adem Ayem Kenapa? Karena yang Mesan Omnibus Law Ya Big Boss...'

"DPR Adem Ayem Kenapa? Karena yang Mesan Omnibus Law Ya Big Boss..."

Nasional
Plt Gubernur Aceh Minta Maaf atas 'Khilaf Masa Lalu', Jokowi: Jangan Keliru, Pilpres Sudah Usai

Plt Gubernur Aceh Minta Maaf atas "Khilaf Masa Lalu", Jokowi: Jangan Keliru, Pilpres Sudah Usai

Nasional
Soal RUU Ketahanan Keluarga, Pakar: Tak Etis Negara Atur Keluarga

Soal RUU Ketahanan Keluarga, Pakar: Tak Etis Negara Atur Keluarga

Nasional
Surya Paloh Sebut Aceh Ketergantungan pada Otonomi Khusus

Surya Paloh Sebut Aceh Ketergantungan pada Otonomi Khusus

Nasional
Sandiaga Sebut RUU Cipta Kerja sebagai Katalis Penggerak Ekonomi

Sandiaga Sebut RUU Cipta Kerja sebagai Katalis Penggerak Ekonomi

Nasional
Baleg DPR Buka Kemungkinan RUU Ketahanan Keluarga Digabungkan dengan UU Lain

Baleg DPR Buka Kemungkinan RUU Ketahanan Keluarga Digabungkan dengan UU Lain

Nasional
Dinilai Tak Demokratis, Sejumlah Negara Disebut Kapok Pakai Omnibus Law

Dinilai Tak Demokratis, Sejumlah Negara Disebut Kapok Pakai Omnibus Law

Nasional
KPK Hentikan 36 Penyelidikan, Ketua MPR Nilai Sudah Tepat demi Kepastian Hukum

KPK Hentikan 36 Penyelidikan, Ketua MPR Nilai Sudah Tepat demi Kepastian Hukum

Nasional
Survei Sebut Prabowo Menteri Terbaik, Sandiaga: Selamat kepada Bos Saya

Survei Sebut Prabowo Menteri Terbaik, Sandiaga: Selamat kepada Bos Saya

Nasional
Stop 36 Penyelidikan, KPK Diminta Beri Penjelasan Kasus Per Kasus

Stop 36 Penyelidikan, KPK Diminta Beri Penjelasan Kasus Per Kasus

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X