Kompas.com - 29/09/2018, 08:34 WIB
Alissa Wahid saat mengisi MPK 2017 di Yogyakarta. Ada kebiasaan unik di SMA Kolese de Britto. Setiap tanggal 27 Desember, selalu diadakan reuni informal yang bernama Manuk Pulang Kandang (MPK). Acara ini dipakai sebagai ajang pertemuan bagi alumni yang sedang berlibur di Yogyakarta. Yang menjadi penyelenggara MPK adalah angkatan yang sudah lulus 25 tahun dari Kolese de Britto. Dok Panitia MPK 2017 Dok Panitia MPK 2017Alissa Wahid saat mengisi MPK 2017 di Yogyakarta. Ada kebiasaan unik di SMA Kolese de Britto. Setiap tanggal 27 Desember, selalu diadakan reuni informal yang bernama Manuk Pulang Kandang (MPK). Acara ini dipakai sebagai ajang pertemuan bagi alumni yang sedang berlibur di Yogyakarta. Yang menjadi penyelenggara MPK adalah angkatan yang sudah lulus 25 tahun dari Kolese de Britto. Dok Panitia MPK 2017

MATARAM, KOMPAS.com - Alissa Wajid, putri Gus Dur, mantan Presiden Indonesia ke 4 Republik Indonesia, menegaskan bahwa Gusdurian di seluruh Indonesia termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak berpolitik praktis. Hal itu dikatakan Alissa dalam kegiatan Konsolidasi dan Pelatihan Fasilitator Desa Tanggap Bencana (Destana)/ di Taman Budaya Mataram, Jum’at (28/9).

Alissa mengibaratkan posisi Gusdurian seperti berjalan di rel kereta api yang lurus. Artinya, Gusdurian juga  harus memiliki kredibilitas dan tidak menjalani politik praktis, apalagi mengkampanyekan Capres dan Cawapres tertentu.

“Saya dan Yenni dalam banyak hal itu sama, cuma stategi kami berbeda, kami bagi bagi tugas. Yenni strategi politik, saya tidak bisa ikut garis politik Gus DuD," kata Alissa.

Dalam kesempatan itu, Alissa menegaskan bahwa dirinya sebagai Pimpinan Gusdurian idak akan mencederai amanat dari para Gusdurian yang selama ini berperan merawat perjuangan di ranah masyarakat dan gerakan masyarakat sipil.

"Tetapi atas nama Gusdurian tidak boleh saya berpolitik, karena garisnya tidak boleh berpolitik praktis, saya nyoblos tapi saya tidak akan kasih tahu siapa yang saya coblos, karena itu sama saja dengan menggandaikan garis perjuangan Gusdurian” tekannya.

"Saya sadar diri untuk tidak menunjukkan pilihan politik saya. Karena ini soal lokomotif yang panjang di seluruh indonesia, kita tidak akan lagi bisa mengkritisi kebijakan publik dan lain lain karena kita tidak memiliki kredibiltas lagi,” lanjutnya dengan tekanan mendalam.


Namun, Alissa tidak akan menghalangi hak politik para Gusdurian. Mereka dipersilakan berpolitik tetapi tidak mengatasnamakan Gusdurian.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas: Kasus Covid-19 Naik 5 Kali Lipat dalam 3 Pekan

Satgas: Kasus Covid-19 Naik 5 Kali Lipat dalam 3 Pekan

Nasional
Kemenlu: Indonesia Bakal Kedatangan Vaksin dari Jerman dan China

Kemenlu: Indonesia Bakal Kedatangan Vaksin dari Jerman dan China

Nasional
Tahun 2022, Kementerian KP Fokus Genjot Peluang Investasi di Sektor Perikanan

Tahun 2022, Kementerian KP Fokus Genjot Peluang Investasi di Sektor Perikanan

Nasional
Sempat Kabur, Kakak Bupati Langkat Akhirnya Tiba di Gedung Merah Putih

Sempat Kabur, Kakak Bupati Langkat Akhirnya Tiba di Gedung Merah Putih

Nasional
Kemenlu Minta Malaysia Tindak Tegas Majikan yang Pekerjakan PMI Ilegal

Kemenlu Minta Malaysia Tindak Tegas Majikan yang Pekerjakan PMI Ilegal

Nasional
Jokowi: Peran WHO Belum Mencakup Banyak Hal Strategis untuk Dunia

Jokowi: Peran WHO Belum Mencakup Banyak Hal Strategis untuk Dunia

Nasional
AMAN: Kemungkinan Tukar Guling Lahan Konsesi untuk IKN Akan Ancam Masyarakat Adat di Wilayah Lain

AMAN: Kemungkinan Tukar Guling Lahan Konsesi untuk IKN Akan Ancam Masyarakat Adat di Wilayah Lain

Nasional
Rumah Sedang Direnovasi Jadi Dalih Arteria Dahlan Parkir Mobil di DPR

Rumah Sedang Direnovasi Jadi Dalih Arteria Dahlan Parkir Mobil di DPR

Nasional
Kemenlu Dorong Uni Emirat Arab Bantu Lepaskan ABK WNI yang Ditahan Milisi Houthi

Kemenlu Dorong Uni Emirat Arab Bantu Lepaskan ABK WNI yang Ditahan Milisi Houthi

Nasional
Pemerintah Alokasikan Anggaran Penurunan Stunting 2022 Rp 25 Triliun

Pemerintah Alokasikan Anggaran Penurunan Stunting 2022 Rp 25 Triliun

Nasional
Barang Bukti Ratusan Juta Rupiah Disita KPK dalam OTT di Surabaya

Barang Bukti Ratusan Juta Rupiah Disita KPK dalam OTT di Surabaya

Nasional
20.000 Masyarakat Adat Diperkirakan Tergusur Proyek Ibu Kota Baru

20.000 Masyarakat Adat Diperkirakan Tergusur Proyek Ibu Kota Baru

Nasional
UPDATE 20 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 58,88 Persen

UPDATE 20 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 58,88 Persen

Nasional
Arteria Dahlan Terancam Dipidana Bila Terbukti Palsukan Pelat Mobil Mirip Polisi

Arteria Dahlan Terancam Dipidana Bila Terbukti Palsukan Pelat Mobil Mirip Polisi

Nasional
KPK Amankan 5 Orang Dalam OTT di Surabaya

KPK Amankan 5 Orang Dalam OTT di Surabaya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.