Wapres Kalla: Dunia Tak Perlu Mencari "Superhero"

Kompas.com - 28/09/2018, 12:11 WIB
Menko PMK Puan Maharani bersama delegasi Republik Indonesia lainnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam High Level Meeting on Global Peace di Markas Besar PBB di New York, Senin, 24 September 2018. Dok. Kemenko PMKMenko PMK Puan Maharani bersama delegasi Republik Indonesia lainnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam High Level Meeting on Global Peace di Markas Besar PBB di New York, Senin, 24 September 2018.

NEW YORK, KOMPAS.com - Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan bahwa dunia tidak perlu mencari seorang "superhero" dalam mewujudkan perdamaian.

Namun dibutuhkan kepemimpinan global seluruh negara dan bangsa, serta berbagi tanggung jawab bersama.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan hal itu dalam pidato pada sesi debat umum Sidang Majelis Umum PBB ke-73 di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, Kamis (27/9/2018) sore waktu setempat.

Wapres Kalla mengatakan, perdamaian dunia memiliki tantangan global yang semakin kompleks, termasuk ketidakstabilan kondisi politik dan ekonomi, konflik yang masih merajalela.


Kemudian, kemiskinan dan ketidaksetaraan ekstrem, serta menguatnya nasionalisme sempit dan pemikiran menang-kalah (zero sum).

"Namun, dunia tidak perlu mencari jauh untuk pahlawan super. Kita tidak perlu meminta kekuatan Avengers atau Liga Keadilan, Secara kolektif, kita memiliki kekuatan superhero. Yang harus kita lakukan adalah memanfaatkan kehendak, keberanian, kekuatan, tidak egois, welas asih dan kerendahan hati kita sendiri," kata Wapres seperti dikutip Antara.

Wapres menyatakan, kepemimpinan bersama adalah inti dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Di mana kita semua percaya pada kekuatan dan kekuatan mantra dalam Piagam PBB, kami bangsa Perserikatan Bangsa-Bangsa," katanya.

Untuk itu, Wapres mengapresiasi tema yang dibawa dalam Sidang Umum PBB ke-73 kali ini "Menjadikan PBB Relevan Untuk Semua Bangsa: Kepemimpinan Global dan Berbagi Tanggungjawab untuk Perdamaian, Kesetaraan dan Masyarakat yang Berkelanjutan".

"Tema tahun ini dengan tepat menangkap apa yang dibutuhkan untuk dilaksanakan oleh semua pihak, sebagai komunitas bangsa-bangsa, komunitas para pemimpin," kata Wapres.

Sementara itu, Wapres Kalla mengawali pidatonya dengan mengenang dan menyampaikan simpati terhadap mantan Sekjen PBB Kofi Anan yang meninggal pada 18 Agustus 2018 lalu.

"Dunia telah kehilangan pembawa perdamaian dan seorang humanis sejati. Kita akan mengenang selalu warisannya," kata Wapres.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X