Kapolri: Seleksi CPNS Harus Bersih, Calo Kita Sikat

Kompas.com - 28/09/2018, 11:42 WIB
Kapolri Tito Karnavian menandatangani nota kesepahaman terkait pengamanan pelaksanaan tes CPNS bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Jakarta, Jumat (28/9/2018).KOMPAS.com/Ihsanuddin Kapolri Tito Karnavian menandatangani nota kesepahaman terkait pengamanan pelaksanaan tes CPNS bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Jakarta, Jumat (28/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian memastikan jajarannya siap untuk menindak calo-calo nakal dalam seleksi calon pegawai negeri sipil 2018.

"Kita ingin memastikan proses (seleksi CPNS) ini bersih, transparan. Calo-calo kita sikat nanti," kata Tito di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Tito menandatangani nota kesepahaman terkait pengamanan pelaksanaan tes CPNS bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Baca juga: JEO - CPNS, Masih Profesi Idaman?


Tito mengaku senang, sejak awal Polri sudah ikut dilibatkan dalam pengamanan rekrutmen CPNS ini.

Dengan begitu, ia bisa meminta seluruh Kapolda untuk mengawasi dan mengamankan proses seleksi CPNS.

"Kalau ada (calo) yang ketangkap kita umumkan nanti, untuk memberikan efek deteren kepada yang lain," kata Tito.

Baca juga: Pendaftaran CPNS 2018 Dimulai Hari Ini, Sudah Siap?

Tito meyakini, apabila proses seleksi CPNS ini berjalan secara bersih dan transparan, maka tidak akan menimbulkan gejolak setelahnya.

Masyarakat yang tidak diterima sebagai CPNS akan menerima dengan lapang dada.

"Kalau prosesnya transparan, yang tidak lulus paham mereka tidak memenuhi kriteria sehingga tidak komplain, tidak gejolak," kata Tito.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X