Ketum PPP: Bagi Kami Lebih Menguntungkan Kedepankan Kiai Ma'ruf Amin

Kompas.com - 28/09/2018, 05:36 WIB
Ketua Umum PPP M Romahurmuziy DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comKetua Umum PPP M Romahurmuziy

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) Romahurmuziy mengatakan, partainya lebih diuntungkan jika mengedepankan sosok cawapres Ma'ruf Amin dalam kampanye Pilpres 2019.

Alasannya, karena latar belakang basis massa PPP. Hal itu dikatakan Romahurmuziy alias Romi, di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Kamis (27/9/2018).

"Masing-masing partai tidak memiliki coattail effect yang sama. Ada parpol yang sangat diuntungkan dengan mengusung Pak Jokowi, tetapi bagi PPP sepertinya lebih menguntungkan untuk mengedepankan Kiai Maruf Amin sebagai pasangan," kata Romi.

Baca juga: Survei Sebut 44 Persen Pendukung PPP Pilih Prabowo, Ini Kata Romahurmuziy

Ia mengatakan, sosok Ma'ruf akan lebih dikedepankan saat kampanye di beberapa daerah, terutama di daerah yang basis massa PPP belum kuat.

Romi yakin, mayoritas basis massa PPP di seluruh daerah nantinya akan mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Hanya Sumatera Barat, Jawa Barat, sebagian tapal kuda dan Madura (yang belum). Karena untuk Nusa Tenggara Barat sudah berbalik. Untuk Aceh sudah berbalik. Untuk Provinsi Banten dengan adanya Kiai Ma'ruf Amin 100 persen berbalik," lanjut dia.

.

.

.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Ma'ruf Amin

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelanjutan Nasib RUU Cipta Kerja, Mahfud: Pemerintah Sudah Punya Rumusan Baru

Kelanjutan Nasib RUU Cipta Kerja, Mahfud: Pemerintah Sudah Punya Rumusan Baru

Nasional
Ada Permintaan Prabowo Capres 2024, Muzani Sebut Ditentukan Setahun Sebelumnya

Ada Permintaan Prabowo Capres 2024, Muzani Sebut Ditentukan Setahun Sebelumnya

Nasional
Resmikan Program KiosMU, Airlangga: UMKM Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Resmikan Program KiosMU, Airlangga: UMKM Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Nasional
Mahfud: Banyak Dokter Meninggal Dunia karena Lelah dan Stres Tangani Pasien Covid-19

Mahfud: Banyak Dokter Meninggal Dunia karena Lelah dan Stres Tangani Pasien Covid-19

Nasional
Prabowo Kembali Tunjuk Ahmad Muzani Jadi Sekjen Partai Gerindra

Prabowo Kembali Tunjuk Ahmad Muzani Jadi Sekjen Partai Gerindra

Nasional
Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

Nasional
Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

Nasional
KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

Nasional
UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

Nasional
Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

Nasional
Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

Nasional
Platform E-Learning ASN Unggul Jadi Solusi Pelatihan ASN di Tengah Pandemi

Platform E-Learning ASN Unggul Jadi Solusi Pelatihan ASN di Tengah Pandemi

Nasional
Sebaran 2.277 Kasus Baru Covid-19 RI, DKI Jakarta Tertinggi dengan 686

Sebaran 2.277 Kasus Baru Covid-19 RI, DKI Jakarta Tertinggi dengan 686

Nasional
UPDATE 8 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 83.624

UPDATE 8 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 83.624

Nasional
Prabowo: Banyak Partai Muncul dan Cepat Hilang, Gerindra Kokoh 12 Tahun

Prabowo: Banyak Partai Muncul dan Cepat Hilang, Gerindra Kokoh 12 Tahun

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X