Berkaca dari Survei Indikator, Kubu Prabowo-Sandiaga Yakin Menang

Kompas.com - 27/09/2018, 15:37 WIB
Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 1 Joko Widodo (kedua dari kiri)-Maaruf Amin (kiri) dan nomor urut 2 Prabowo Subianto (kedua dari kanan)-Sandiaga Uno pada Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di Kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Deklarasi tersebut bertujuan untuk memerangi hoaks, ujaran kebencian dan politisasi SARA agar terciptanya suasana damai selama penyelenggaraan Pilpres 2019. MAULANA MAHARDHIKAPasangan Capres-Cawapres nomor urut 1 Joko Widodo (kedua dari kiri)-Maaruf Amin (kiri) dan nomor urut 2 Prabowo Subianto (kedua dari kanan)-Sandiaga Uno pada Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di Kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Deklarasi tersebut bertujuan untuk memerangi hoaks, ujaran kebencian dan politisasi SARA agar terciptanya suasana damai selama penyelenggaraan Pilpres 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meyakini pihaknya bakal memenangkan Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan Mardani menanggapi hasil survei Indikator terkait Pilpres 2019. Dalam survei tersebut pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul dengan elektabilitas 57,7 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 32,3 persen.

“Kami semakin optimistis rilis lembaga Burhanuddin Muhtadi tentang persaingan capres 2019, Insya Allah #2019GantiPresiden dan #2019PrabowoSandi,” kata Mardani melalui keterangan tertulis, Kamis (27/9/2018).

Baca juga: Survei Indikator: Jokowi-Maruf 57,7 Persen, Prabowo-Sandiaga 32,3 Persen

Ia mengatakan, kehadiran Sandiaga saat ini mampu meningkatkan elektabilitas Prabowo hingga tiga persen.

Mardani menambahkan, elektabilitas petahana sebesar 57,7 persen masih jauh dari aman. Apa lagi, kata dia, dalam rilis survei indikator hanya sebesar 30 persen responden yang menganggap kondisi ekonomi baik.

Sedangkan sisanya sisanya 44 persen sedang, 21 persen Buruk, 3 persen sangat buruk.

Baca juga: Survei Indikator: 72 Persen Responden Puas Kinerja Jokowi

Karena itu, ia menilai, isu ekonomi menjadi sorotan terbesar masyarakat selama 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK.

Ia juga mengatakan, strategi impor pemerintah menjadi preseden buruk belum optimalnya kerja pemerintah.

Karena itu, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga masih sangat optimistis menatap survei tersebut.

Baca juga: Survei LSI: Elektabilitas Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi Naik Turun di Kalangan NU dan PA 212

Selain itu, papar Mardani, semakin banyak pula relawan yang bergabung dalam gerakam #2019GantiPresiden.

Karena itu pula, Mardani mengatakan, Prabowo-Sandiaga menargetkan kemenangan hingga 60 persen.

“Kami masih memiliki waktu 7 bulan untuk menaikkan elektabilitas pasangan PAS. Khususnya pada penerimaan generasi milenial, emak-emak dan keumatan. Kami akan terus mengkampanyekan dengan cara milenial, cerdik dan santun," kata dia.

"Sehingga yang tadinya kurang suka politik mulai tertarik dengan hadirnya generasi muda sebagai cawapres,” lanjut Mardani.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X