Surya Paloh: 100 Ribu Personel Kami Siapkan untuk Pengamanan Pemilu

Kompas.com - 27/09/2018, 12:46 WIB
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh mengatakan, partainya akan menyiapkan 100 ribu personel yang tergabung dalam Komando Strategi Nasdem (Kostranas) dan Garda Pemuda Nasdem untuk mendukung pengamanan di Pemilu 2019. Hal itu ia sampaikan dalam arahannya di depan Kostranas dan Garda Pemuda Nasdem di halaman Claro Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (27/9/2018). DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comKetua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh mengatakan, partainya akan menyiapkan 100 ribu personel yang tergabung dalam Komando Strategi Nasdem (Kostranas) dan Garda Pemuda Nasdem untuk mendukung pengamanan di Pemilu 2019. Hal itu ia sampaikan dalam arahannya di depan Kostranas dan Garda Pemuda Nasdem di halaman Claro Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (27/9/2018).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh mengatakan, partainya akan mempersiapkan 100 ribu personel yang tergabung dalam Komando Strategi Nasdem (Kostranas) dan Garda Pemuda Nasdem untuk mendukung pengamanan di Pemilu 2019.

"Seratus ribu personel kami siapkan untuk jaga pengamanan pemilu legislatif dan pilpres pada Pemilu 2019 mendatang," kata Paloh dalam arahannya di depan Kostranas dan Garda Pemuda Nasdem di Halaman Claro Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (27/9/2018).

Paloh berharap mereka siap untuk membantu menghadapi berbagai rintangan atau upaya pihak-pihak tertentu yang ingin mengganggu jalannya Pemilu 2019.

"Saya tugaskan agar segera melakukan konsolidasi sebelum 1 Januari 2019," kata dia.

Paloh juga meminta agar Kostranas dan Garda Pemuda Nasdem untuk tak menunjukkan sikap antipati selama Pemilu 2019 berlangsung.

"Di tengah situasi kondisi masyarakat yang memang semakin hari berpikir semakin kritis, maka tunjukkan kepada masyarakat, kehadiran saudara adalah faktor yang memperingan keberadaan masyarakat itu, bukan menjadi faktor pemberat bagi kehidupan masyarakat," kata Paloh.

"Perilaku, keteladanan, ucapan, perbuatan, sopan santun, kesetiakawanan, semangat gotong royong, adalah merupakan modal yang harus tetap dijaga," lanjut dia.

.

.

.

Kompas TV Dalam pernyataannya Rizal Ramli menilai Surya Paloh bermain dalam kebijakan impor pemerintah.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Risma Hapus Beberapa Jabatan Setingkat Eselon I dan II, Anggarannya Dioptimalkan untuk Bansos

Risma Hapus Beberapa Jabatan Setingkat Eselon I dan II, Anggarannya Dioptimalkan untuk Bansos

Nasional
Ironi Kebijakan Omicron: Jokowi Minta Warga Tak ke Luar Negeri, tapi Buka Pintu untuk Semua Negara

Ironi Kebijakan Omicron: Jokowi Minta Warga Tak ke Luar Negeri, tapi Buka Pintu untuk Semua Negara

Nasional
Gempa M 6,6 di Banten, 3.078 Rumah Rusak, 10 Orang Luka-luka

Gempa M 6,6 di Banten, 3.078 Rumah Rusak, 10 Orang Luka-luka

Nasional
Ryamizard dan Janji Prajuritnya di Tengah Dugaan Kerugian Negara Pengadaan Satelit

Ryamizard dan Janji Prajuritnya di Tengah Dugaan Kerugian Negara Pengadaan Satelit

Nasional
Membumikan Makna dan Manfaat Presidensi G20 Indonesia 2022

Membumikan Makna dan Manfaat Presidensi G20 Indonesia 2022

Nasional
Heru Hidayat, Koruptor Asabri Rp 22,7 Triliun yang Lolos dari Hukuman Mati...

Heru Hidayat, Koruptor Asabri Rp 22,7 Triliun yang Lolos dari Hukuman Mati...

Nasional
Komite Olimpiade Minta Diskresi Karantina untuk Atlet, Ini Jawaban Pemerintah

Komite Olimpiade Minta Diskresi Karantina untuk Atlet, Ini Jawaban Pemerintah

Nasional
Ibu Kota Negara Pindah, Polri Akan Ada Persiapan Pemindahan Instansi

Ibu Kota Negara Pindah, Polri Akan Ada Persiapan Pemindahan Instansi

Nasional
Ibu Kota 'Nusantara' Dibangun di Penajam Paser Utara, Ini Rincian Batas Wilayahnya

Ibu Kota "Nusantara" Dibangun di Penajam Paser Utara, Ini Rincian Batas Wilayahnya

Nasional
Jaksa Diperintahkan Banding Vonis Heru Hidayat, Kejagung: Hakim Ingkari Rasa Keadilan

Jaksa Diperintahkan Banding Vonis Heru Hidayat, Kejagung: Hakim Ingkari Rasa Keadilan

Nasional
Covid-19 Mulai Merangkak Lebihi 1.000 Kasus Per Hari, Jokowi Imbau WFH Lagi

Covid-19 Mulai Merangkak Lebihi 1.000 Kasus Per Hari, Jokowi Imbau WFH Lagi

Nasional
BMKG: Waspada Potensi Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan di Indonesia

BMKG: Waspada Potensi Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan di Indonesia

Nasional
Menilik Kans Menantu Luhut, Mayjen Maruli Simanjuntak, dalam Bursa Calon Pangkostrad

Menilik Kans Menantu Luhut, Mayjen Maruli Simanjuntak, dalam Bursa Calon Pangkostrad

Nasional
Waspada Cuaca Ekstrem di 27 Provinsi Ini hingga 22 Januari 2022

Waspada Cuaca Ekstrem di 27 Provinsi Ini hingga 22 Januari 2022

Nasional
Mengenal “Megathrust”, yang Jadi Alasan Pemerintah Merelokasi Korban Gempa Banten

Mengenal “Megathrust”, yang Jadi Alasan Pemerintah Merelokasi Korban Gempa Banten

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.