Hari Ini dalam Sejarah: Kereta Api Cepat Pertama di Eropa Beroperasi

Kompas.com - 27/09/2018, 11:01 WIB
Kereta api super cepat buatan Perancis, TGV, yang mampu lari dengan kecepatan 200 mil per jam (sekitar 350 km/jam) akhirnya memenangkan penawaran yang dibuka pemerintah AS. Kereta api ini akan menjalani rute Houston-Dallas yang jaraknya 250 mil (375 km). Seandainya kereta macam ini ada di sini, jarak Jakarta-Surabaya tidak perlu ditempuh setengah hari, tapi cukup dua setengah jam saja. Kereta api super cepat buatan Perancis, TGV, yang mampu lari dengan kecepatan 200 mil per jam (sekitar 350 km/jam) akhirnya memenangkan penawaran yang dibuka pemerintah AS. Kereta api ini akan menjalani rute Houston-Dallas yang jaraknya 250 mil (375 km). Seandainya kereta macam ini ada di sini, jarak Jakarta-Surabaya tidak perlu ditempuh setengah hari, tapi cukup dua setengah jam saja.

KOMPAS.com - Hari ini 37 tahun yang lalu, tepatnya pada 27 September 1981, kereta api cepat pertama di Eropa mulai beroperasi di Perancis.

Kereta Api dengan nama "Train a Grande Vitesse (TGV)" memulai debutnya untuk perjalanan serba-cepat di Perancis untuk melayani antusiasme masyarakat.

Melalui kereta api cepat tersebut, masyarakat yang membutuhkan serta memprioritaskan waktu bisa menikmati keunggulan dari kereta ini. Jalur pertama yang digunakan dalam perjalanan awalnya adalah dari Kota Paris menuju Kota Lyon.

Ide awal

Kebutuhan akan waktu menjadi prioritas seseorang. Saat seseorang melakukan aktivitas tertentu, pertimbangan utama adalah mengenai waktu yang diperlukan.

Sebuah perusahaan berusaha untuk mewujudkan itu dengan menciptakan moda transportasi yang serba cepat guna membantu aktivitas dari seseorang.

Perusahaan asal Perancis, Alstom dan SNCF mulai mengembangkan teknologi kereta cepat untuk mendukung kesibukan dari seseorang.

Ide muncul pada era 1960-an, prototipe pertama kereta cepat menggunakan turbin gas dan memproduksi listrik sendiri yang berasal dari minyak. Namun, karena terjadi peningkatan harga minyak ketika itu, proyek ini tak mendapat respons baik.

Baca juga: Kim dan Moon Berencana Bangun Kereta Cepat yang Hubungkan Korsel-Korut

Prototipe kereta dengan nama TGV mulai dikembangkan kembali pada 1974. Berbagai pengembangan dan teknologi dibuat untuk menyempurnakan rancangan kereta ini. Kereta ini akhirnya bisa diselesaikan pada 1981.

Harian Kompas edisi 24 September 1981 menyebutkan, Presiden Perancis Francois Mitterand telah meresmikan kereta api tercepat di dunia pada 22 September 1981. Kereta ini akan melayani dari kota Paris menuju Lyon.

TGV mempunyai delapan gerbong dan mempunyai kecepatan 380 kilometer per jam. Sebenarnya, kereta cepat pertama telah dikembangkan oleh Jepang dengan julukan Shinkansen pada era 1960-an.

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar: Aturan soal Proses Hukum Jaksa Mesti Seizin Jaksa Agung Harus Ditarik

Pakar: Aturan soal Proses Hukum Jaksa Mesti Seizin Jaksa Agung Harus Ditarik

Nasional
Kasus Proyek Infrastrukur, KPK Dalami Dugaan Aliran Dana ke Pejabat Kota Banjar

Kasus Proyek Infrastrukur, KPK Dalami Dugaan Aliran Dana ke Pejabat Kota Banjar

Nasional
Jokowi Minta Masyarakat Patuh Pakai Masker agar Tak Ada Lagi PSBB

Jokowi Minta Masyarakat Patuh Pakai Masker agar Tak Ada Lagi PSBB

Nasional
Komisi Kejaksaan Nilai Jaksa Agung Terkesan Ingin Lindungi Jaksa yang Diduga Bertemu Djoko Tjandra

Komisi Kejaksaan Nilai Jaksa Agung Terkesan Ingin Lindungi Jaksa yang Diduga Bertemu Djoko Tjandra

Nasional
Ancaman Krisis Ekonomi, SBY: Jangan Salahkan Presiden Jokowi

Ancaman Krisis Ekonomi, SBY: Jangan Salahkan Presiden Jokowi

Nasional
Proses Hukum Jaksa Harus Izin Jaksa Agung, Pakar: KUHAP Tak Bisa Dikalahkan Aturan Internal

Proses Hukum Jaksa Harus Izin Jaksa Agung, Pakar: KUHAP Tak Bisa Dikalahkan Aturan Internal

Nasional
Kelompok Buruh dan DPR Sepakat Bentuk Tim Kerja Bahas Klaster Ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja

Kelompok Buruh dan DPR Sepakat Bentuk Tim Kerja Bahas Klaster Ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja

Nasional
Kebebasan Beragama Alami Kesulitan, BPIP Minta Penegak Hukum Bertindak Tegas

Kebebasan Beragama Alami Kesulitan, BPIP Minta Penegak Hukum Bertindak Tegas

Nasional
KY: Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc di MA Harus Buat Pakta Integritas untuk Seleksi Tahap II

KY: Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc di MA Harus Buat Pakta Integritas untuk Seleksi Tahap II

Nasional
Kemendagri: 11 Kabupaten/Kota Belum Pangkas Jabatan, Termasuk Surabaya

Kemendagri: 11 Kabupaten/Kota Belum Pangkas Jabatan, Termasuk Surabaya

Nasional
Baru DKI Jakarta yang Masif Tes Covid-19, Satgas Minta Daerah Lain Meniru

Baru DKI Jakarta yang Masif Tes Covid-19, Satgas Minta Daerah Lain Meniru

Nasional
KY Ajak Masyarakat Beri Informasi Jejak Rekam Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc

KY Ajak Masyarakat Beri Informasi Jejak Rekam Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc

Nasional
Megawati: Pilkada 2020 Bagian dari Regenerasi Menuju 2024

Megawati: Pilkada 2020 Bagian dari Regenerasi Menuju 2024

Nasional
Kemendagri Pastikan Pangkas Jabatan Eselon IV di DPMPTSP Tingkat Daerah

Kemendagri Pastikan Pangkas Jabatan Eselon IV di DPMPTSP Tingkat Daerah

Nasional
Sebaran 1.693 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi di Jakarta

Sebaran 1.693 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi di Jakarta

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X