Ke Mana Suara Pecinta Gus Dur di Pilpres 2019?

Kompas.com - 20/09/2018, 07:33 WIB
Koordinator Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Wahid dalam sebuah diskusi bertajuk Pancasila dan Kebhinnekaan: Problematika Ujaran Kebencian atas Dasar Identitas di kantor Imparsial, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (30/5/2017). KOMPAS.com/Kristian ErdiantoKoordinator Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Wahid dalam sebuah diskusi bertajuk Pancasila dan Kebhinnekaan: Problematika Ujaran Kebencian atas Dasar Identitas di kantor Imparsial, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (30/5/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kunjungan para kontestan Pilpres 2019 ke keluarga almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, beberapa waktu lalu, dapat diartikan sebagai bentuk permohonan dukungan dan doa restu.

Namun, rupanya dukungan dan doa restu keluarga Gus Dur yang menjadi kiblat pengikut Gus Dur yang memiliki jumlah signifikan, tidak lantas mengalir begitu saja.

Putri pertama Gus Dur, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid menegaskan, keluarganya sama sekali belum menentukan arah dukungan pada Pilpres 2019.

Baca juga: Gusdurian Khawatir Persekusi di Indonesia Berkembang seperti Pakistan


"Keluarga kami, belum (memutuskan). Ibu masih (shalat) istikharah, Kiai-kiai yang kami anggap sebagai sahabat Gus Dur dan bebas dari kepentingan politik praktis semata juga sedang kami minta melakukan istiqoroh. Nanti petunjuk dari sana itu yang akan kita jadikan sebagai deal breakernya, penentunya," ujar Alissa dalam wawancaranya di Kompas TV, Rabu (19/9/2018).

"Bagi kami, jenderal lapangannya adalah Yenny Wahid (putri kedua Gus Dur). Jadi begitu istikharah sudah dapat, petunjuknya sudah, maka Yenny akan mengambil keputusan. Nah, kami akan mendukung itu," lanjut dia.

Dua garis perjuangan

Meski demikian, apabila arah dukungan keluarga Ciganjur di Pilpres 2019 sudah diputuskan, hal itu tidak akan menjadi instruksi formal bagi para pengikut Gus Dur atau yang populer disebut Gusdurian.

Alissa menjelaskan bahwa para pecinta Gus Dur terbagi menjadi dua garis perjuangan, yakni kelompok yang tidak berpolitik praktis dan kelompok yang berpolitik praktis.

Mereka yang berpolitik praktis, lebih tepat disebut sebagai Barisan Kader #GusDur yang dipimpin oleh Yenny Wahid. Sementara, yang disebut Gusdurian adalah pecinta Gus Dur yang tidak berpolitik praktis dan fokus pada merawat nilai-nilai yang diteladani Gus Dur semasa hidup.

Baca juga: Gusdurian Kecewa Gus Dur Tak Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

Bagi pecinta Gus Dur yang disebut sebagai Gusdurian, pilihan politik diserahkan kepada masing-masing individu. Tidak mengatasnamakan Gusdurian secara organisasi.

"Punya afiliasi politik adalah hak personal. Nah, kami meminta kepada para Gusdurian, mereka yang ingin aktif melanjutkan perjuangan Gus Dur, kami minta mereka, aspirasi politik itu persoalan personal, tidak menggunakan nama Gusdurian," ujar Alissa.

Meski demikian, Alissa berharap dukungan politik Gusdurian tersebut tetap disandarkan pada nilai-nilai yang diutamakan Gus Dur.

Mulai dari spiritualitas, keadilan, kesetaraan, pembebasan dari bentuk penindasan, persaudaraan, sikap ksatria, kesederhanaan dan kearifan Indonesia.

"Para Gusdurian ini nanti akan melihatnya dari apakah platform atau tawaran program- program dari kedua capres cawapres akan sesuai dengan nilai-nilai Gus Dur atau tidak," ujar Alissa.

Baca juga: Peringati Hari Kelahiran Gus Dur, Keluarga dan Gusdurian Ziarah Bersama

Sementara, para pecinta Gus Dur yang berada di perjuangan berpolitik praktis, menurut Alissa, juga belum menentukan arah dukungan. Sebab, Alissa menilai, kedua kontestan Pilpres 2019 belum menjelaskan program-program untuk rakyat secara gamblang.

"Kita tunggu saja. Karena sampai saat ini kan belum keluar ya platform yang betul-betul formal yang mereka sampaikan. Ditunggu setelah pengumuman capres cawapres resmi, barangkali setelah itu akan ada kampanye lebih kuat lagi mengenai platform-platform yang ingin diperjuangkan, yang ingin dijadikan narasi para capres cawapres. Kami pasti akan melihat dari sana," lanjut Alissa.

Kompas TV Menurut Sandi putri presiden ke-4 Republik Indonesia ini menyambut positif tawarannya.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bos Lippo Group James Riady Mangkir dari Panggilan KPK

Bos Lippo Group James Riady Mangkir dari Panggilan KPK

Nasional
Seorang Saksi Kasus Meikarta Ajukan Perlindungan Saksi ke KPK

Seorang Saksi Kasus Meikarta Ajukan Perlindungan Saksi ke KPK

Nasional
Janji 9 Parpol Tak Calonkan Eks Koruptor di Pilkada 2020

Janji 9 Parpol Tak Calonkan Eks Koruptor di Pilkada 2020

Nasional
Pasca-Putusan MK, Nasdem Tegaskan Tak Akan Calonkan Eks Koruptor di Pilkada

Pasca-Putusan MK, Nasdem Tegaskan Tak Akan Calonkan Eks Koruptor di Pilkada

Nasional
Dalami Laporan terhadap Akun @digeeembok, Subdit Cyber Crime Polda Metro Back Up Polresta Bandara Soetta

Dalami Laporan terhadap Akun @digeeembok, Subdit Cyber Crime Polda Metro Back Up Polresta Bandara Soetta

Nasional
Cerita Jusuf Kalla Saat Jadi Mediator Konflik Poso dan Ambon...

Cerita Jusuf Kalla Saat Jadi Mediator Konflik Poso dan Ambon...

Nasional
Divisi Humas Polri Akan Jadi Badan Humas, Bakal Dipimpin Jenderal Bintang Tiga

Divisi Humas Polri Akan Jadi Badan Humas, Bakal Dipimpin Jenderal Bintang Tiga

Nasional
Polisi Dalami 2 Laporan Politisi PDI-P Henry Yosodiningrat ke Bareskrim

Polisi Dalami 2 Laporan Politisi PDI-P Henry Yosodiningrat ke Bareskrim

Nasional
Saat Pimpinan MPR Berkelakar soal Jabatan Waketum Partai Golkar...

Saat Pimpinan MPR Berkelakar soal Jabatan Waketum Partai Golkar...

Nasional
Mahfud MD Ungkap Kemungkinan Kejutan di Susunan Dewan Pengawas KPK

Mahfud MD Ungkap Kemungkinan Kejutan di Susunan Dewan Pengawas KPK

Nasional
Puan Maharani Minta Nadiem Tak Buru-buru Ganti UN: Jangan Sampai Merugikan Siswa

Puan Maharani Minta Nadiem Tak Buru-buru Ganti UN: Jangan Sampai Merugikan Siswa

Nasional
Gibran Daftar Pilkada Solo, PDI-P Sebut Megawati Akan Beri Atensi Khusus

Gibran Daftar Pilkada Solo, PDI-P Sebut Megawati Akan Beri Atensi Khusus

Nasional
Kemendagri Minta KPU Patuhi Putusan MK soal Pencalonan Eks Koruptor

Kemendagri Minta KPU Patuhi Putusan MK soal Pencalonan Eks Koruptor

Nasional
Ketua MPR: Partai-partai Besar Harus Jamin Wacana Amendemen UUD 1945 Tak Melenceng

Ketua MPR: Partai-partai Besar Harus Jamin Wacana Amendemen UUD 1945 Tak Melenceng

Nasional
Kasus Impor Bawang Putih, Terdakwa Penyuap Anggota DPR Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Kasus Impor Bawang Putih, Terdakwa Penyuap Anggota DPR Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X