Jokowi Buka-bukaan soal Kunci Kemenangan di Solo, Jakarta, Hingga Pilpres 2014

Kompas.com - 17/09/2018, 20:22 WIB
Presiden Joko Widodo melambaikan tangan ke arah penonton saat  pembukaan Asian Games 2018  di Stadion Utama Gelora Bung Karno , Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8/2018). INASGOC/WahyudinPresiden Joko Widodo melambaikan tangan ke arah penonton saat pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno , Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Presiden Joko Widodo mengungkapkan kunci keberhasilannya meraih suara sejak Pemilihan Wali Kota Solo 2004 silam, Pilkada DKI Jakarta 2012, hingga Pemilihan Presiden 2014.

"Ini ramai diperbincangkan, yaitu micro targeting, micro campaign serta canvasing. Itulah yang sebetulnya saya kira-kira lakukan semenjak 14 tahun lalu," ujar Jokowi dalam pidato di acara pembekalan 500-an caleg Partai Perindo di MNC Tower, Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018).

Secara sederhana, micro targeting, micro campaign dan canvasing merupakan teknik pendekatan kepada pemilih dengan dua penekanan, yaitu meningkatkan diferensiasi dan pendekatan interpersonal.

Baca juga: Hasto: Jokowi Sudah Jalankan Pakta Integritas Ijtima Ulama


Jokowi pun menyebut bahwa cara yang dilakukannya itu mirip-mirip dengan saat orang berjualan produk unggulan.

"Saya lihat-lihat, jualan produk dan jualan politik itu mirip-mirip. Caranya mirip-mirip ya. Harus ada diferensiasi, harus ada domain branding," ujar Jokowi.

Dengan teknik itulah, Jokowi mengaku percaya diri dalam setiap pemilihan umum yang diikuti. Mulai dari Pemilihan Wali Kota Solo 2004 silam, Pilkada DKI Jakarta 2012, hingga Pemilihan Presiden 2014.

Baca juga: Netralitas Kepala Daerah Pendukung Jokowi, Berikut Faktanya

"Saat 2004 itu ada Pemilihan Wali Kota, tanya di Solo, kenal enggak dengan yang namanya Jokowi? Enggak ada sama sekali yang kenal, enggak ada. Tapi ya begitulah yang saya bawa dari marketing produk ke marketing politik," ujar Jokowi.

Oleh sebab itu, ia sebenarnya kurang menyenangi kampanye dengan memusatkan massa di lapangan luas dengan orasi-orasi.

"2004 itu setiap kampanye, saya lihat pasti ngumpulin orang di lapangan atau di gedung besar. Ada orasi, sambutan, lalu bubar. Saya lihat yang datang itu kan anggota sendiri. Ya lalu untuk apa?" ujar dia.


Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPR: Jangan Sampai Penggusuran Rugikan Masyarakat dan Semena-mena

Ketua DPR: Jangan Sampai Penggusuran Rugikan Masyarakat dan Semena-mena

Nasional
Ketum PKPI: Kalau Dana Parpol Harus Terbuka, Kami Siap...

Ketum PKPI: Kalau Dana Parpol Harus Terbuka, Kami Siap...

Nasional
Libur Natal dan Tahun Baru 2020, Pemerintah Antisipasi Ancaman Teror hingga Sweeping

Libur Natal dan Tahun Baru 2020, Pemerintah Antisipasi Ancaman Teror hingga Sweeping

Nasional
Dilema Pekerja Media, Membela dan Jadi Korban Pelanggaran HAM

Dilema Pekerja Media, Membela dan Jadi Korban Pelanggaran HAM

Nasional
Alasan Rekam Jejak, Jokowi Tunjuk Wiranto Jadi Ketua Wantimpres

Alasan Rekam Jejak, Jokowi Tunjuk Wiranto Jadi Ketua Wantimpres

Nasional
PPP Minta Anggota Dewan Pengawas KPK Tak Aktif di Parpol

PPP Minta Anggota Dewan Pengawas KPK Tak Aktif di Parpol

Nasional
Jadi Wantimpres Jokowi, Soekarwo Tegaskan Sudah Keluar dari Demokrat

Jadi Wantimpres Jokowi, Soekarwo Tegaskan Sudah Keluar dari Demokrat

Nasional
Ada Kekerasan Penggusuran Tamansari, Anggota Komisi III Minta Kapolda Jabar Dicopot

Ada Kekerasan Penggusuran Tamansari, Anggota Komisi III Minta Kapolda Jabar Dicopot

Nasional
Mahfud MD Serahkan Santunan ke Korban Terorisme Cirebon dan Lamongan

Mahfud MD Serahkan Santunan ke Korban Terorisme Cirebon dan Lamongan

Nasional
Diaz Hendropriyono: Tak Ada Eks Koruptor yang Kami Calonkan di Pilkada

Diaz Hendropriyono: Tak Ada Eks Koruptor yang Kami Calonkan di Pilkada

Nasional
Diperiksa KPK soal Kasus Distribusi Gula, Komut PTPN III: Kami Dukung KPK

Diperiksa KPK soal Kasus Distribusi Gula, Komut PTPN III: Kami Dukung KPK

Nasional
Jadi Ketua Wantimpres, Begini Wara-wiri Wiranto di Dunia Politik dan Militer...

Jadi Ketua Wantimpres, Begini Wara-wiri Wiranto di Dunia Politik dan Militer...

Nasional
Cek Rekam Jejak Calon Dewan Pengawas KPK, Jokowi Harap Tak Ada 'Bully'

Cek Rekam Jejak Calon Dewan Pengawas KPK, Jokowi Harap Tak Ada "Bully"

Nasional
BMKG: Tiga Hari ke Depan Hujan Turun di Jabodetabek dari Siang hingga Sore

BMKG: Tiga Hari ke Depan Hujan Turun di Jabodetabek dari Siang hingga Sore

Nasional
Komnas HAM: Aktivitas Jurnalis Terkait Isu HAM Tak Boleh Dihalangi

Komnas HAM: Aktivitas Jurnalis Terkait Isu HAM Tak Boleh Dihalangi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X