Kompas.com - 17/09/2018, 19:01 WIB
Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo, Senin (11/12/2017) Kompas.com/Robertus BelarminusStaf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo, Senin (11/12/2017)
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Abdul Kadir Karding, mengatakan akan mencari pengganti Johan Budi setelah ia mengundurkan diri sebagai juru bicara TKN.

Karding menuturkan, alasan Johan Budi mengundurkan diri karena diminta oleh partainya, PDI-Perjuangan, untuk fokus pada tugas-tugas yang diembannya sekarang.

"Saya ingin sampaikan, Pak Johan Budi diminta oleh PDI-P supaya konsentrasi di staf khusus dan pencalegan, sehingga nanti akan kita cari (penggantinya)," kata Karding di Kantor Sekretariat TKN, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018).

Baca juga: PDI-P: Johan Budi Bantu Megawati Cetak Kader Antikorupsi

Ia yakin pencarian pengganti tersebut tidak akan sulit. Menurutnya, banyak calon pengganti yang kemampuannya setara dengan Johan Budi.

Terkait asal pengganti tersebut, apakah dari anggota partai atau dari luar, Karding mengatakan hal itu bukanlah sesuatu yang penting. Prioritas utamanya adalah untuk memenangkan pasangan calon tersebut.

"Saya kira hari ini kita mulai tidak bicara ini partai, ini bukan partai, kami menjadi tim nasional yang harus solid," terangnya.

Baca juga: Johan Budi Jadi Juru Bicara di Tim Kampanye Jokowi-Maruf

"Kita harus meninggalkan semua ego moral, partai, kelompok, yang jelas sekarang ini Pak Jokowi dengan KH Ma'ruf menang mutlak di pilpres ini," lanjut dia.

Saat ini, Johan merupakan caleg dari PDI-P sekaligus Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

Johan khawatir tugasnya sebagai Staf Khusus Presiden dan sebagai caleg PDI-P akan terganggu jika ia juga menjadi juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf.

"Jadi Jubir TKN juga kan harus ikut kampanye TKN dan mengikuti kegiatan yang dilakukan TKN, tentu membutuhkan waktu yang banyak juga. Sehingga saya harus memilih fokusnya," kata Johan Budi saat dikonfirmasi, Senin (17/9/2018).

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakai Garuda, Indonesia Berangkatkan Hibah 200 Oksigen Konsentrat untuk India

Pakai Garuda, Indonesia Berangkatkan Hibah 200 Oksigen Konsentrat untuk India

Nasional
Indonesia Kirim 200 Oksigen Konsentrator ke India, Menlu: Bentuk Solidaritas

Indonesia Kirim 200 Oksigen Konsentrator ke India, Menlu: Bentuk Solidaritas

Nasional
121.206 Napi Dapat Remisi Idul Fitri, 550 Orang Langsung Bebas

121.206 Napi Dapat Remisi Idul Fitri, 550 Orang Langsung Bebas

Nasional
ICW: 75 Pegawai Dibebas Tugas, Upaya Pimpinan KPK Hambat Perkara Korupsi Besar

ICW: 75 Pegawai Dibebas Tugas, Upaya Pimpinan KPK Hambat Perkara Korupsi Besar

Nasional
Mengingat Kembali Tragedi Trisakti 12 Mei 1998, Ketika Mahasiswa di Dalam Kampus Ditembaki

Mengingat Kembali Tragedi Trisakti 12 Mei 1998, Ketika Mahasiswa di Dalam Kampus Ditembaki

Nasional
Ada Potensi Kerumunan Usai Shalat Id, Menko PMK Minta Protokol Kesehatan Diperketat

Ada Potensi Kerumunan Usai Shalat Id, Menko PMK Minta Protokol Kesehatan Diperketat

Nasional
Larang Takbir Keliling, Menag: Berpotensi Akibatkan Kerumunan

Larang Takbir Keliling, Menag: Berpotensi Akibatkan Kerumunan

Nasional
Deretan 5 Perwira Tinggi Marinir yang Naik Pangkat

Deretan 5 Perwira Tinggi Marinir yang Naik Pangkat

Nasional
BW Sebut SK Pembebasan Tugas Pegawai KPK Bertentangan dengan Putusan MK

BW Sebut SK Pembebasan Tugas Pegawai KPK Bertentangan dengan Putusan MK

Nasional
75 Pegawai KPK Diperintahkan Lepas Kasus, BW: Akan Terjadi Delay Justice

75 Pegawai KPK Diperintahkan Lepas Kasus, BW: Akan Terjadi Delay Justice

Nasional
'Mereka Bahagia Sekali, Ada yang Terima Rp 15 Juta, Rp 20 Juta...'

"Mereka Bahagia Sekali, Ada yang Terima Rp 15 Juta, Rp 20 Juta..."

Nasional
Pimpinan Komisi III DPR Minta 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK Tidak Diberhentikan

Pimpinan Komisi III DPR Minta 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK Tidak Diberhentikan

Nasional
75 Pegawainya Dibebastugaskan, KPK Koordinasi dengan BKN dan Kemenpan RB

75 Pegawainya Dibebastugaskan, KPK Koordinasi dengan BKN dan Kemenpan RB

Nasional
75 Pegawai KPK Diperintahkan Lepas Perkara yang Ditanganinya, Hanya Boleh Bekerja Sesuai Arahan Atasan

75 Pegawai KPK Diperintahkan Lepas Perkara yang Ditanganinya, Hanya Boleh Bekerja Sesuai Arahan Atasan

Nasional
Kasus Positif Covid-19 yang Masih Bertambah dan Potensi Lonjakan Usai Libur Lebaran

Kasus Positif Covid-19 yang Masih Bertambah dan Potensi Lonjakan Usai Libur Lebaran

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X