Tak Hanya Pemilih, Jumlah TPS Ikut Berkurang Setelah DPT Pemilu 2019 Diperbaiki - Kompas.com

Tak Hanya Pemilih, Jumlah TPS Ikut Berkurang Setelah DPT Pemilu 2019 Diperbaiki

Kompas.com - 16/09/2018, 19:54 WIB
Rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018).KOMPAS.com/Devina Halim Rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) ikut mengalami perubahan setelah dilakukan perbaikan terhadap Daftar Pemilih Tetap ( DPT) Pemilu 2019.

Sebelumnya, tercatat 805.074 TPS di dalam negeri dengan jumlah pemilih sebanyak 185.732.093 orang.

Setelah direvisi dalam DPT Hasil Perbaikan (DPTHP), jumlah pemilih dalam negeri menjadi 185.084.629 dengan 805.068 TPS.

"Kita bisa sama-sama melihat pengurangan jumlah TPS, dan pengurangan total jumlah pemilih," ujar Komisioner KPU Viryan Azis saat rapat pleno di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018).

Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan jumlah pemilih dengan TPS saling memengaruhi. Banyaknya pemilih akan memengaruhi berapa jumlah TPS yang dibutuhkan.


"DPT ini mempengaruhi banyak hal, pengaruhi TPS yang akan didirikan, ini mempengaruhi berapa kotak dan bilik suara yang akan disediakan, pengaruhi formulir yg harus dicetak dan harus dicetak," terang Arief seusai rapat pleno.

Perubahan jumlah tersebut terjadi karena pengurangan sebanyak 13 TPS, yang tersebar di Provinsi Papua Barat, Kalimantan Utara, Sumatera Utara, Jawa Barat, Sulawesi Tengah dan Kalimantan Tengah. Sementara itu terdapat pula penambahan sebanyak satu TPS di Provinsi Maluku.

Komentar

Terkini Lainnya

Gaji Disunat, Ratusan Pegawai Honorer Datangi Kantor Bupati

Gaji Disunat, Ratusan Pegawai Honorer Datangi Kantor Bupati

Regional
Setelah 3 Tahun Jadi Kadishub, Andri Yansyah Kini Duduki Jabatan Kadisnaker

Setelah 3 Tahun Jadi Kadishub, Andri Yansyah Kini Duduki Jabatan Kadisnaker

Megapolitan
Kerinduan Terdalam Rumoh Baca Hasan-Savvaz, Anak-anak Jauh dari Narkoba (1)

Kerinduan Terdalam Rumoh Baca Hasan-Savvaz, Anak-anak Jauh dari Narkoba (1)

Regional
Gembong: Bahaya kalau Plt di DKI Makin Banyak, Plt Setengah Hati Kerjanya

Gembong: Bahaya kalau Plt di DKI Makin Banyak, Plt Setengah Hati Kerjanya

Megapolitan
Lindungi Pulau-pulau Terluar, Jepang Kembangkan Bom Luncur Supersonik

Lindungi Pulau-pulau Terluar, Jepang Kembangkan Bom Luncur Supersonik

Internasional
Ini Penyebab Atap Bandara Sultan Hasanuddin Keluarkan Asap Tebal

Ini Penyebab Atap Bandara Sultan Hasanuddin Keluarkan Asap Tebal

Regional
Kali Bekasi Tercemar Limbah, PDAM Terpaksa Kurangi Produkai Air Bersih

Kali Bekasi Tercemar Limbah, PDAM Terpaksa Kurangi Produkai Air Bersih

Megapolitan
Minta Maaf, Pemilik Toko PlayStation yang Aniaya Anggota TNI di Medan

Minta Maaf, Pemilik Toko PlayStation yang Aniaya Anggota TNI di Medan

Regional
Trump: Meski Diminta, Saya Tak Berniat Menemui Presiden Iran

Trump: Meski Diminta, Saya Tak Berniat Menemui Presiden Iran

Internasional
Keponakan Prabowo Diusulkan Jadi Kandidat Wagub DKI, Ini Kata M Taufik

Keponakan Prabowo Diusulkan Jadi Kandidat Wagub DKI, Ini Kata M Taufik

Megapolitan
Deni Dibegal 3 Polisi Gadungan, Honda Beat Raib Dibawa Pelaku

Deni Dibegal 3 Polisi Gadungan, Honda Beat Raib Dibawa Pelaku

Regional
Dinormalisasi, Kali Grogol Akan Dipasangi 'Grass Block' agar Indah

Dinormalisasi, Kali Grogol Akan Dipasangi "Grass Block" agar Indah

Megapolitan
'Tahun 2002 Banjir Kelapa Gading Surutnya Berhari-hari, Sekarang Hitungan Jam Surut'

"Tahun 2002 Banjir Kelapa Gading Surutnya Berhari-hari, Sekarang Hitungan Jam Surut"

Megapolitan
3 Tahun Jembatan Rusak, Warga Kesulitan Akses Pelayanan Kesehatan

3 Tahun Jembatan Rusak, Warga Kesulitan Akses Pelayanan Kesehatan

Regional
Korban Tewas Kecelakaan Bus SMK Karanganyar Bertambah Jadi 2 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Bus SMK Karanganyar Bertambah Jadi 2 Orang

Regional
Close Ads X