Kompas.com - 16/09/2018, 12:24 WIB
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memberikan arahan dalam Rakernas PAN di Jakarta, Kamis (9/8). Dalam rakernas tersebut PAN secara resmi mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/18. Akbar Nugroho GumayKetua Umum PAN Zulkifli Hasan memberikan arahan dalam Rakernas PAN di Jakarta, Kamis (9/8). Dalam rakernas tersebut PAN secara resmi mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/18.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menginstruksikan seluruh calon legislatif PAN untuk mendukung sepenuhnya pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Pemilu 2019.

"Kita harus bekerja keras untuk memenangkan diri jadi anggota legislatif dan memenangkan Prabowo-Sandi jadi Presiden dan Wakil Presiden RI. Itulah tujuan kita mengadakan workshop (pembekalan caleg)," kata Zulkifli dalam sambutannya di sela-sela pembekalan caleg PAN, di Grand Paragon, Jakarta, Minggu (16/9/2018).

Zulkifli melihat selama ini kesenjangan ekonomi masyarakat Indonesia cenderung meluas. Ia menyinggung kehidupan masyarakat yang kian sulit.

Baca juga: Prabowo Ungkap Alasan Ingin Gandeng Kwik Kian Gie

"Insya Allah kalau Prabowo jadi presiden, insya Allah bisa mengatasi kesenjangan," katanya.

Oleh karena itu, ia berharap agar seluruh caleg tak hanya bekerja keras untuk memenangkan pemilihan legislatif, melainkan juga memenangkan Prabowo-Sandiaga di pemilihan presiden dan wakil presiden.

"Jadi tidak ada pilihan, kita harus kerja habis-habisan menangkan Prabowo-Sandi untuk menjadi presiden dan wakil presiden di tahun 2019," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Prabowo Hadiri Pembekalan Caleg PAN

Zulkifli juga menekankan pentingnya kerja sama yang terorganisasi. Hal itu akan berdampak pada peningkatan kekuatan partai dan kader secara keseluruhan. Ia optimistis PAN bisa bersaing dengan partai-partai lain yang memiliki kekuatan logistik yang melebihi partainya.

"Pendek kata kita harus bekerja sekeras-sekerasnya. Kita harus lebih banyak dari teman sebelah. Kalau kita kerja keras, kerja lebih banyak, well organized, insya Allah Prabowo presiden akan menjadi kenyataan," ungkapnya.

"Ingat kita tim, team work, kerja sama kerja bareng. Itulah saudara-saudara kerja tim. Ini akan menjadi satu kekuatan luar biasa yang maha dahsyat," sambung dia.

Kompas TV PKS juga akan memberi sanksi bagi kadernya yang berseberangan dengan putusan Partai.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Menkes, Ini Tiga Vaksin Covid-19 yang Disiapkan untuk Anak 5-11 Tahun

Kata Menkes, Ini Tiga Vaksin Covid-19 yang Disiapkan untuk Anak 5-11 Tahun

Nasional
Menkes Sebut Obat Molnupiravir Digunakan untuk Cegah Pasien Covid-19 Dirawat di RS

Menkes Sebut Obat Molnupiravir Digunakan untuk Cegah Pasien Covid-19 Dirawat di RS

Nasional
Zulhas Sebut PAN Tak Mau Terapkan Politik Gincu yang Minim Substansi

Zulhas Sebut PAN Tak Mau Terapkan Politik Gincu yang Minim Substansi

Nasional
Di Depan Kader PAN, Sutrisno Bachir: Kalau Mau Partai Besar, Harus Turun ke Bawah

Di Depan Kader PAN, Sutrisno Bachir: Kalau Mau Partai Besar, Harus Turun ke Bawah

Nasional
Menkes Sebut Vaksin AstraZeneca Hasil Hibah di Yogyakarta Mendekati Kedaluwarsa

Menkes Sebut Vaksin AstraZeneca Hasil Hibah di Yogyakarta Mendekati Kedaluwarsa

Nasional
Panglima TNI Kirim 30 Nakes ke Sumedang untuk Percepatan Penanganan Covid-19

Panglima TNI Kirim 30 Nakes ke Sumedang untuk Percepatan Penanganan Covid-19

Nasional
Vaksinasi Dosis Ketiga Ditarget 2022, Sasar Lansia dan Kelompok Defisiensi Imunitas

Vaksinasi Dosis Ketiga Ditarget 2022, Sasar Lansia dan Kelompok Defisiensi Imunitas

Nasional
Panglima TNI Perintahkan Jajarannya Waspadai Potensi Lonjakan Kasus Covid-19

Panglima TNI Perintahkan Jajarannya Waspadai Potensi Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Ketua DPR Minta BSSN Segera Berbenah Pasca-peretasan

Ketua DPR Minta BSSN Segera Berbenah Pasca-peretasan

Nasional
Jokowi: Kemitraan ASEAN dan Korsel Harus Fokus pada Ekonomi Hijau dan Digital

Jokowi: Kemitraan ASEAN dan Korsel Harus Fokus pada Ekonomi Hijau dan Digital

Nasional
Situs Judi dan Pornografi Online belum Ditutup, Polisi Masih Lakukan Pengembangan

Situs Judi dan Pornografi Online belum Ditutup, Polisi Masih Lakukan Pengembangan

Nasional
Di KTT, Jokowi Sebut ASEAN Tak Ingin Terjebak Rivalitas dengan China

Di KTT, Jokowi Sebut ASEAN Tak Ingin Terjebak Rivalitas dengan China

Nasional
Dewas Proses Laporan Novel terhadap Lili Pintauli Terkait Dugaan Pelanggaran Etik

Dewas Proses Laporan Novel terhadap Lili Pintauli Terkait Dugaan Pelanggaran Etik

Nasional
Pemerintah Diminta Kaji Lagi Rencana PCR Jadi Syarat Semua Moda Transportasi

Pemerintah Diminta Kaji Lagi Rencana PCR Jadi Syarat Semua Moda Transportasi

Nasional
Wamenkes Minta Masyarakat Tak Larut dalam Euforia Penurunan Kasus Covid-19

Wamenkes Minta Masyarakat Tak Larut dalam Euforia Penurunan Kasus Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.