Tak Terpengaruh MA, Nasdem Konsisten Tak Usung Caleg Eks Koruptor - Kompas.com

Tak Terpengaruh MA, Nasdem Konsisten Tak Usung Caleg Eks Koruptor

Kompas.com - 14/09/2018, 21:31 WIB
Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate (kiri) didampingi Wasekjen Dedy Ramanta (kanan) dan Ketua DPP Bidang Media dan Komunikasi Publik Willy Aditya (tengah) memberikan keterangan pers tentang pemilukada Kabupaten Jayapura di Jakarta, Selasa (26/9). DPP Partai Nasdem menduga Bawaslu RI melakukan upaya sistematis dan konspiratif untuk mengagalkan hasil pemilukada Kabupaten Jayapura yang telah terlaksana dengan Langsung, Umum, Bebas, Jujur dan Adil pada 15 Februari 2017 silam dengan merekomendasikan pemungutan suara ulang di 229 TPS dari 348 TPS yang ada. ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/foc/17.PRASETYO UTOMO Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate (kiri) didampingi Wasekjen Dedy Ramanta (kanan) dan Ketua DPP Bidang Media dan Komunikasi Publik Willy Aditya (tengah) memberikan keterangan pers tentang pemilukada Kabupaten Jayapura di Jakarta, Selasa (26/9). DPP Partai Nasdem menduga Bawaslu RI melakukan upaya sistematis dan konspiratif untuk mengagalkan hasil pemilukada Kabupaten Jayapura yang telah terlaksana dengan Langsung, Umum, Bebas, Jujur dan Adil pada 15 Februari 2017 silam dengan merekomendasikan pemungutan suara ulang di 229 TPS dari 348 TPS yang ada. ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/foc/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Nasdem menghormati putusan Mahkamah Agung yang memperbolehkan mantan narapidana kasus korupsi menjadi calon anggota legislatif.

Meski demikian, Partai Nasdem menyatakan konsisten tidak mengusung mantan koruptor menjadi caleg.

"Kami tetap mendukung asas yang ditetapkan KPU. Kami ingin merestorasi kepercayaan publik terhadap partai politik," ujar Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Media dan Komunikasi Publik Willy Aditya kepada Kompas.com, Jumat (14/9/2018).

Baca juga: Putusan MA: Eks Koruptor Boleh Nyaleg

Menurut Willy, Partai Nasdem tetap sepakat dengan peraturan yang dibuat Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang melarang mantan koruptor menjadi wakil rakyat. Meskipun kini eks koruptor diperbolehkan maju oleh MA, Nasdem ingin mendorong semangat pemberantasan korupsi.

Selain itu, Partai Nasdem ingin mengembalikan kepercayaan publik terhadap partai politik.

Menurut Willy, Partai Nasdem memutuskan menarik pencalonan dua bakal caleg yang berlatarbelakang mantan napi kasus korupsi. Nasdem tetap tak akan mengusung keduanya, meskipun putusan MA sudah terbit.

Mahkamah Agung telah memutus uji materi Pasal 4 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 tentang tentang Pencalonan Anggota DPR dan DPRD Kabupaten/kota terhadap Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) pada Kamis (13/9/2018) lalu.

Pasal yang diuji materikan itu mengatur soal larangan bagi mantan narapidana kasus korupsi, mantan bandar narkoba dan eks narapidana kasus kejahatan seksual pada anak untuk maju menjadi calon legislatif. 

Baca juga: PSI Kecewa MA Bolehkan Eks Koruptor Jadi Caleg

Dalam putusannya, MA menyatakan bahwa larangan mantan narapidana kasus korupsi menjadi caleg bertentangan dengan UU Pemilu.


"Pertimbangan hakim bahwa PKPU itu bertentangan dengan UU Nomor 7 tahun 2017," ujar Juru Bicara MA Suhadi saat dihubungi Kompas.com, Jumat malam.

Menurut Suhadi dengan dengan adanya putusan uji materi tersebut, maka mantan narapidana kasus korupsi dapat mencalonkan diri sebagai caleg dengan syarat-syarat yang ditentukan UU Pemilu.

Komentar

Terkini Lainnya

Sisi Kiri dan Kanan Jalan Tol Palindra Terbakar

Sisi Kiri dan Kanan Jalan Tol Palindra Terbakar

Regional
Mendagri Belum Terima Pengajuan Cuti Kampanye Pilpres dari Kepala Daerah

Mendagri Belum Terima Pengajuan Cuti Kampanye Pilpres dari Kepala Daerah

Nasional
Cerita Warga di Jombang Lompati Tembok Tetangga agar Bisa Keluar Rumah

Cerita Warga di Jombang Lompati Tembok Tetangga agar Bisa Keluar Rumah

Regional
Panwaslu Jakarta Selatan Keluhkan Kantor Mereka yang Sempit

Panwaslu Jakarta Selatan Keluhkan Kantor Mereka yang Sempit

Megapolitan
Bina Marga Jakbar: Kerusakan JPO RS Sumber Waras Akan Ditangani PT Transjakarta

Bina Marga Jakbar: Kerusakan JPO RS Sumber Waras Akan Ditangani PT Transjakarta

Megapolitan
Gaji Disunat, Ratusan Pegawai Honorer Datangi Kantor Bupati

Gaji Disunat, Ratusan Pegawai Honorer Datangi Kantor Bupati

Regional
Setelah 3 Tahun Jadi Kadishub, Andri Yansyah Kini Duduki Jabatan Kadisnaker

Setelah 3 Tahun Jadi Kadishub, Andri Yansyah Kini Duduki Jabatan Kadisnaker

Megapolitan
Kerinduan Terdalam Rumoh Baca Hasan-Savvaz, Anak-anak Jauh dari Narkoba (1)

Kerinduan Terdalam Rumoh Baca Hasan-Savvaz, Anak-anak Jauh dari Narkoba (1)

Regional
Gembong: Bahaya kalau Plt di DKI Makin Banyak, Plt Setengah Hati Kerjanya

Gembong: Bahaya kalau Plt di DKI Makin Banyak, Plt Setengah Hati Kerjanya

Megapolitan
Lindungi Pulau-pulau Terluar, Jepang Kembangkan Bom Luncur Supersonik

Lindungi Pulau-pulau Terluar, Jepang Kembangkan Bom Luncur Supersonik

Internasional
Ini Penyebab Atap Bandara Sultan Hasanuddin Keluarkan Asap Tebal

Ini Penyebab Atap Bandara Sultan Hasanuddin Keluarkan Asap Tebal

Regional
Kali Bekasi Tercemar Limbah, PDAM Terpaksa Kurangi Produkai Air Bersih

Kali Bekasi Tercemar Limbah, PDAM Terpaksa Kurangi Produkai Air Bersih

Megapolitan
Minta Maaf, Pemilik Toko PlayStation yang Aniaya Anggota TNI di Medan

Minta Maaf, Pemilik Toko PlayStation yang Aniaya Anggota TNI di Medan

Regional
Trump: Meski Diminta, Saya Tak Berniat Menemui Presiden Iran

Trump: Meski Diminta, Saya Tak Berniat Menemui Presiden Iran

Internasional
Keponakan Prabowo Diusulkan Jadi Kandidat Wagub DKI, Ini Kata M Taufik

Keponakan Prabowo Diusulkan Jadi Kandidat Wagub DKI, Ini Kata M Taufik

Megapolitan
Close Ads X