Jubir: Kalau Mau Tangan Besi, Jokowi Bisa Cepat Selesaikan Masalah HAM

Kompas.com - 14/09/2018, 17:47 WIB
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin, Irma Suryani Chaniago, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (14/9/2018). KOMPAS.com/Ihsanuddin Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin, Irma Suryani Chaniago, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (14/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago mengakui, saat ini Presiden Joko Widodo belum berhasil menuntaskan janjinya untuk menyelesaikan berbagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu.

Menurut Irma, berbagai masalah pelanggaran HAM itu sampai saat ini belum selesai karena pertimbangan politis.

"Tapi kalau mau tangan besi sebenarnya Pak Jokowi bisa loh menyelesaikan ini secara cepat. Tapi kalau kita selesaikan secara cepat, nanti dibilang ini ada unsur politiknya. Kan serba salah. Jadi tidak segampang itu," kata Irma di Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Baca juga: Amnesty International Tagih Janji Jokowi soal Pelanggaran HAM di Papua


Saat ditanya mengenai unsur politik yang dimaksud, Irma tak menjawab secara gamblang. Ia hanya menyinggung mengenai penculikan mahasiswa di tahun 1998 yang kerap dikaitkan dengan Prabowo Subianto, rival Jokowi yang saat itu menjabat sebagai Komandan Jenderal Korps Pasukan Khusus (Kopassus).

"Nanti setback ke belakang lagi, nanti ribut lagi soal penculikan mahasiswa. Enggak usah lah. Tidak konstruktif," kata Irma.

Menurut Irma, apabila pelanggaran HAM masa lalu dibongkar di tahun politik seperti ini, maka akan menimbulkan suasana tidak kondusif.

Irma mengakui hal ini termasuk juga untuk kasus pelanggaran HAM yang kerap dikaitkan dengan orang dekat Jokowi seperti Menko Polhukam Wiranto dan mantan Ketua Umum PKPI Hendropriyono.

"Ya kan semuanya, saya bilang tadi, kalau dibongkar, enggak kondusif nih, akan terjadi ribut kan. Sekarang yang mau kita tuju adalah pilpres aman damai sejahtera. Setelah itu baru kita masuk penegakan hukumnya," kata Irma.

Irma memastikan, berbagai masalah pelanggaran HAM akan dituntaskan satu per satu Jokowi apabila kembali terpilih untuk periode kedua bersama Ma'ruf Amin. Ini termasuk kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, yang terjadi di era pemerintahan Jokowi-JK.

"Kalau sekarang jangan lah. Nanti goreng menggoreng kan enggak baik. Mempolitisasi itu kan enggak bagus," tambah politisi Partai Nasdem ini.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Wapres Kalla Minta Pemda Proaktif Tangani Masalah di Nduga, Papua

Wapres Kalla Minta Pemda Proaktif Tangani Masalah di Nduga, Papua

Nasional
Penangkapan N Ungkap Perakit Bom Bekasi hingga Bom Gereja Filipina...

Penangkapan N Ungkap Perakit Bom Bekasi hingga Bom Gereja Filipina...

Nasional
Megawati Prabowo Bertemu Siang Ini, Jokowi Tidak ikut

Megawati Prabowo Bertemu Siang Ini, Jokowi Tidak ikut

Nasional
Hari Ini dalam Sejarah: Operasional Penerbangan Komersial di Bandara Polonia Dihentikan

Hari Ini dalam Sejarah: Operasional Penerbangan Komersial di Bandara Polonia Dihentikan

Nasional
7 Taman Gratis di Jakarta dan Sekitarnya buat Tempat Anak Bermain

7 Taman Gratis di Jakarta dan Sekitarnya buat Tempat Anak Bermain

Nasional
Hanya 3 Capim KPK Unsur Polri yang Sudah Lapor LHKPN Terbaru, Siapa Saja?

Hanya 3 Capim KPK Unsur Polri yang Sudah Lapor LHKPN Terbaru, Siapa Saja?

Nasional
Soal Calon Ketua MPR, Cak Imin: Sudah Saling Tahu, Tinggal Cocok-cocokan

Soal Calon Ketua MPR, Cak Imin: Sudah Saling Tahu, Tinggal Cocok-cocokan

Nasional
Wasekjen Gerindra Harap Pertemuan Prabowo, Jokowi, dan Megawati Turunkan Polarisasi di Masyarakat

Wasekjen Gerindra Harap Pertemuan Prabowo, Jokowi, dan Megawati Turunkan Polarisasi di Masyarakat

Nasional
Jokowi-Prabowo-Mega Akan Bertemu, Cak Imin: Bagus Supaya Terjadi Kebersamaan

Jokowi-Prabowo-Mega Akan Bertemu, Cak Imin: Bagus Supaya Terjadi Kebersamaan

Nasional
Godfahter of Patah Hati Didi Kempot Tampil di Harlah PKB, Diserbu Sad Boys dan Sad Girls

Godfahter of Patah Hati Didi Kempot Tampil di Harlah PKB, Diserbu Sad Boys dan Sad Girls

Nasional
Nilai Gratifikasi yang Diduga Diterima Gubernur Kepri Rp 6,1 Miliar

Nilai Gratifikasi yang Diduga Diterima Gubernur Kepri Rp 6,1 Miliar

Nasional
Hakim: Kantor MK Sekarang kayak Gudang, Isinya Berkas-berkas

Hakim: Kantor MK Sekarang kayak Gudang, Isinya Berkas-berkas

Nasional
[HOAKS] Isu Bandara Soekarno-Hatta Dijual ke Hong Kong

[HOAKS] Isu Bandara Soekarno-Hatta Dijual ke Hong Kong

Nasional
Kumpulkan Sejumlah Menteri, Kalla Bahas Lubang Bekas Tambang yang Makan Korban

Kumpulkan Sejumlah Menteri, Kalla Bahas Lubang Bekas Tambang yang Makan Korban

Nasional
Polri: Kelompok Teroris JAD dan MIT Berkomunikasi

Polri: Kelompok Teroris JAD dan MIT Berkomunikasi

Nasional
Close Ads X