Kubu Prabowo-Sandiaga Klaim Temukan 8,1 Juta Pemilih Ganda

Kompas.com - 13/09/2018, 22:24 WIB
Ilustrasi: Stiker Pendataan Coklit - Rumah warga di Nyengseret, Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, tertempel stiker berisi data yang masuk dalam daftar pemilih melalui sistem coklit untuk Pilkada Serentak Jawa Barat dan Kota Bandung 2018, Minggu (4/2/2018). Pendataan data pemilih melalui sistem Pencocokan dan Penelitian (Coklit) diharapkan memunculkan data yang valid terkait warga yang memiliki hak pilih dan sesuai dengan kependudukannya. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Ilustrasi: Stiker Pendataan Coklit - Rumah warga di Nyengseret, Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, tertempel stiker berisi data yang masuk dalam daftar pemilih melalui sistem coklit untuk Pilkada Serentak Jawa Barat dan Kota Bandung 2018, Minggu (4/2/2018). Pendataan data pemilih melalui sistem Pencocokan dan Penelitian (Coklit) diharapkan memunculkan data yang valid terkait warga yang memiliki hak pilih dan sesuai dengan kependudukannya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Koalisi pengusung bakal capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengklaim menemukan 8,1 juta identitas pemilih ganda yang tercatat pada daftar pemilih tetap untuk Pemilu 2019.

Temuan itu didasarkan pada hasil penyisiran terhadap DPT yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kami menelusuri dari 185 juta DPT dari KPU maka hasilnya masih ada 8.145.713 kegandaan DPT," kata Ketua DPP PKS Pipin Sopian di Rumah Pemenangan PAN, Jalan Daksa, Jakarta, Kamis (13/9/2018) malam, seperti dikutip Antara.

Pipin mengakui, klaim kali ini bisa menyebabkan publik bertanya-tanya soal temuan koalisi Prabowo-Sandiaga yang terkesan tak konsisten.


Baca juga: Sempurnakan DPT Pemilu 2019, KPU Gandeng Ditjen Dukcapil

Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga mengaku menemukan 25 juta pemilih ganda. Data tersebut, kata Pipin, didasarkan pada penyisiran daftar pemilih sementara (DPS) yang diterima 13 Juli 2018.

Lalu, pada 5 September, tim Prabowo-Sandiaga mengaku menemukan 6,3 juta pemilih yang beridentitas ganda. Temuan itu mengacu pada DPT yang sudah ditetapkan KPU. Seperti diketahui, KPU menetapkan DPT sebanyak 185 juta.

Menurut Pipin, temuan 6,3 juta pemilih itu baru dari hasil penelusuran sebanyak 161 juta DPT atau belum 100 persen. 

"Indikasi 6,3 juta DPT ganda berdasarkan penelusuran 161 juta, dan 24 juta belum selesai. Sehingga setelah penyisiran selesai 100 persen sebanyak 185 juta DPT, kami temukan 8.145.713 kegandaan DPT," ujarnya.

Pipin mengatakan koalisi Prabowo-Sandiaga sudah menyampaikan berita acara soal kegandaan DPT kepada KPU. Dan pada Jumat (14/9/2018), kubu Prabowo-Sandiaga akan kembali menggelar rapat dengan KPU.

Dia mengatakan pihaknya sudah menyerahkan semua dokumen, termasuk data per provinsi, per kabupaten, dan per kecamatan.

Baca juga: KPU: DPT Ganda Kurang dari Tiga Juta

Di tempat yang sama, Ketua DPP PAN Yandri Susanto mendesak agar KPU memastikan tidak ada pemilih beridentitas ganda.

KPU, kata dia, mesti terus memutakhirkan data karena DPT dipastikan bakal berubah sebelum pencoblosan. Perubahan disebabkan adanya pemilih baru yang tepat berusia 17 tahun atau pemilih yang meninggal dunia.

Dia mengatakan tim koalisi Prabowo-Sandiaga sudah melakukan penyisiran DPT hingga per-Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kompas TV Mengapa masih terjadi data ganda? Apa metode yang tepat untuk menghitung jumlah pemilih?

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorKrisiandi
SumberAntara
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X