Akbar Tandjung: Hasil Survei Mengkhawatirkan Golkar

Kompas.com - 13/09/2018, 17:32 WIB
Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung berharap  bahwa Ketua DPR RI sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto lolos dari jeratan status tersangka korupsi e-KTP.  Jakarta, Kamis (7/9/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung berharap bahwa Ketua DPR RI sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto lolos dari jeratan status tersangka korupsi e-KTP. Jakarta, Kamis (7/9/2017).
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung mengakui bahwa hasil survei terakhir dari sejumlah lembaga membuat Partai Golkar khawatir.

Sebab, berbagai survei menempatkan Golkar di peringkat ketiga, di bawah PDI-P dan Gerindra. Padahal, pada Pileg 2014 lalu, Golkar ada di posisi dua, hanya kalah dari PDI-P.

"Memang melihat beberapa survei yang terakhir ini memang tentu agak mengkhawatirkan kami," kata Akbar usai menghadiri acara bimbingan teknis caleg Golkar di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Baca juga: Survei LSI: Golkar, Demokrat, dan PKB Diprediksi Bertarung di Papan Tengah pada Pemilu 2019


Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Agustus 2018 misalnya, menunjukkan Partai Golkar terancam tak masuk peringkat dua besar pemenang Pemilu 2019 untuk pertama kalinya. Dari 1.200 responden, sebanyak 24,8 persen memilih PDI-P dan Gerindra sebesar 13,1 persen. Sedangkan Golkar sebesar 11,3 persen.

Akbar pun berharap hasil survei tersebut menjadi pelecut bagi seluruh kader Golkar untuk lebih bekerja keras di Pemilu 2019.

"Kami para senior juga akan turun membantu para caleg untuk perolehan suara," kata mantan Ketua Umum Partai Golkar ini.

Baca juga: Golkar Jadikan Hasil Survei sebagai Cambuk

Akbar juga mengakui bahwa turunnya elektabilitas Partai Golkar tak bisa dilepaskan dari kasus korupsi yang menjerat sejumlah elite partai tersebut, seperti mantan ketua umum partai Golkar Setya Novanto dan mantan sekjen Golkar Idrus Marham.

Oleh karena itu, ia akan meyakinkan publik bahwa kasus korupsi tersebut tak akan terulang.

"Kita bertekad, kita tidak akan mengulangi kembali peristiwa-perisriwa seperti itu. Kalau misalnya terjadi lagi peristiwa seperti itu, saya berpendapat, seharusnya golkar tidak ragu-ragu untuk memberikan sanksi, memberikan hukuman kepada mereka-mereka itu," kata Akbar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X