Ibadah Haji Indonesia, Pergerakan Masyarakat Sipil Terbesar yang Tertata - Kompas.com

Ibadah Haji Indonesia, Pergerakan Masyarakat Sipil Terbesar yang Tertata

Kompas.com - 12/09/2018, 16:26 WIB
Para jamaah haji dari seluruh dunia berjalan mengitari Kabah dalam prosesi ibadah haji, Minggu (19/8/2018).AFP/AHMAD AL-RUBAYE Para jamaah haji dari seluruh dunia berjalan mengitari Kabah dalam prosesi ibadah haji, Minggu (19/8/2018).


SALAH satu pergerakan manusia terbesar di dunia adalah ketika warga Cina merayakan Imlek. Antara 28 Januari-21 Februari tahun ini, 1.4 miliar penduduk Cina melakukan 2,98 miliar perjalanan untuk mengunjungi keluarga dan kerabat di seantero daratan Cina.

Tak kalah hebohnya adalah mudik Lebaran 2018. Sistem Informasi Angkutan dan Sarana Transportasi di Kementerian Perhubungan mencatat, jumlah pemudik Idul Fitri 1439 Hijriah (2018) mencapai 20,86 juta orang.

Jumlah tersebut terdiri dari angkutan udara sebanyak 5,39 juta, angkutan kereta api sebesar 5,13 juta, angkutan jalan 4,48 juta, angkutan penyeberangan 4,4 juta, dan angkutan laut 1,44 juta.

Di kalangan militer, pergerakan pasukan terbesar tahun ini adalah pengerahan tentara Rusia ke Siberia berjudul Vostok-2018 untuk latihan perang bersama Tiongkok dan Mongol.

Rusia sedang melakukan war-games terbesar sejak 1980-an yang didukung oleh Tiongkok dan Mongol.

Warga Cina merayakan Imlek dengan mengunjungi sanak saudara mereka di kota lain. Mereka melek di malam Imlek, menghidangkan masakan khas Imlek dan bercengkerama dengan keluarga dan kerabat.

Mereka bepergian secara sukarela karena tuntutan budaya dan tata cara. Tidak ada yang menata dan mengatur perjalanan. Tidak ada yang membatasi berapa lama bisa guyon-guyon hingga kehabisan bahan guyonan. Mereka bebas dan leluasa menentukan diri.

Begitu juga dengan mudik Lebaran. Wong soko ndeso mudik untuk bertemu keluarga dan sanak saudara lain merayakan Idul Fitri. Mereka kangen-kangenan, bercerita tentang kemajuan diri dan pekerjaan, juga tentang ladang tebu di desa yang kini jadi perumahan.

Sama dengan Imlek, tak ada yang mengatur jadwal dan perjalanan, atau membatasi jumlah hari bepergian. Itu urusan masing-masing. Tetapi semua menikmati infrastruktur baru yang meningkatkan efektivitas pergerakan manusia dengan cepat.

Vostok-2018 juga adalah event pergerakan manusia yang besar. Bedanya, mereka adalah pasukan tentara yang sedang berlatih perang-perangan.

Karena mereka pasukan tentara, maka mereka adalah regu yang terlatih, fisik sangat prima, dan bergerak atas perintah komandan.

Meski mereka menggerakkan 1.000 pesawat tempur dan 36.000 mesin perang dari 11-15 September 2018, mereka tak bakal ada kesulitan untuk menggerakkan mereka sesuai target, sasaran, dan waktu.

Ibadah Haji

Tetapi pergerakan manusia terbesar, tertata, dan terunik dalam kurun waktu yang sangat terbatas adalah ibadah haji oleh Indonesia.

Nah, pergerakan manusia terbesar dan terunik yang tertata ini telah dilaksanakan dengan baik dalam kurun waktu 2 bulan 8 hari.

Dalam musim haji tahun 2018 ini ada pergerakan besar sejumlah 203.351 jemaah haji reguler dari Indonesia ke Arab Saudi.

Jika ditotal dengan 2.369 petugas, maka jumlah yang diangkut ke Saudi adalah 205.720 orang.

Mereka diberangkatkan melalui 13 embarkasi di 13 kota berbeda dan menuju dua bandara di dua kota berbeda; Jeddah dan Madinah.

Jemaah haji yang terbang ke Saudi terbagi dalam 511 kelompok terbang (kloter) dengan 507 total penerbangan. Penerbangan ini diatur dalam 30 hari untuk pemberangkatan dan 30 hari untuk kepulangan.

Dengan demikian rata-rata 16.9 penerbangan dalam satu hari atau 24 jam, atau ada satu kali penerbangan haji dalam setiap1.4 jam.

Untuk membimbing, melayani dan melindungi ratusan ribu jemaah ini, dikirimlah 4.756 petugas haji termasuk petugas bidang bimbingan ibadah haji.

Bimbingan ibadah diperlukan karena fokus dari pergerakan ini adalah memang ibadah.

Amanat untuk para petugas bidang ini adalah membimbing ibadah jangan sampai ada jemaah yang terlewatkan rukun hajinya sehingga ibadah hajinya batal.

Ini adalah kuncinya; tanggung jawab moral dunia akhirat: menjaga keabsahan ibadah haji!

Profil jemaah sangat heterogen. Misalnya, dari sisi pendidikan. Para jemaah terdiri dari lulusan SD (32.6 persen), SMA (24.4 persen), hingga sarjana (20.9 persen).


Profil sehari-hari jemaah Juga variatif. Misalnya, seperti mereka yang berbahasa Indonesia dengan baik hingga mereka yang hanya berbicara dengan dialek daerah saja. Semua membutuhkan bimbingan ini.

Soal profil jemaah, kita bahas selanjutnya ya!

Komentar

Terkini Lainnya

Setelah 3 Tahun Jadi Kadishub, Andri Yansyah Kini Duduki Jabatan Kadisnaker

Setelah 3 Tahun Jadi Kadishub, Andri Yansyah Kini Duduki Jabatan Kadisnaker

Megapolitan
Kerinduan Terdalam Rumoh Baca Hasan-Savvaz, Anak-anak Jauh dari Narkoba (1)

Kerinduan Terdalam Rumoh Baca Hasan-Savvaz, Anak-anak Jauh dari Narkoba (1)

Regional
Gembong: Bahaya kalau Plt di DKI Makin Banyak, Plt Setengah Hati Kerjanya

Gembong: Bahaya kalau Plt di DKI Makin Banyak, Plt Setengah Hati Kerjanya

Megapolitan
Lindungi Pulau-pulau Terluar, Jepang Kembangkan Bom Luncur Supersonik

Lindungi Pulau-pulau Terluar, Jepang Kembangkan Bom Luncur Supersonik

Internasional
Ini Penyebab Atap Bandara Sultan Hasanuddin Keluarkan Asap Tebal

Ini Penyebab Atap Bandara Sultan Hasanuddin Keluarkan Asap Tebal

Regional
Kali Bekasi Tercemar Limbah, PDAM Terpaksa Kurangi Produkai Air Bersih

Kali Bekasi Tercemar Limbah, PDAM Terpaksa Kurangi Produkai Air Bersih

Megapolitan
Minta Maaf, Pemilik Toko PlayStation yang Aniaya Anggota TNI di Medan

Minta Maaf, Pemilik Toko PlayStation yang Aniaya Anggota TNI di Medan

Regional
Trump: Meski Diminta, Saya Tak Berniat Menemui Presiden Iran

Trump: Meski Diminta, Saya Tak Berniat Menemui Presiden Iran

Internasional
Keponakan Prabowo Diusulkan Jadi Kandidat Wagub DKI, Ini Kata M Taufik

Keponakan Prabowo Diusulkan Jadi Kandidat Wagub DKI, Ini Kata M Taufik

Megapolitan
Deni Dibegal 3 Polisi Gadungan, Honda Beat Raib Dibawa Pelaku

Deni Dibegal 3 Polisi Gadungan, Honda Beat Raib Dibawa Pelaku

Regional
Dinormalisasi, Kali Grogol Akan Dipasangi 'Grass Block' agar Indah

Dinormalisasi, Kali Grogol Akan Dipasangi "Grass Block" agar Indah

Megapolitan
'Tahun 2002 Banjir Kelapa Gading Surutnya Berhari-hari, Sekarang Hitungan Jam Surut'

"Tahun 2002 Banjir Kelapa Gading Surutnya Berhari-hari, Sekarang Hitungan Jam Surut"

Megapolitan
3 Tahun Jembatan Rusak, Warga Kesulitan Akses Pelayanan Kesehatan

3 Tahun Jembatan Rusak, Warga Kesulitan Akses Pelayanan Kesehatan

Regional
Korban Tewas Kecelakaan Bus SMK Karanganyar Bertambah Jadi 2 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Bus SMK Karanganyar Bertambah Jadi 2 Orang

Regional
Pascapengeroyokan Suporter hingga Tewas, Bobotoh Persib di Garut Dikumpulkan

Pascapengeroyokan Suporter hingga Tewas, Bobotoh Persib di Garut Dikumpulkan

Regional
Close Ads X