Sandiaga: Uang Rp 100.000 Dapat Apa Sekarang, Bandingkan 4 Tahun Lalu

Kompas.com - 11/09/2018, 15:01 WIB
Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno (tengah) berbincang dengan pedagang saat mengunjungi Pasar Sindhu di Sanur, Denpasar, Bali, Minggu (9/9/2018). Sandiaga Uno melakukan kunjungan untuk menyerap aspirasi para pedagang pasar. ANTARA FOTO/Fikri YusufBakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno (tengah) berbincang dengan pedagang saat mengunjungi Pasar Sindhu di Sanur, Denpasar, Bali, Minggu (9/9/2018). Sandiaga Uno melakukan kunjungan untuk menyerap aspirasi para pedagang pasar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal cawapres Sandiaga Uno menilai uang Rp 100.000 saat ini nilainya jauh berbeda dibandingkan empat tahun lalu.

Hal itu disampaikan Sandiaga menyinggung kondisi perekonomian Indonesia yang saat ini menurutnya mengalami pelemahan.

"Rp 100.000 dapat apa sekarang? Bandingkan dengan empat tahun yang lalu. Rp 100.000 empat tahun lalu sama sekarang coba. Kita jujur kepada diri kita sendiri," Sandiaga

Karena itu, kata Sandiaga, ia bersama Prabowo menawarkan konsep ekonomi yang berpihak kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM).

Baca juga: Sandiaga Minta Ucapannya soal Tempe Setipis Kartu ATM Tak Jadi Olokan

Dengan demikian, menurut dia, daya beli masyarakat akan meningkat dan harga kebutuhan pokok menjadi stabil.

Ia juga mengatakan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang tegas, akan lebih banyak lapangan pekerjaan yang hadir untuk rakyat Indonesia.

Saat ditanya apakah ia akan mengembalikan nilai Rp 100.000 sekarang seperti empat tahun lalu, ia tak menjawab dengan tegas.

"Soal Rp 100.000, intinya daya beli masyarakat kami akan perkuat. Harga-harga kami akan buat stabil. (enggak) fluktuatif. Sudah kami buktikan di DKI kemarin," lanjut dia.

Baca juga: Kelakar Sandiaga, Bersihkan Telinga agar Dengar Suara Rakyat

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemeriksaan dengan Mesin TB-TCM Diprioritaskan untuk Daerah yang Banyak Kasus Covid-19

Pemeriksaan dengan Mesin TB-TCM Diprioritaskan untuk Daerah yang Banyak Kasus Covid-19

Nasional
PBNU: Jangan Tolak Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19, Tak Boleh Ada Penghinaan

PBNU: Jangan Tolak Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19, Tak Boleh Ada Penghinaan

Nasional
Wacana Yasonna Bebaskan Koruptor untuk Cegah Covid-19 di Penjara

Wacana Yasonna Bebaskan Koruptor untuk Cegah Covid-19 di Penjara

Nasional
Pemerintah Sebut Tidak Punya Data Pemeriksaan Harian dari Spesimen Covid-19

Pemerintah Sebut Tidak Punya Data Pemeriksaan Harian dari Spesimen Covid-19

Nasional
Ampuhkah Masker Kain Cegah Penularan Covid-19?

Ampuhkah Masker Kain Cegah Penularan Covid-19?

Nasional
Update per 1 April: Total 1.667 Kasus Covid-19, Pemerintah Siapkan Metode Pemeriksaan Baru

Update per 1 April: Total 1.667 Kasus Covid-19, Pemerintah Siapkan Metode Pemeriksaan Baru

Nasional
Jokowi Akhirnya Blak-blakan soal Alasan Tak Mau Lockdown...

Jokowi Akhirnya Blak-blakan soal Alasan Tak Mau Lockdown...

Nasional
PP Pembatasan Sosial Berskala Besar Dibuat agar Pemerintah dan Gugus Tugas Bisa Lebih Tegas dan Disiplin

PP Pembatasan Sosial Berskala Besar Dibuat agar Pemerintah dan Gugus Tugas Bisa Lebih Tegas dan Disiplin

Nasional
Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Keterangan Ahli Asuransi Irvan Rahardjo

Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Keterangan Ahli Asuransi Irvan Rahardjo

Nasional
Polisi Tangani 18 Kasus Penimbunan Masker dan Hand Sanitizer

Polisi Tangani 18 Kasus Penimbunan Masker dan Hand Sanitizer

Nasional
Komisi IV DPR: Kebijakan Pemerintah Kendalikan Penyebaran Covid-19 Kurang Efektif

Komisi IV DPR: Kebijakan Pemerintah Kendalikan Penyebaran Covid-19 Kurang Efektif

Nasional
Alissa Wahid Nilai Perlu Kepastian Sarana dan Prasarana Kesehatan dalam Hadapi Corona

Alissa Wahid Nilai Perlu Kepastian Sarana dan Prasarana Kesehatan dalam Hadapi Corona

Nasional
KPK: Kepatuhan Pelaporan LHKPN Capai 81,76 Persen

KPK: Kepatuhan Pelaporan LHKPN Capai 81,76 Persen

Nasional
Yasonna Ingin Bebaskan Koruptor untuk Cegah Covid-19 di Penjara, KPK Minta Tak Abaikan Aspek Keadilan

Yasonna Ingin Bebaskan Koruptor untuk Cegah Covid-19 di Penjara, KPK Minta Tak Abaikan Aspek Keadilan

Nasional
Forum Risalah Jakarta Imbau Komponen Bangsa Bersolidaritas Hadapi Corona

Forum Risalah Jakarta Imbau Komponen Bangsa Bersolidaritas Hadapi Corona

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X