Bertemu di Malaysia, Mahathir Mohamad Doakan Ma'ruf Amin Menang Pilpres 2019

Kompas.com - 09/09/2018, 09:27 WIB
Calon Wakil Presiden,  Maruf Amin tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018). Selain pasangan Jokowi-Maruf Amin, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada hari Senin 13 Agustus. Pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan satu diantara syarat wajib yang diberlakukan KPU bagi capres dan cawapres untuk mengikuti Pilpres mendatang. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGCalon Wakil Presiden, Maruf Amin tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018). Selain pasangan Jokowi-Maruf Amin, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada hari Senin 13 Agustus. Pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan satu diantara syarat wajib yang diberlakukan KPU bagi capres dan cawapres untuk mengikuti Pilpres mendatang.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di kediaman pribadi Mahathir di Komplek Mines Residence, Seri Kembangan, Selangor, Malaysia, Sabtu (8/9/2018).

Pertemuan diawali dengan diskusi tentang hubungan Indonesia dan Malaysia, sebagai negara serumpun yang bertetangga. Kerja sama ASEAN juga menjadi bahasan.

"Pertemuan berlangsung akrab. Nuansanya bicara dari hati ke hati. Hampir dua jam,” ujar Siti Ma’rifah, putri sulung Ma’ruf Amin, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (9/9/2018).

Dalam pertemuan itu, Mahathir mendoakan pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf bisa memeroleh kepercayaan masyarakat, menjadi presiden dan wakil presiden terpilih dalam Pemilu 2019. Mahathir secara khusus juga meminta doa Ma’ruf agar sukses memimpin Malaysia dan bisa meningkatkan hubungan baik Indonesia dan Malaysia.

Baca juga: Survei LSI: Jokowi-Maruf Unggul di Pengguna Facebook, Prabowo-Sandi di Instagram dan Twitter

“Abah (Ma’ruf) secara khusus membacakan doa, dan Pak Mahathir mengaminkan,” kata Ma’rifah.

Terkait hubungan kerja sama kedua negara, Ma’ruf juga menyampaikan permohonan keringanan hukuman mati bagi tenaga kerja Indonesia yang terkena kasus non-narkoba.

Ma’ruf juga menyampaikan permohonan mendirikan sekolah Indonesia di Johor Bahru, Malaysia, Semenanjung bagian Selatan, yang dekat dengan Indonesia.

Sebelumnya, pendirian sekolah Indonesia di Malaysia Semenanjung itu tidak pernah disetujui selama 60 tahun hubungan Indonesia – Malaysia.

“Pak Mahathir langsung menyetujui pendirian sekolah Indonesia di Malaysia itu,” kata Ma’rifah.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X