Hari Pertama Jadi Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir Pimpin Bersih-bersih Posko Pemenangan

Kompas.com - 08/09/2018, 14:04 WIB
Bos Mahaka Group, Erick Thohir saat berada di Media Center Tim Kampanye Joko Widodo- Maruf Amin di Jalan Cemara (Posko Cemara), Menteng, Jakarta, Jumat (7/9/2018). IstimewaBos Mahaka Group, Erick Thohir saat berada di Media Center Tim Kampanye Joko Widodo- Maruf Amin di Jalan Cemara (Posko Cemara), Menteng, Jakarta, Jumat (7/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Erick Thohir mengisi hari pertamanya sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Sabtu (8/9/2018) dengan melaksanakan bersih-bersih rumah.

Bersama sekitar 500 orang kader partai politik pengusung beserta unsur relawan, Erick membersihkan Rumah Aspirasi yang terletak di Jalan Proklamasi Nomor 46, Menteng, Jakarta Pusat, persis di seberang Kantor DPP Partai Demokrat.

Rumah Aspirasi itu rencananya akan menjadi posko pemenangan Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019. Rumah itu akan dijadikan tempat Jokowi-Ma'ruf menyerap aspirasi dari seluruh unsur masyarakat.

Bos grup usaha Mahaka itu tiba sekitar pukul 07.45 WIB. Sebelum membersihkan area rumah, Erick memimpin senam pagi terlebih dahulu di halaman Rumah Aspirasi.


Baca juga: 5 Fakta Terpilihnya Erick Thohir Jadi Ketua Tim Kampanye Jokowi-Maruf

Turut hadir sejumlah pimpinan tim kampanye nasional, antara lain Wakil Ketua tim kampanye Lodewick Freidrich, Asrul Sani, Herry Lontung Siregar serta Anggota Dewan Penasehat Diaz Hendropriyono. Mereka kompak mengenakan kasual putih.

Setelah senam, Erick pun mengajak para peserta untuk masuk ke dalam rumah seluas sekitar 1.000 meter persegi itu. Para peserta kemudian kompak mengambil sejumlah peralatan bersih-bersih yang telah disiapkan, mulai dari sapu, pengki dan cangkul.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Lodewijk Freidrich Paulus berharap, rumah ini akan menjadi tempat bertemunya antara 'telinga' Jokowi dan suara masyarakat.

"Insya Allah Rumah Aspirasi ini akan menjadi tempat komponen masyarakat di seluruh Indonesia untuk menyampaikan aspirasi dan masukan untuk Jokowi-Ma'ruf Amin," ujar Lodewijk.

Baca juga: Erick Thohir, Pilihan Jokowi Sendiri...

Sekitar satu jam bersih-bersih, para peserta dihibur oleh berbagai pertunjukan seni di halaman.

Wakil Direktur Relawan, Deddy Yevri Sitorus menambahkan, acara ini adalah sekaligus untuk mengkonsolidasikan kelompok relawan demi memperluas basis dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf.

Deddy memastikan, relawan akan bergerak secara independen dan mandiri di dalam pembiayaan, maupun strategi taktik.

"Relawan juga akan melakukan penggalangan dana publik sebagai wujud upaya untuk mendorong pemimpin yang bersih dan punya integritas. Relawan akan sekaligus jadi ujung tombak melawan hoaks, fitnah dan serangan jahat," ujar dia.

Sejumlah kelompok relawan yang hadir dalam acara ini, yakni Seknas Jokowi, Relawan Jokowi Bersatu, Go-Jo, Sarung Jokowi, Pospera Rejo dan lain-lain.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MK Beri Jeda 5 Tahun Eks Koruptor Maju Pilkada, Golkar: Ya Kita Ikuti

MK Beri Jeda 5 Tahun Eks Koruptor Maju Pilkada, Golkar: Ya Kita Ikuti

Nasional
Jokowi Soroti Tingginya Impor Baja dan Petrokimia

Jokowi Soroti Tingginya Impor Baja dan Petrokimia

Nasional
Berusia 61 Tahun, Ini capaian Batan untuk Indonesia

Berusia 61 Tahun, Ini capaian Batan untuk Indonesia

Nasional
KPK dan LIPI Usulkan Besaran Dana Parpol Senilai Rp 8.461 per Suara

KPK dan LIPI Usulkan Besaran Dana Parpol Senilai Rp 8.461 per Suara

Nasional
BNPB Jadikan Kabupaten Ogan Ilir 'Pilot Project' Wilayah Pemulihan Pasca-Karhutla

BNPB Jadikan Kabupaten Ogan Ilir "Pilot Project" Wilayah Pemulihan Pasca-Karhutla

Nasional
Wapres: Hukuman Mati untuk Koruptor Dibolehkan Negara dan Agama

Wapres: Hukuman Mati untuk Koruptor Dibolehkan Negara dan Agama

Nasional
BNPB Sebut Masyarakat Butuh Pemulihan Pasca-Bencana Selain Infrastruktur

BNPB Sebut Masyarakat Butuh Pemulihan Pasca-Bencana Selain Infrastruktur

Nasional
Eks Koruptor Boleh Ikut Pilkada Setelah 5 Tahun Keluar Penjara, Ini Kata Pimpinan Komisi II

Eks Koruptor Boleh Ikut Pilkada Setelah 5 Tahun Keluar Penjara, Ini Kata Pimpinan Komisi II

Nasional
Perludem: Putusan MK Batasi Eks Koruptor di Pilkada Jadi Kado Hari Antikorupsi

Perludem: Putusan MK Batasi Eks Koruptor di Pilkada Jadi Kado Hari Antikorupsi

Nasional
PPP Minta Wacana Hukuman Mati Tak Disikapi Emosional

PPP Minta Wacana Hukuman Mati Tak Disikapi Emosional

Nasional
Saksi Abu Bakar Akui Serahkan 5.000 Dollar Singapura Lewat Bawahan Nurdin Basirun

Saksi Abu Bakar Akui Serahkan 5.000 Dollar Singapura Lewat Bawahan Nurdin Basirun

Nasional
KPU Segera Revisi PKPU soal Pencalonan Napi, Ditargetkan Rampung Januari 2020

KPU Segera Revisi PKPU soal Pencalonan Napi, Ditargetkan Rampung Januari 2020

Nasional
Pasca-putusan MK soal Eks Koruptor, Parpol Diharapkan Lebih Ketat Seleksi Calon Kepala Daerah

Pasca-putusan MK soal Eks Koruptor, Parpol Diharapkan Lebih Ketat Seleksi Calon Kepala Daerah

Nasional
Buntut Putusan MK, ICW Desak KPU Segera Revisi PKPU Pencalonan Pilkada

Buntut Putusan MK, ICW Desak KPU Segera Revisi PKPU Pencalonan Pilkada

Nasional
MK Beri Jeda 5 Tahun bagi Eks Koruptor Maju Pilkada, ICW: Ini Putusan Penting

MK Beri Jeda 5 Tahun bagi Eks Koruptor Maju Pilkada, ICW: Ini Putusan Penting

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X