Dicopot sebagai Komisaris Utama Jasa Marga, Refly Harun Tempati Komisaris Pelindo I

Kompas.com - 07/09/2018, 12:08 WIB
Ahli yang diajukan oleh KPK dalam sidang uji materi terkait hak angket, Refly Harun, usai memberikan keterangan ahli dalam sidang uji materi pasal 79 ayat (3) UU MD3 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2017). KOMPAS.com/Kristian Erdianto Ahli yang diajukan oleh KPK dalam sidang uji materi terkait hak angket, Refly Harun, usai memberikan keterangan ahli dalam sidang uji materi pasal 79 ayat (3) UU MD3 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2017).

BOGOR, KOMPAS.com - Setelah dicopot sebagai Komisaris Utama Jasa Marga, Refly Harun mendapatkan posisi baru, yakni Komisaris pada Pelindo I.

"Ada (jabatan baru), sudah. Komisaris di Pelindo I," ujar Menteri BUMN Rini Soemarno saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Bogor, Jumat (7/9/2018).

Pihaknya memang sedang membutuhkan sosok dengan latar belakang hukum seperti Refly untuk mengisi jabatan komisaris pada Pelindo I.

"Memang kita juga butuh orang hukum (di Pelindo I). Karena ada aktivitas di Sumatera yang membutuhkan itu," ujar Rini.

Baca juga: Refly Harun Dicopot sebagai Komisaris Utama PT Jasa Marga

Hal itu sekaligus membuktikan bahwa pencopotan Refly bukan lantaran konsisten mengkritik pemerintah sebagai akademisi.

Rini menegaskan, pencopotan Refly sebagai Komisaris Utama Jasa Marga semata-mata didasarkan kebutuhan organisasi.

"Alasannya perputaran saja. Biasa saja kita melakukan perputaran," ujar Rini.

Pencopotan Refly Harun dari Komisaris Utama Jasa Marga dilakukan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Jasa Marga, Rabu (5/9/2018), di Hotel Bidakara, Jakarta.

Baca juga: Penjelasan Menteri BUMN Rini Soemarno soal Alasan Pencopotan Refly Harun

Refly Harun mengaku tidak tahu apakah pencopotannya dari posisi Komisaris Utama PT Jasa Marga ini terkait sikapnya sebagai akademisi yang terkadang kerap mengkritik pemerintahan Jokowi.

Ia hanya diberitahu oleh jajaran direksi bahwa pencopotannya tersebut karena ada sosok lain yang harus masuk, yakni Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2014-2017 Sapto Amal Damandari.

"Saya hanya diberikan alasan ada orang yang akan mengisi jabatan itu, mantan Wakil Ketua BPK. Sisanya saya tidak tahu," kata Refly kepada Kompas.com, Kamis (6/9/2018).




Close Ads X