Dukung Jokowi, Nasib Deddy Mizwar dan Lukas Enembe Dibahas di Komwas Demokrat

Kompas.com - 05/09/2018, 20:44 WIB
Calon gubernur Jawa Barat nomor urut empat Deddy Mizwar menyapa pendukung sebelum menyampaikan keterangan pers di Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/6/2018). Dalam keterangannya Deddy Mizwar mengucapkan selamat kepada Pasangan Calon M Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum yang unggul sementara berdasarkan perhitungan cepat oleh sejumlah lembaga survei. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASACalon gubernur Jawa Barat nomor urut empat Deddy Mizwar menyapa pendukung sebelum menyampaikan keterangan pers di Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/6/2018). Dalam keterangannya Deddy Mizwar mengucapkan selamat kepada Pasangan Calon M Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum yang unggul sementara berdasarkan perhitungan cepat oleh sejumlah lembaga survei.
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pengawas Partai Demokrat akan segera menyikapi keputusan Deddy Mizwar dan Lukas Enembe yang mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pemilihan Presiden 2019.

Sebab, sikap kedua kader Demokrat itu bertentangan dengan keputusan partai yang mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengatakan, sampai saat ini ia masih menunggu pembahasan di Komwas. Setelah selesai, Komwas akan menyerahkan rekomendasi kepada Dewan Kehormatan.

Baca juga: Dukung Jokowi, Gubernur Lukas Enembe Sebut Tak Ada Urusan dengan Demokrat

Nantinya, Dewan Kehormatan akan mengambil keputusan apakah akan menjalankan rekomendasi dari Komwas atau tidak.

"Saya jangan mendahului komwas. Saya akan tunggu reaksi dari komwas, apa rekomendasinya," kata Amir kepada Kompas.com, Rabu (5/9/2018).

Amir pun enggan berkomentar lebih jauh mengenai kemungkinan sanksi yang akan diberikan kepada Deddy dan Lukas karena membelot dari keputusan partai. Ia khawatir komentarnya justru akan mengganggu jajaran Komwas Demokrat yang tengah bekerja.

"Saya tidak boleh ujug-ujug langsung (berkomentar), karena komentar saya seringan apapun, saya kira timingnya (terlalu cepat)," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Deddy Mizwar yang merupakan Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat Jawa Barat, memutuskan mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Baca juga: Deddy Mizwar Harap Demokrat Hargai Keputusannya Jadi Jubir Jokowi-Maruf

Ia bahkan masuk struktur tim pemenangan sebagai juru bicara. Mantan wakil gubernur Jawa Barat itu juga sudah mengikuti rapat tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf di rumah Cemara.

Sementara itu, Lukas Enembe yang merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Papua juga memastikan dirinya akan mendukung Jokowi-Ma'ruf.

Bahkan, gubernur Papua dua periode itu memastikan seluruh jajaran dan kader Demokrat di Papua juga akan mendukung pasangan petahana.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menlu Sebut 907 WNI Peserta Jamaah Tabligh Berada di Luar Negeri, Paling Banyak di India

Menlu Sebut 907 WNI Peserta Jamaah Tabligh Berada di Luar Negeri, Paling Banyak di India

Nasional
UI Kembangkan Ventilator Pasien Corona, Diklaim Lebih Murah dan Mudah

UI Kembangkan Ventilator Pasien Corona, Diklaim Lebih Murah dan Mudah

Nasional
Bantu Tangani Covid-19, UI Kembangkan Ventilator Transport Lokal Rendah Biaya

Bantu Tangani Covid-19, UI Kembangkan Ventilator Transport Lokal Rendah Biaya

Nasional
Kawal Distribusi APD, Puan Minta Pemerintah Miliki Database Real-time

Kawal Distribusi APD, Puan Minta Pemerintah Miliki Database Real-time

Nasional
Pandemi Covid-19, Komnas HAM Minta Pengesahan RKUHP Ditunda

Pandemi Covid-19, Komnas HAM Minta Pengesahan RKUHP Ditunda

Nasional
MUI: Jika Wabah Covid-19 Masih Tak Terkendali, Shalat Idul Fitri Ditiadakan

MUI: Jika Wabah Covid-19 Masih Tak Terkendali, Shalat Idul Fitri Ditiadakan

Nasional
RUU Pemasyarakatan, Syarat Pembebasan Napi Koruptor Harus Diperketat

RUU Pemasyarakatan, Syarat Pembebasan Napi Koruptor Harus Diperketat

Nasional
Pemerintah Serahkan 7.000 APD ke Dokter Gigi dan Dokter Spesialis THT

Pemerintah Serahkan 7.000 APD ke Dokter Gigi dan Dokter Spesialis THT

Nasional
17.616 Orang Mendaftarkan Diri jadi Relawan Penanganan Covid-19

17.616 Orang Mendaftarkan Diri jadi Relawan Penanganan Covid-19

Nasional
MUI Minta Masyarakat Patuhi Panduan Kemenag soal Ibadah Ramadhan di Tengah Pandemi

MUI Minta Masyarakat Patuhi Panduan Kemenag soal Ibadah Ramadhan di Tengah Pandemi

Nasional
Jokowi Instruksikan Dana Desa Digunakan untuk Program Padat Karya Tunai

Jokowi Instruksikan Dana Desa Digunakan untuk Program Padat Karya Tunai

Nasional
Puan Dorong Pemerintah Miliki Data Valid soal Distribusi APD

Puan Dorong Pemerintah Miliki Data Valid soal Distribusi APD

Nasional
Presiden Perlu Perjelas Keputusan dalam Penanganan Wabah Covid-19

Presiden Perlu Perjelas Keputusan dalam Penanganan Wabah Covid-19

Nasional
Korpri Usul THR Diprioritaskan untuk Guru dan Pensiunan PNS

Korpri Usul THR Diprioritaskan untuk Guru dan Pensiunan PNS

Nasional
Jokowi Beri BLT Rp 600.000 Per Keluarga, Ini Syaratnya

Jokowi Beri BLT Rp 600.000 Per Keluarga, Ini Syaratnya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X