Kompas.com - 05/09/2018, 20:44 WIB
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pengawas Partai Demokrat akan segera menyikapi keputusan Deddy Mizwar dan Lukas Enembe yang mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pemilihan Presiden 2019.

Sebab, sikap kedua kader Demokrat itu bertentangan dengan keputusan partai yang mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengatakan, sampai saat ini ia masih menunggu pembahasan di Komwas. Setelah selesai, Komwas akan menyerahkan rekomendasi kepada Dewan Kehormatan.

Baca juga: Dukung Jokowi, Gubernur Lukas Enembe Sebut Tak Ada Urusan dengan Demokrat

Nantinya, Dewan Kehormatan akan mengambil keputusan apakah akan menjalankan rekomendasi dari Komwas atau tidak.

"Saya jangan mendahului komwas. Saya akan tunggu reaksi dari komwas, apa rekomendasinya," kata Amir kepada Kompas.com, Rabu (5/9/2018).

Amir pun enggan berkomentar lebih jauh mengenai kemungkinan sanksi yang akan diberikan kepada Deddy dan Lukas karena membelot dari keputusan partai. Ia khawatir komentarnya justru akan mengganggu jajaran Komwas Demokrat yang tengah bekerja.

"Saya tidak boleh ujug-ujug langsung (berkomentar), karena komentar saya seringan apapun, saya kira timingnya (terlalu cepat)," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Deddy Mizwar yang merupakan Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat Jawa Barat, memutuskan mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Baca juga: Deddy Mizwar Harap Demokrat Hargai Keputusannya Jadi Jubir Jokowi-Maruf

Ia bahkan masuk struktur tim pemenangan sebagai juru bicara. Mantan wakil gubernur Jawa Barat itu juga sudah mengikuti rapat tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf di rumah Cemara.

Sementara itu, Lukas Enembe yang merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Papua juga memastikan dirinya akan mendukung Jokowi-Ma'ruf.

Bahkan, gubernur Papua dua periode itu memastikan seluruh jajaran dan kader Demokrat di Papua juga akan mendukung pasangan petahana.

Kompas TV Deddy Mizwar hadir dalam pertemuan dengan sekjen parpol pengusung Jokowi-Ma’ruf di rumah cemara.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usut Korupsi Dana UMKM di Jabar, KPK Dalami Penarikan Uang di Rekening Kopanti

Usut Korupsi Dana UMKM di Jabar, KPK Dalami Penarikan Uang di Rekening Kopanti

Nasional
Demokrat Ajak Golkar Kerja Sama untuk Pilpres 2024: Berdua Cukup

Demokrat Ajak Golkar Kerja Sama untuk Pilpres 2024: Berdua Cukup

Nasional
Soal Revisi KUHP, Anggota DPR: Percayakan ke Kita, Insyaallah Lebih Banyak Manfaat daripada Mudarat

Soal Revisi KUHP, Anggota DPR: Percayakan ke Kita, Insyaallah Lebih Banyak Manfaat daripada Mudarat

Nasional
Jabodetabek PPKM Level 2, Epidemiolog Sarankan WFH

Jabodetabek PPKM Level 2, Epidemiolog Sarankan WFH

Nasional
Zulhas Klaim Harga Minyak Goreng di Jawa, Bali dan Sumatera Sudah Rp 14.000

Zulhas Klaim Harga Minyak Goreng di Jawa, Bali dan Sumatera Sudah Rp 14.000

Nasional
ACT Sebut Benahi Manajemen Sebelum Laporan Dugaan Penyimpangan Terbit

ACT Sebut Benahi Manajemen Sebelum Laporan Dugaan Penyimpangan Terbit

Nasional
UPDATE 5 Juli: Kasus Baru Covid-19 Capai 2.577, Jakarta Tertinggi dengan 1.276 Kasus

UPDATE 5 Juli: Kasus Baru Covid-19 Capai 2.577, Jakarta Tertinggi dengan 1.276 Kasus

Nasional
Pastikan Sapi Kurban Sumbangan Jokowi Sehat, Setpres Kerja Sama dengan Kementan

Pastikan Sapi Kurban Sumbangan Jokowi Sehat, Setpres Kerja Sama dengan Kementan

Nasional
BEM UI Khawatir RKUHP Mengkriminalisasi Aksi Unjuk Rasa

BEM UI Khawatir RKUHP Mengkriminalisasi Aksi Unjuk Rasa

Nasional
ACT Diduga Gelapkan Dana Umat, Sufmi Dasco: Kami Minta Polri Usut Tuntas

ACT Diduga Gelapkan Dana Umat, Sufmi Dasco: Kami Minta Polri Usut Tuntas

Nasional
Nasdem Sebut Surya Paloh Tak Ingin Umumkan Koalisi Saat 'Last Minute'

Nasdem Sebut Surya Paloh Tak Ingin Umumkan Koalisi Saat "Last Minute"

Nasional
Deretan Alasan ACT soal Dugaan Penyimpangan Dana Sumbangan

Deretan Alasan ACT soal Dugaan Penyimpangan Dana Sumbangan

Nasional
Pengganti Megawati di Kursi Ketua Umum PDI-P Kelak Diprediksi dari Trah Soekarno

Pengganti Megawati di Kursi Ketua Umum PDI-P Kelak Diprediksi dari Trah Soekarno

Nasional
Jokowi Sumbang Sapi Kurban ke 34 Provinsi

Jokowi Sumbang Sapi Kurban ke 34 Provinsi

Nasional
Vaksin Booster Jadi Syarat Naik Pesawat dan Masuk Mal, Epidemiolog: Tambah Sentra Vaksinasi

Vaksin Booster Jadi Syarat Naik Pesawat dan Masuk Mal, Epidemiolog: Tambah Sentra Vaksinasi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.