Alasan Jokowi Tak Langsung Lantik 17 Kepala Daerah Terpilih

Kompas.com - 05/09/2018, 10:09 WIB
Presiden Jokowi berbicara kepada wartawan usai melakukan pencoblosan pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta di TPS 04 Gambir Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2017). Pada kesempatan itu, presiden meyakini Pilkada berjalan aman dan menghasilkan gubernur yang terbaik dan terpercaya untuk Jakarta. TRIBUNNEWS / HERUDINPresiden Jokowi berbicara kepada wartawan usai melakukan pencoblosan pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta di TPS 04 Gambir Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2017). Pada kesempatan itu, presiden meyakini Pilkada berjalan aman dan menghasilkan gubernur yang terbaik dan terpercaya untuk Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo akan melantik 9 pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih, Rabu (5/9/2018), di Istana Negara, Jakarta.

Mereka yang dilantik adalah pasangan yang terpilih pada Pilkada Serentak 2018.

Adapun, pasangan kepala daerah yang terpilih pada Pilkada Serentak 2018 ada 17 pasangan. Mengapa yang dilantik pada hari ini hanya 9?

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menjelaskan, alasannya karena 9 pasang kepala daerah yang dilantik pada hari ini tidak menjalani proses gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Tahap pertama, ada sembilan pasang karena dia sudah tidak ada gugatan apa-apa lagi di MK," ujar Tjahjo saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu pagi.

Baca juga: Ini Daftar 9 Gubernur yang Akan Dilantik Presiden Hari Ini

Kemendagri juga merencanakan pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2018 dalam empat atau lima tahap.

Kepala daerah yang masa jabatannya habis dalam waktu yang tidak terlalu jauh dikelompokkan dan pelantikannya dilakukan dalam tahapan-tahapan tersebut.

"Jadi, keserentakannya memang tidak bisa langsung bersamaan," ujar Tjahjo.

Tahap kedua rencananya dilakukan pada pertengahan September 2018, yang akan dilantik adalah kepala daerah terpilih Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: Presiden Jokowi Lantik 9 Gubernur Pagi Ini

Sementara, pelantikan tahap ketiga hingga kelima rencananya akan dilaksanakan tahun 2019 mendatang. Salah satunya adalah kepala daerah terpilih Jawa Timur.

"Pokoknya sepanjang memenuhi persyaratan semua, ya segera dilantik supaya bisa langsung bekerja," ujar Tjahjo.

Berikut ini daftar gubernur-wakil gubernur terpilih yang akan dilantik Presiden Jokowi:

1. Sutarmidji dan Ria Norsan (Kalimantan Barat)
2. Ali Mazi-Lukman Abunawas (Sulawesi Tenggara)
3. Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman (Sulawesi Selatan)
4. Lukas Enembe dan Klemen Tinal (Papua)
5. Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Jawa Barat)
6. Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Sumatera Utara)
7. Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi (Nusa Tenggara Timur)
8. Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen (Jawa Tengah)
9. I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Bali) 

KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMO Fakta Pilkada Serentak 2018 (1)

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata BPOM dan Kemenkes soal Klaim Obat Bisa Sembuhkan Covid-19

Kata BPOM dan Kemenkes soal Klaim Obat Bisa Sembuhkan Covid-19

Nasional
Hingga Desember 2020, Kemensos akan Bagikan BST kepada 9 Juta KPM

Hingga Desember 2020, Kemensos akan Bagikan BST kepada 9 Juta KPM

Nasional
UPDATE: 116.871 Kasus Covid-19 di Indonesia dan Pentingnya Perubahan Perilaku Masyarakat

UPDATE: 116.871 Kasus Covid-19 di Indonesia dan Pentingnya Perubahan Perilaku Masyarakat

Nasional
[POPULER NASIONAL] AKBP Yogi yang Dirotasi Kapolri Suami Jaksa Pinangki | Dugaan Awal Ledakan di Beirut Menurut KBRI

[POPULER NASIONAL] AKBP Yogi yang Dirotasi Kapolri Suami Jaksa Pinangki | Dugaan Awal Ledakan di Beirut Menurut KBRI

Nasional
Mendagri: Kemauan dan Kemampuan Kepala Daerah Kunci Penanganan Covid-19

Mendagri: Kemauan dan Kemampuan Kepala Daerah Kunci Penanganan Covid-19

Nasional
KPK: Banyak ASN Tak Netral dan Ikut Mobilisasi Pendanaan Kandidat Pilkada

KPK: Banyak ASN Tak Netral dan Ikut Mobilisasi Pendanaan Kandidat Pilkada

Nasional
Mendagri: Tak Ada Kampanye Pilkada Arak-arakan di Tengah Pandemi Covid-19

Mendagri: Tak Ada Kampanye Pilkada Arak-arakan di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
Loyalis Tommy Tak Terima Kemenkumham Sahkan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Loyalis Tommy Tak Terima Kemenkumham Sahkan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Nasional
Menkes: Pencegahan Stunting Tetap Prioritas Saat Pandemi Covid-19

Menkes: Pencegahan Stunting Tetap Prioritas Saat Pandemi Covid-19

Nasional
Pertengahan Agustus, Vaksin Covid-19 Diujicoba pada 1.620 Subjek

Pertengahan Agustus, Vaksin Covid-19 Diujicoba pada 1.620 Subjek

Nasional
KPK Masih Dalami Aliran Uang ke Mantan Sekretaris MA Nurhadi

KPK Masih Dalami Aliran Uang ke Mantan Sekretaris MA Nurhadi

Nasional
Periksa Mantan Anggota DPRD, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang oleh Pejabat Kota Banjar

Periksa Mantan Anggota DPRD, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang oleh Pejabat Kota Banjar

Nasional
KSAU dan KSAL Terima Bintang Angkatan Kelas Utama dari Panglima TNI

KSAU dan KSAL Terima Bintang Angkatan Kelas Utama dari Panglima TNI

Nasional
Pakar Hukum Pidana: KPK Dapat Ambil Alih Kasus Pelarian Djoko Tjandra

Pakar Hukum Pidana: KPK Dapat Ambil Alih Kasus Pelarian Djoko Tjandra

Nasional
BKN Sebut 17.000 Formasi CPNS Berpotensi Kosong

BKN Sebut 17.000 Formasi CPNS Berpotensi Kosong

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X