Rupiah Jeblok, Wapres Minta Pengusaha Bawa Pulang Uang Hasil Ekspor

Kompas.com - 04/09/2018, 17:00 WIB
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (8/5/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIRWakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (8/5/2018).
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf meminta para pengusaha ikut membantu pemerintah memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Menurut Wapres, salah satu langkah yang bisa dilakukan pengusaha dengan membawa pulang uang hasil ekspor.

"Bagaimana efisien dan uang masuk dari ekspor (ke dalam negeri)," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Baca juga: Rupiah Anjlok, Kalla Minta Masyarakat Tak Impor Ferrari, Parfum Mahal, Tas Hermes

Selama ini, tutur dia, banyak eksportir yang memilih menyimpan uang hasil ekspor di luar negeri. Negara yang menjadi favorit, yakni Singapura dan Hongkong.

Hal ini menjadi perhatian pemerintah. Sebab, andai uang itu disimpan di bank-bank dalam negeri, maka akan menjadi dana cadangan di dalam negeri.

"Ini perlu terkontrol dengan baik, jangan barangnya pergi tapi duitnya tidak masuk ke dalam negeri, sehingga memperkuat Singapura dan Hongkong, tetapi melemahkan Indonesia," kata dia.

Baca juga: Menko Darmin Heran Pelemahan Rupiah Disamakan dengan Krisis 1998

Kalla meyakini, uang hasil ekspor yang dikonversi ke rupiah akan ikut membantu penguatan mata uang Garuda tersebut.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar terus merosot. Bahkan mata uang Garuda itu sudah menembus Rp 14.800 per dollar, atau level terendah sejak krisis 1998.

Pemerintah berupaya untuk meredam pelemahan rupiah. Caranya, yakni dengan menggenjot ekspor dan mengurangi impor yang tak perlu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X