41 Anggota DPRD Malang Tersangka Suap, JK Sebut Itu Peringatan untuk Bupati hingga Gubernur

Kompas.com - 04/09/2018, 15:23 WIB
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika memberikan keterangan pers di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Kamis (21/6/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika memberikan keterangan pers di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Kamis (21/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku prihatin dengan kasus suap yang menjerat 41 anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019.

Saat ini KPK sudah menetapkan 41 anggota DPRD Kota Malang itu sebagai tersangka kasus suap APBN-P Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015.  

"Ya kalau zaman dulu namanya korupsi berjamaah. Kita prihatin melihat seperti itu," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

"Ini peringatan kepada bupati, walkot, gubernur, dan anggota DPR untuk jangan berbuat seperti itu," sambung dia.

Baca juga: 41 dari 45 Anggota DPRD Kota Malang Tersangka Suap

Menurut Kalla, karir politik 41 anggota DPRD Kota Malang itu habis akibat kasus korupsi. Padahal, kata dia, uang suapnya berkisar Rp 10 juta-Rp 20 juta saja.

Bagi Kalla, kasus suap 41 anggota DPRD Kota Malang adalah peringatan bagi semua pejabat. Ia berharap kasus itu tak menganggu pemerintah daerah setempat.

Sebelumnya, sebanyak 41 dari total 45 anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 ditetapkan sebagai tersangka korupsi.

Baca juga: 41 dari 45 Anggota DPRD Kota Malang Terjerat Suap, Partai Percepat Proses PAW

Hal itu setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan 22 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBN-P Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015.

Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan penyidikan KPK. Sebelumnya, dalam kasus yang sama, KPK sudah menetapkan 19 tersangka anggota DPRD Kota Malang.

Kompas TV Penetapan 41 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka korupsi mengalahkan rekor penetapan tersangka 38 anggota DPRD Sumatera Utara.

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X