Ketika Para Srikandi Polri Unjuk Kebolehan Naik Moge...

Kompas.com - 03/09/2018, 11:55 WIB
Atraksi sejumlah Polwan di atas moge Harley Davidson saat  Upacara peringatan HUT ke-70 Polisi Wanita Republik Indonesia di Lapangan Silang Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Senin (3/9/2018). KOMPAS.com/Reza JurnalistonAtraksi sejumlah Polwan di atas moge Harley Davidson saat Upacara peringatan HUT ke-70 Polisi Wanita Republik Indonesia di Lapangan Silang Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Senin (3/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-70 Polisi Wanita ( Polwan), Senin (3/9/2018), di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, diwarnai atraksi keterampilan para polwan mengendarai motor gede alias moge.

Selain moge, para srikandi wanita Bhayangkari Indonesia melakukan atraksi Kolone Senapan. 

HUT ke-70 Polwan pada tahun ini bertema “Polwan Profesional, Modern, dan Terpercaya Siap Sukseskan Agenda Kamtibmas 2018-2019”. 

Komandan Aksi Moge AKP Yunita Natalia mengatakan, pengendara moge yang melakukan aksi itu adalah perwira-perwira Polwan.

“Personelnya secara keseluruhan ada 18. Dua perwira tadi penghormatan, lanjut personel kami ada 16,” kata Yunita, yang juga bertugas di Ditlantas Polda Metro Jaya.

Baca juga: Harapan terhadap Polwan di Usianya yang Ke-70 Tahun

Para Polwan ini menunjukkan keterampilannya "menaklukkan" moge dengan meliuk-liuk dan menampilkan beberapa formasi yang dilakukan dalam beregu atau kelompok.

Atraksi lepas tangan sambil berdiri di atas motor, lalu diikuti para personel lainnya dengan formasi baling-baling, paruh lembing, formasi kipas, dan formasi bunga.

“Jadi campuran dari beberapa formasi. Karena waktu 10 menit (untuk atraksi) cukup lama tapi penghormatan harus paling utama," kata Yunita.

Berapa lama persiapan untuk melakukan aksi tersebut?

Yunita menyebutkan, fokus latihan aksi moge ini dilakukan selama satu bulan.

Baca juga: HUT ke-70, Polwan Dinilai Miliki Kualitas Sama dengan Polisi Laki-laki

Akan tetapi, lanjut Yunita, jadwal latihan tersebut terpotong untuk kegiatan pengamanan Asian Games 2018 di Jakarta.

Yunita berharap, usia ke-70 tahun menjadi momentum para Polwan untuk tetap berkarya bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Terus berkarya, terus mengembangkan potensi diri. Sekarang ada Polwan motor besar, ada menyelam, ada yang bela diri, drum band. Saya harap terus ada potensi-potensi Polwan yang terus dikembangkan,” kata Yunita. 

Kompas TV Untuk memperingati hari kartini, Polres Jakarta Timur menggelar operasi simpatik oleh polisi wanita berkebaya, di kawasan Cawang, Jakarta Timur.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayu Kartika Dewi, Pejuang Toleransi dan Keberagaman yang Jadi Stafsus Presiden

Ayu Kartika Dewi, Pejuang Toleransi dan Keberagaman yang Jadi Stafsus Presiden

Nasional
Kecewa terhadap Kinerja BNN, Komisi III Bakal Bentuk Panja Pemberantasan Narkoba

Kecewa terhadap Kinerja BNN, Komisi III Bakal Bentuk Panja Pemberantasan Narkoba

Nasional
Menurut Wakil Ketua MPR, Presiden Tetap Dipilih Rakyat meski Ada GBHN

Menurut Wakil Ketua MPR, Presiden Tetap Dipilih Rakyat meski Ada GBHN

Nasional
Bantah DPR, Kepala BNN Klaim Pemberantasan Narkoba Berjalan Efektif

Bantah DPR, Kepala BNN Klaim Pemberantasan Narkoba Berjalan Efektif

Nasional
Dugaan Korupsi Penanganan Flu Burung,  Freddy Lumban Tobing Dituntut 2 Tahun Penjara

Dugaan Korupsi Penanganan Flu Burung, Freddy Lumban Tobing Dituntut 2 Tahun Penjara

Nasional
Wakil Ketua MPR: GBHN Perlu Dihidupkan agar Pembangunan Lebih Terencana

Wakil Ketua MPR: GBHN Perlu Dihidupkan agar Pembangunan Lebih Terencana

Nasional
Staf Khusus Milenial Jokowi Kerja Bareng, Tak Ada Pembidangan

Staf Khusus Milenial Jokowi Kerja Bareng, Tak Ada Pembidangan

Nasional
PDI-P: Masa Jabatan Presiden Cukup 2 Periode

PDI-P: Masa Jabatan Presiden Cukup 2 Periode

Nasional
Periksa Eks Petinggi Waskita Karya, Ini yang Didalami KPK

Periksa Eks Petinggi Waskita Karya, Ini yang Didalami KPK

Nasional
Arif Budimanta, Politisi PDI-P yang Jadi Staf Khusus Presiden

Arif Budimanta, Politisi PDI-P yang Jadi Staf Khusus Presiden

Nasional
Polisi Dilarang Pamer Harta, Bagaimana Situasi Lapangan Parkir Mabes Polri?

Polisi Dilarang Pamer Harta, Bagaimana Situasi Lapangan Parkir Mabes Polri?

Nasional
Anggota Komisi III Dukung Mahfud MD Bubarkan TP4 Pusat dan Daerah

Anggota Komisi III Dukung Mahfud MD Bubarkan TP4 Pusat dan Daerah

Nasional
Diaz Hendropriyono, Ketum PKPI yang Jadi Staf Khusus Presiden

Diaz Hendropriyono, Ketum PKPI yang Jadi Staf Khusus Presiden

Nasional
Wacana Ubah Sistem Pilkada Dinilai akibat Tak Adanya Perangkat Evaluasi Demokrasi

Wacana Ubah Sistem Pilkada Dinilai akibat Tak Adanya Perangkat Evaluasi Demokrasi

Nasional
Profil Dini Shanti, Kader PSI dan Ahli Hukum yang Jadi Stafsus Jokowi

Profil Dini Shanti, Kader PSI dan Ahli Hukum yang Jadi Stafsus Jokowi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X