Tim Kampanye Nilai Wajar TNI-Polri Diminta Sosialisasi Keberhasilan Pemerintah

Kompas.com - 24/08/2018, 21:04 WIB
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan pada acara buka bersama TNI Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/6/2018). Kompas.com/Abba GabrilinPresiden Joko Widodo saat memberikan sambutan pada acara buka bersama TNI Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani, menilai wajar instruksi Presiden agar TNI dan Polri turut menyampaikan keberhasilan pemerintah kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Arsul menanggapi Presiden Joko Widodo yang meminta TNI dan Polri turut menyosialisasikan keberhasilan pemerintah.

Bahkan, kata Arsul, instruksi itu berangkat dari banyaknya hoaks yang menutupi keberhasilan pemerintah.

"Nah, karena itu pernyataan pak Jokowi harus dimaknai bahwa TNI dan Polri punya tugas untuk menyeimbangkan itu, dalam arti yang dicapai secara kuantitatif oleh pemerintah kaya gini ya harus dibilang kaya gini, yang belum mencapai sampai tahap tertentu ya juga disampaikan," ucap Arsul saat ditemui di Media Center Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf, Menteng, Jakarta, Jumat (24/8/2018).

Baca juga: Jokowi Minta Perwira TNI/Polri Ikut Sosialisasikan Capaian Pemerintah

Saat ditanya ihwal sikap TNI dan Polri yang semestinya netral dalam pemilu, Arsul mengatakan hal itu tetap dijunjung tinggi Jokowi.

Sekjen PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/4/2018)Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim Sekjen PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/4/2018)

Ia mengatakan selama TNI dan Polri tidak melakukan hal yang secara gamblang menunjukan keberpihakan kepada Jokowi sebagai capres, maka tak perlu ada yang dikhawatirkan.

Ketika kembali ditanya soal tugas pokok TNI dan Polri sebagai penjaga pertahanan keamanan dan bukan menyampaikan keberhasilan pemerintah, Arsul menjawab hal itu tetap menjadi tugas pokok Polri.

Baca juga: Fadli Zon: Jokowi Jangan Tarik TNI/Polri ke Politik Praktis

Sebab, dengan turut menyampaikan keberhasilan pemerintah, Polri secara tak langsung meredam hoaks yang menyerang keberhasilan pemerintah.

"Bagian dari menjaga keamanan adalah menciptakan juga arus informasi yang sehat. Sebab kalau enggak sehat, coba yang mendominasi hoax dan ujaran kebencian kan cenderung meningkatkan emosi masyarakat," ucap Arsul.

"Emosi ini paling ringan saja, anarkisme. Cuma itu saja tugasnya. Nanti kalau terjemahannya dalam pelaksanaannya menimbulkan problem netralitas, ya baru kita angkat lagi," lanjut Arsul.

Baca juga: Upacara Gabungan Untar TNI Polri dan Soal Degradasi Nasionalisme

Presiden Joko Widodo meminta perwira TNI/Polri untuk ikut menyosialisasikan pencapaian program kerja pemerintah selama ini.

Hal itu diungkapkan ketika berpidato di hadapan 243 orang Sekolah Staf dan Komando TNI dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggu (Sespimti) Polri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/8/2018).

"Berkaitan dengan program pemerintah, kerja-kerja pemerintah yang telah banyak kita lakukan. Saya titip ke seluruh perwira, juga ikut menyosialisasikan, ikut disampaikan (ke masyarakat) pada momen-momen yang tepat untuk menyampaikan itu," ujar Jokowi.

Secara khusus, Jokowi menekankan pada pemerataan pembangunan yang dilaksanakan pada pemerintahannya.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X