Survei LSI: Di Kalangan Pemilih Muslim, Jokowi-Ma'ruf Ungguli Prabowo-Sandiaga

Kompas.com - 24/08/2018, 16:25 WIB
Bakal capres cawapres Pilpres 2019, Joko Widodo (kiri) dan Maruf Amin (kanan) melambaikan tangan usai pemeriksaan awal tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Minggu (12/8). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc/18. Akbar Nugroho GumayBakal capres cawapres Pilpres 2019, Joko Widodo (kiri) dan Maruf Amin (kanan) melambaikan tangan usai pemeriksaan awal tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Minggu (12/8). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc/18.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memperlihatkan pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di kalangan pemilih Muslim.

Survei ini dilakukan pada tanggal 12 hingga 19 Agustus 2018. Adapun survei ini menggunakan multistage random sampling. LSI melakukan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terhadap 1.200 responden Muslim di 33 provinsi di Indonesia.

"Jokowi-Ma'ruf unggul di segmen Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan ormas lainnya. Prabowo-Sandi unggul di Presidium Alumni 212. Kalau bisa kita bilang mayoritas memang ada di belakang memilih Jokowi-Ma'ruf Amin," kata Peneliti LSI Rully Akbar dalam rilis survei di kantor LSI Denny JA, Jakarta, Jumat (24/8/2018).

Baca juga: Tim Kampanye Jokowi-Maruf Terbuka jika Gatot Nurmantyo Bergabung

Rully menjelaskan, kesimpulan itu diambil berdasarkan pada kategori responden Muslim yang mengasosiasikan dirinya pada ormas Islam.

Ia memaparkan, responden yang menyatakan terasosiasi dengan NU sebanyak 41,3 persen, Muhammadiyah sebesar 6,3 persen, Presidium Alumni 212 sebanyak 3,6 persen dan ormas Islam lainnya 1,4 persen.

Di sisi lain, Rully mengungkapkan ada juga responden yang merasa tidak menjadi bagian dari ormas Islam manapun sebesar 27 persen. Sementara responden Muslim yang tidak tahu atau tidak menjawab asosiasinya sebesar 20,4 persen.

"Di segmen NU, Jokowi-Ma'ruf unggul di angka 54,7 persen, dibandingkan Prabowo-Sandi di angka 27 persen. Di segmen Muhammadiyah, Jokowi-Ma'ruf unggul di angka 50 persen dibandingkan Prabowo-Sandi sebesar 35,7 persen," papar Rully.

Baca juga: Kata Bamsoet, Gatot Nurmantyo atau Moeldoko Bisa Jadi Ketua Timses Jokowi-Maruf

Sementara di kalangan pemilih yang terasosiasi ormas Islam lainnya, Jokowi-Ma'ruf unggul sebesar 60 persen, sementara Prabowo-Sandi 26,7 persen.

Di sisi lain, dalam kategori tidak terasosiasi dengan ormas Islam manapun, 58,9 persen responden memilih Jokowi-Ma'ruf, sementara 28,1 persen lainnya memilih Prabowo-Sandi.

Sebanyak 42,6 persen responden yang tak tahu atau tak menjawab asosiasinya pada ormas Islam juga memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf. Sementara 28,9 persen responden lainnya memilih Prabowo-Sandi.

Menurut dia, Prabowo-Sandi unggul di segmen responden yang terasosiasi dengan Presidium Alumni 212, yaitu sebesar 61,1 persen, sementara Jokowi-Ma'ruf 27,8 persen.

Sebagai informasi, margin of error survei ini plus minus 2,9 persen. Artinya, angka persentase dalam survei ini bisa bertambah atau berkurang sebesar 2,9 persen.

Kompas TV Memenangkan Pemilihan Presiden 2019, tampaknya bukan perkara mudah bagi Jokowi dan Prabowo.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkas Perkara Terasangka Petrus Edy Susanto Diserahkan Penyidik ke Jaksa

Berkas Perkara Terasangka Petrus Edy Susanto Diserahkan Penyidik ke Jaksa

Nasional
Berkas Perkara Eks Pejabat Wijaya Karya I Ketut Suarbawa Dinyatakan Lengkap

Berkas Perkara Eks Pejabat Wijaya Karya I Ketut Suarbawa Dinyatakan Lengkap

Nasional
Menurut Komnas HAM, Ini Isu yang Picu Pelanggaran Kebebasan Berpendapat

Menurut Komnas HAM, Ini Isu yang Picu Pelanggaran Kebebasan Berpendapat

Nasional
Jokowi Pilih 'Nusantara' Jadi Nama Ibu Kota Baru, Pansus RUU IKN Beri Catatan

Jokowi Pilih "Nusantara" Jadi Nama Ibu Kota Baru, Pansus RUU IKN Beri Catatan

Nasional
Kejagung Periksa 3 Saksi Kasus Proyek Penyewaan Satelit di Kemenhan

Kejagung Periksa 3 Saksi Kasus Proyek Penyewaan Satelit di Kemenhan

Nasional
Update 17 Januari: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 57,69 Persen

Update 17 Januari: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 57,69 Persen

Nasional
Menpan RB: Rekrutmen ASN pada 2022 Difokuskan pada PPPK, Khususnya Guru dan Nakes

Menpan RB: Rekrutmen ASN pada 2022 Difokuskan pada PPPK, Khususnya Guru dan Nakes

Nasional
Ibu Kota 'Nusantara' Disebut Akan Lebih Banyak Pakai APBN, Kepala Bappenas: Saya Belum Baca

Ibu Kota "Nusantara" Disebut Akan Lebih Banyak Pakai APBN, Kepala Bappenas: Saya Belum Baca

Nasional
Update 17 Januari: 269.513 Spesimen Diperiksa, 'Positivity Rate' 3,7 Persen

Update 17 Januari: 269.513 Spesimen Diperiksa, "Positivity Rate" 3,7 Persen

Nasional
DPP PDI-P Undang Erick Thohir, Siti Nurbaya, dan Teten Masduki ke Diskusi di Sekolah Partai

DPP PDI-P Undang Erick Thohir, Siti Nurbaya, dan Teten Masduki ke Diskusi di Sekolah Partai

Nasional
Merasa Difitnah Pelapor di Kasus Terorisme, Munarman Akan Tuntut di Akhirat

Merasa Difitnah Pelapor di Kasus Terorisme, Munarman Akan Tuntut di Akhirat

Nasional
Tak Merasa Disindir Anies, PSI: Harusnya Balasannya Memastikan Sirkuit Formula E Tepat Waktu

Tak Merasa Disindir Anies, PSI: Harusnya Balasannya Memastikan Sirkuit Formula E Tepat Waktu

Nasional
Satgas: Penonton MotoGP Mandalika 2022 Akan Karantina dengan Sistem 'Bubble'

Satgas: Penonton MotoGP Mandalika 2022 Akan Karantina dengan Sistem "Bubble"

Nasional
Komnas HAM: Sepanjang 2020-2021 Pelanggaran Kebebasan Berpendapat Paling Banyak Terjadi di Ruang Digital

Komnas HAM: Sepanjang 2020-2021 Pelanggaran Kebebasan Berpendapat Paling Banyak Terjadi di Ruang Digital

Nasional
Siap-siap, Ini Bocoran Jadwal Pemindahan ASN ke Ibu Kota Negara Baru 'Nusantara'

Siap-siap, Ini Bocoran Jadwal Pemindahan ASN ke Ibu Kota Negara Baru "Nusantara"

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.