Kompas.com - 21/08/2018, 18:25 WIB
Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno didampingi tokoh partai pengusung resmi mendaftarkan diri sebagai bakal capres dan cawapres di Komisi Pemilihan Umum RI, Jakarta, Jumat, (10/8/2018). KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOPasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno didampingi tokoh partai pengusung resmi mendaftarkan diri sebagai bakal capres dan cawapres di Komisi Pemilihan Umum RI, Jakarta, Jumat, (10/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terus menggunakan slogan "pro emak-emak" untuk mengambil hati pemilih perempuan.

Namun, peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Adjie Alfaraby menilai, slogan tersebut belum memiliki dampak besar kepada elektabilitas Prabowo-Sandiaga.

"Pengaruhnya belum kelihatan karena ini baru awal. Sandiaga baru ngomong itu beberapa hari lalu, baru 8 hari berjalan, kampanye juga belum," ujarnya di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, Selasa (21/8/2018).

Baca juga: Elektabilitas di Bawah Jokowi-Maruf, Sandiaga Tetap Optimistis

Berdasarkan survei LSI Denny JA pada 12-19 Agustus 2018, Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di lima kantong pemilih. Salah satunya, yakni kantong pemilih perempuan.

Sebanyak 50,2 persen segmen perempuan memilih Jokowi-Ma'ruf Amin. Sementara yang memilih Prabowo-Sandiaga hanya 30 persen

Jumlah populasi perempuan dalam survei mencapai 50 persen dari responden yang berjumlah 1.200 orang.

Baca juga: Survei LSI: Maruf Dipilih Milenial, Sandiaga Magnet Pemilih Pemula

Meski begitu, pada segmen pemilih perempuan, elektabilitas Prabowo sebenarnya sudah mengalami kenaikan. Hal itu terjadi karena Prabowo menggandeng Sandiaga Uno sebagai cawapres.

Pada segmen perempuan, elektabilitas Prabowo hanya 25,2 persen, tetapi saat disandingkan dengan Sandiaga Uno, elektabilitasnya naik jadi menjadi 30 persen.

Baca juga: Sandiaga Diminta Bacakan Permohonan Pengunduran Dirinya dalam Rapat Paripurna DPRD

Dari situ, Adjie menilai ada potensi Sandiaga menjadi magnet untuk meraup suara dari segmen perempuan.

"Menurut saya sandi punya potensi menarik pemilih. tapi apakah kemudian mampu lewati Jokowi? Itu tergantung," kata dia.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X