Gempa Susulan di Lombok Bermagnitudo 6,5 dan 6,9 Telan 16 Korban Jiwa

Kompas.com - 21/08/2018, 16:58 WIB
Warga memeriksa rumah mereka yang roboh di desa Sembalun, pulau Lombok pada 20 Agustus 2018 setelah serangkaian gempa bumi dicatat oleh seismolog sepanjang 19 Agustus. Menurut laporan pihak berwenang pada Senin (20/8/2018), setidaknya 10 orang tewas setelah serangkaian gempa kuat mengguncang pulau Lombok. Ini merupakan gempa baru yang berbeda dari gempa berkekuatan M 7,0 pada Minggu (5/8/2018) yang telah menewaskan ratusan nyawa dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Warga memeriksa rumah mereka yang roboh di desa Sembalun, pulau Lombok pada 20 Agustus 2018 setelah serangkaian gempa bumi dicatat oleh seismolog sepanjang 19 Agustus. Menurut laporan pihak berwenang pada Senin (20/8/2018), setidaknya 10 orang tewas setelah serangkaian gempa kuat mengguncang pulau Lombok. Ini merupakan gempa baru yang berbeda dari gempa berkekuatan M 7,0 pada Minggu (5/8/2018) yang telah menewaskan ratusan nyawa dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gempa bumi susulan bermagnitudo 6,5 dan 6,9 yang mengguncang Pulau Lombok dan sekitarnya pada Minggu (19/8/2018), menyebabkan 16 korban tewas.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan gempa magnitudo 6,5 yang terjadi terlebih dahulu menelan dua korban jiwa, per Selasa (21/8/2018).

"Dampak gempa magnitude 6,5 yang terjadi pada siang, itu menyebabkan 2 orang meninggal dunia di Lombok Timur dan 1 orang luka-luka," ujar Sutopo di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (21/8/2018).

Baca juga: Serial Gempa Lombok, Ahli Sebut Bukan Bukti Prediksi yang Viral

"Sementara kerusakannya mencapai 1.700 rumah rusak, yang awalnya rumah kategori rusak sedang kemudian diguncang gempa 6,5, menjadi rusak berat atau roboh, yang ringan bisa jadi rusak berat atau sedang," lanjutnya.

Sementara itu, gempa berkekuatan magnitudo 6,9 menyebabkan 14 orang meninggal dan 24 orang luka-luka.

"Pada malamnya terjadi gempa yang lebih besar, magnitude 6,9, yang menyebabkan 14 orang meninggal dunia yaitu di Lombok Timur 6 orang, Lombok Tengah 1 orang, Kabupaten Sumbawa 6 orang, Sumbawa Barat 1 orang," jelas dia.

Baca juga: Kemendagri Minta Surat Permintaan Bantuan untuk Gempa Lombok Tak Direspons Negatif

Kerusakan bangunan akibat gempa bermagnitudo 6,9 terdiri dari, 151 rumah rusak dan tujuh fasilitas umum yang terdampak.

Gempa susulan tersebut menyebabkan total korban meninggal akibat rentetan gempa yang mengguncang Lombok sejak 29 Juli 2018, menjadi 515 jiwa.

Sampai saat ini, tim gabungan masih terus fokus melakukan penanganan. Sutopo mengimbau agar masyarakat tidak turut menyebarkan hoaks terkait prediksi gempa susulan agar tidak membuat warga Lombok semakin panik.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X