Hari Ini dalam Sejarah: Terhenti Saat Krisis Moneter, Megaproyek Suramadu Kembali Dibangun

Kompas.com - 20/08/2018, 13:37 WIB
Pembangunan bentang tengah Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura, Jawa Timur, Kamis (21/2), telah mencapai 72 persen. Diharapkan, akhir tahun 2008 jembatan telah tersambung sehingga dapat dioperasikan pada awal tahun 2009.

KOMPAS/RADITYA HELABUMI Pembangunan bentang tengah Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura, Jawa Timur, Kamis (21/2), telah mencapai 72 persen. Diharapkan, akhir tahun 2008 jembatan telah tersambung sehingga dapat dioperasikan pada awal tahun 2009.

KOMPAS.com - Hari ini 15 tahun lalu, tepatnya 20 Agustus 2003, Megawati Soekarnoputri, yang saat itu menjabat Presiden RI, meresmikan pembangunan Jembatan Suramadu yang sempat berhenti selama beberapa tahun.

Suramadu merupakan jembatan yang melintasi Selat Madura dan menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Madura.

Rencana awal pembangunan Jembatan Suramadu sudah muncul sejak era kepemimpinan Soekarno.

Harian Kompas, 7 Februari 1989, memberitakan, pada 1960-an, seorang insinyur, Prof. Dr. Ir. Sedyatmo mempunyai gagasan untuk membangun jembatan penyeberangan dari Surabaya sampai Madura untuk mendorong perekonomian dan mempermudah akses transportasi.

Desain mulai dikerjakan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun, ide ini tak berlanjut setelah Soekarno lengser.

Pada masa Orde Baru, dibentuklah sebuah tim Nusa Bimasakti untuk mengerjakan megaproyek tersebut. Tim tersebut dibantu dua orang ahli kontruksi dan terowongan dari Jepang.

Hasilnya, sebuah jembatan dengan rencana awal 2.660 meter dengan nilai proyek 14,5 miliar yen yang menghubungkan Madura dan Jawa dibangun pada 1990.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemberitaan Harian Kompas, 11 Oktober 1989, menyebutkan, pihak Indonesia akan bekerja sama dengan Jepang.

Kontruksi awal adalah 580 meter dari 2.660 meter tak memakai tiang pancang. Kontruksi semacam ini untuk memungkinkan kapal bisa berlayar di bawahnya.

Jembatan Suramadu akan membentang di atas laut dengan kedalaman hingga 20 meter, dan akan ditopang oleh 121 buah pilar yang jaraknya bervariasi antara 40 meter, 70 meter, 80 meter, dan 150 meter.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rektor UPN Veteran Jakarta Diminta Investigasi Penyebab Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Rektor UPN Veteran Jakarta Diminta Investigasi Penyebab Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Nasional
Tanggapi Putusan MK Soal UU Cipta Kerja, Jimly Sebut 2 UU Perlu Direvisi

Tanggapi Putusan MK Soal UU Cipta Kerja, Jimly Sebut 2 UU Perlu Direvisi

Nasional
Saat Jokowi Bujuk Menteri Basuki Beli Sepatu: Buat Main Drum dan Motor-motoran

Saat Jokowi Bujuk Menteri Basuki Beli Sepatu: Buat Main Drum dan Motor-motoran

Nasional
4 Fakta Seputar Predator Seksual Anak Bermodus Game Online Free Fire

4 Fakta Seputar Predator Seksual Anak Bermodus Game Online Free Fire

Nasional
Munarman Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Tindak Pidana Terorisme Hari Ini

Munarman Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Tindak Pidana Terorisme Hari Ini

Nasional
Menko PMK Minta Masukan PGI Soal Kebijakan Libur Nataru

Menko PMK Minta Masukan PGI Soal Kebijakan Libur Nataru

Nasional
Saat Menag Ungkap Kesiapan Penyelenggaraan Ibadah Umrah dan Belum Pastinya Haji dari Indonesia

Saat Menag Ungkap Kesiapan Penyelenggaraan Ibadah Umrah dan Belum Pastinya Haji dari Indonesia

Nasional
UPDATE: 297 Kasus Harian Covid-19 dan 3 Skenario Pemerintah Terkait Gelombang Ketiga

UPDATE: 297 Kasus Harian Covid-19 dan 3 Skenario Pemerintah Terkait Gelombang Ketiga

Nasional
[POPULER NASIONAL] Sahroni Diminta Lepas Jabatan Ketua Pelaksana Formula E | Jakarta Kembali Berstatus PPKM Level 2

[POPULER NASIONAL] Sahroni Diminta Lepas Jabatan Ketua Pelaksana Formula E | Jakarta Kembali Berstatus PPKM Level 2

Nasional
DPR Berencana Revisi UU PPP, Pakar: Perintah MK Perbaiki UU Cipta Kerja

DPR Berencana Revisi UU PPP, Pakar: Perintah MK Perbaiki UU Cipta Kerja

Nasional
Varian Omicron Disebut Dapat Menular ke Penyintas Covid-19, Satgas: Jangan Panik, Hati-hati

Varian Omicron Disebut Dapat Menular ke Penyintas Covid-19, Satgas: Jangan Panik, Hati-hati

Nasional
Pegawai KPI Mulai Work from Home untuk Pulihkan Trauma

Pegawai KPI Mulai Work from Home untuk Pulihkan Trauma

Nasional
Gesekan antara TNI-Polri Tidak Perlu Terjadi jika...

Gesekan antara TNI-Polri Tidak Perlu Terjadi jika...

Nasional
Kaji Tata Kelola Pupuk, Ombudsman Temukan 5 Potensi Malaadministrasi

Kaji Tata Kelola Pupuk, Ombudsman Temukan 5 Potensi Malaadministrasi

Nasional
Jaga Stabilitas Sistem Keuangan dan Pemulihan Ekonomi, BI Laksanakan Program Strategis dan 4 Transformasi

Jaga Stabilitas Sistem Keuangan dan Pemulihan Ekonomi, BI Laksanakan Program Strategis dan 4 Transformasi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.