Di PBNU, Prabowo-Sandiaga Promosikan OK OCE

Kompas.com - 16/08/2018, 23:34 WIB
Calon wakil presiden Sandiaga Uno memberikan pidato  seusai mendaftarkan dirinya di Gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Pasangan Prabowo-Sandi yang secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024. MAULANA MAHARDHIKACalon wakil presiden Sandiaga Uno memberikan pidato seusai mendaftarkan dirinya di Gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Pasangan Prabowo-Sandi yang secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon presiden sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno menyambangi pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Kamis (16/8/2018) sore.

Dalam pertemuan tersebut, pasangan Prabowo-Sandiaga juga menyampaikan program yang akan diterapkan jika memperoleh amanah memimpin Indonesia dalam waktu lima tahun ke depan.

Program tersebut adalah OKE OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship) yang juga diterapkan di provinsi DKI Jakarta.

“Disinggung program OKE OCE bisa disandingkan dengan kegiatan santri, sehingga nanti di pesantren dan di beberapa tempat-tempat pelatihan wirausaha ini bisa digunakan untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” tutur bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno di Kantor PBNU, Jakarta.

Baca juga: Jika Menang, Sandiaga Bakal Lanjutkan Program OK OCE ke Tingkat Nasional

Sandiaga juga menyampaikan, dalam pertemuan dengan pimpinan PBNU membahas program-program untuk menumbuhkan sikap kewirausahaan untuk para santri.

“Kita sampaikan akan menggagas satu program adaptasi program OK OCE santri preuner, dimana akan ada pelatihan, pendampingan akan ada kemudahan pemasaran, akan ada kemudahan untuk perizinan, pelaporan keuangan,” tutur Sandiaga.

Pada kesempatan itu, Sandiaga juga menyampaikan komitmennya untuk menciptakan pengusaha dari kaum santri dan akan memberikan akses permodalan untuk berwirausaha.

Baca juga: Polda Metro Jaya Tunda Penyelidikan Kasus Sandiaga Uno

Di sisi lain, kata Sandiaga, dalam pertemuan dengan pimpinan PBNU itu, mereka saling bertukar pikiran mengenai masalah terkini yang dihadapi bangsa Indonesia, terutama masalah di bidang ekonomi.

Misalnya, persoalan kemiskinan, menciptakan suatu ekonomi yang lebih adil, serta stabilitas harga-harga kebutuhan pangan yang terjangkau.

“Ini (persoalan ekonomi) merupakan concern kita bersama, tapi kita tidak ingin menyalahkan kebijakan (pemerintah) tertentu, tapi kita sepakat bersama-sama bergandeng tangan untuk memikirkan kondisi bangsa kita,” kata Sandiaga.

“Bisa menciptakan percepatan pembangunan dan memperbaiki kebijakan-kebijakan yang belum berpihak kepada kemandirian ekonomi dan belum berpihak pada perjuangan bersama rakyat,” sambung Sandiaga.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menurut Satgas, 5 Klaster Ini Jadi Penyumbang Angka Covid-19 Besar di Indonesia

Menurut Satgas, 5 Klaster Ini Jadi Penyumbang Angka Covid-19 Besar di Indonesia

Nasional
Hubungan Prabowo-Jokowi Jadi Alasan Gerindra Dukung Gibran pada Pilkada Solo

Hubungan Prabowo-Jokowi Jadi Alasan Gerindra Dukung Gibran pada Pilkada Solo

Nasional
Atasi Kendala Belajar Daring, Guru di Jateng Aplikasikan 'Jogo Siswa' dengan Temui Murid

Atasi Kendala Belajar Daring, Guru di Jateng Aplikasikan "Jogo Siswa" dengan Temui Murid

Nasional
Jaksa KPK Tolak Wahyu Setiawan Sebagai Justice Collaborator

Jaksa KPK Tolak Wahyu Setiawan Sebagai Justice Collaborator

Nasional
UPDATE 3 Agustus: Total 1.552.141 Spesimen Diperiksa terkait Covid-19

UPDATE 3 Agustus: Total 1.552.141 Spesimen Diperiksa terkait Covid-19

Nasional
Kasus Harun Masiku, Agustiani Tio Fridelina Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Kasus Harun Masiku, Agustiani Tio Fridelina Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Nasional
Sebaran Kasus Covid-19 di Indonesia 3 Agustus: Jatim Tertinggi

Sebaran Kasus Covid-19 di Indonesia 3 Agustus: Jatim Tertinggi

Nasional
Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dituntut 8 Tahun Penjara

Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dituntut 8 Tahun Penjara

Nasional
UPDATE 3 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 77.572 Orang

UPDATE 3 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 77.572 Orang

Nasional
Berkaca Sejarah Pandemi Flu 1918, Kebijakan Tegas soal Covid-19 Dinilai Perlu Ada

Berkaca Sejarah Pandemi Flu 1918, Kebijakan Tegas soal Covid-19 Dinilai Perlu Ada

Nasional
Denny Indrayana: Sore Ini Kami ke Demokrat, Mudah-mudahan Dapat Dukungan

Denny Indrayana: Sore Ini Kami ke Demokrat, Mudah-mudahan Dapat Dukungan

Nasional
UPDATE 3 Agustus: Tambah 66, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 5.302

UPDATE 3 Agustus: Tambah 66, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 5.302

Nasional
UPDATE 3 Agustus: Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 70.237 Orang, Tambah 1.262

UPDATE 3 Agustus: Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 70.237 Orang, Tambah 1.262

Nasional
Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Indonesia Naik Jadi 61,79 Persen

Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Indonesia Naik Jadi 61,79 Persen

Nasional
Pengadilan Tinggi DKI Kuatkan Vonis Mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar

Pengadilan Tinggi DKI Kuatkan Vonis Mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X