Menpar Yakin Tahun 2019 Sektor Pariwisata Jadi Penyumbang Devisa Terbesar

Kompas.com - 16/08/2018, 16:51 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua kiri) dan Istri Poni Iravati (kanan), Bupati Jember Faida (kiri) dan Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC) Dynand Fariz (kedua kanan), melambaikan tangan saat menghadiri acara puncak Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-17, di Jember, Jawa Timur, Minggu (12/8/2018). Arief Yahya menyebut Kabupaten Jember sebagai Kota Karnaval yang menjadi destinasi wisata karnaval di Indonesia. ANTARA FOTO/SENOMenteri Pariwisata Arief Yahya (kedua kiri) dan Istri Poni Iravati (kanan), Bupati Jember Faida (kiri) dan Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC) Dynand Fariz (kedua kanan), melambaikan tangan saat menghadiri acara puncak Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-17, di Jember, Jawa Timur, Minggu (12/8/2018). Arief Yahya menyebut Kabupaten Jember sebagai Kota Karnaval yang menjadi destinasi wisata karnaval di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya meyakini sektor pariwisata akan menjadi sektor penghasil devisa terbesar dalam waktu dekat.

Pemerintah, kata Arief, sudah mematok target menjadikan pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar pada 2019.

"Pada 2019 (devisa pariwisata) 20 miliar dollar AS," ujarnya saat ditemui usai pidato kenegaraan Presiden di Gedung MPR-DPR, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Baca juga: Detik-detik Jelang Asian Games, Kemenpar Gencar Promosi Pariwisata Indonesia

"Ketika 20 miliar dollar AS itu maka diharapkan pariwisata sudah menjaga penghasil devisa terbesar," sambung dia.

Saat ini pariwisata masih menjadi penghasil devisa kedua dengan 15 miliar dollar AS, di bawah minyak sawit mentah (CPO) yang mencapai 17 miliar dollar AS.

Untuk menggenjot devisa sektor pariwisata, pemerintah sudah memiliki langkah-langkah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Genjot Pariwisata, Pemerintah Buat Skema KUR Khusus

Mulai dari peningkatan pemasaran, pengembangan destinasi baru dan penyiapan sumber data manusia.

"2016 ke 2017 tumbuh tinggi 22 persen (devisa sektor pariwisata). Tahun ini diharapkan tumbuh 20 persen namun sampai juni tumbuh 14 persen. Baru dapat 7,5 juta dari harapan 17 juta dollar AS tahun ini," kata Arief.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akselerasi Penurunan Kemiskinan secara Inklusif, Mensos Ajak Penerima Bansos Manfaatkan SKA

Akselerasi Penurunan Kemiskinan secara Inklusif, Mensos Ajak Penerima Bansos Manfaatkan SKA

Nasional
Busyro Muqoddas: Birokrasi Indonesia adalah Produk Demokrasi Pilkada Transaksional

Busyro Muqoddas: Birokrasi Indonesia adalah Produk Demokrasi Pilkada Transaksional

Nasional
Jelang Pembukaan Wisata Bali untuk Wisman, Demer: Pelaku Pariwisata Harus Beradaptasi

Jelang Pembukaan Wisata Bali untuk Wisman, Demer: Pelaku Pariwisata Harus Beradaptasi

Nasional
Haji 2021 Terbatas untuk Warga Saudi dan Ekspatriat, Amphuri: Kita Harus Terima walau Berat

Haji 2021 Terbatas untuk Warga Saudi dan Ekspatriat, Amphuri: Kita Harus Terima walau Berat

Nasional
Kemenlu: WNI yang Bermukim di Arab Saudi Bisa Melakukan Ibadah Haji

Kemenlu: WNI yang Bermukim di Arab Saudi Bisa Melakukan Ibadah Haji

Nasional
Kemenlu Pastikan Ibadah Haji 2021 Hanya untuk Orang-orang yang Tinggal di Arab Saudi

Kemenlu Pastikan Ibadah Haji 2021 Hanya untuk Orang-orang yang Tinggal di Arab Saudi

Nasional
Menag: Saudi Umumkan Haji Hanya untuk Warganya dan Ekspatriat di Negara Itu

Menag: Saudi Umumkan Haji Hanya untuk Warganya dan Ekspatriat di Negara Itu

Nasional
PBNU: Wacana Pengenaan PPN untuk Pendidikan dan Sembako Tidak Tepat

PBNU: Wacana Pengenaan PPN untuk Pendidikan dan Sembako Tidak Tepat

Nasional
Giri Suprapdiono Sebut 3 Skenario Pelemahan KPK Melalui TWK

Giri Suprapdiono Sebut 3 Skenario Pelemahan KPK Melalui TWK

Nasional
UPDATE 12 Juni: Pemerintah Periksa 17.833.717 Spesimen Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 12 Juni: Pemerintah Periksa 17.833.717 Spesimen Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update: Sebaran 7.465 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jakarta

Update: Sebaran 7.465 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jakarta

Nasional
UPDATE 12 Juni: Ada 106.894 Kasus Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 12 Juni: Ada 106.894 Kasus Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update 12 Juni: Ada 108.324 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 12 Juni: Ada 108.324 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update: Bertambah 5.292, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.740.436 Orang

Update: Bertambah 5.292, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.740.436 Orang

Nasional
Update 12 Juni: Bertambah 164, Korban Meninggal Dunia akibat Covid-19 Jadi 52.730 Orang

Update 12 Juni: Bertambah 164, Korban Meninggal Dunia akibat Covid-19 Jadi 52.730 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X