Neno Warisman hingga Politisi PKS Mardani Ali Sera Dilaporkan ke Bareskrim

Kompas.com - 14/08/2018, 20:10 WIB
Ketua Jaklovers, komunitas pendukung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk menjadi calon gubernur DKI, Neno Warisman, mengunjungi rumah Mantan Menko Bidang Kemaritiman Rizal Ramli di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (22/8/2016). Nursita SariKetua Jaklovers, komunitas pendukung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk menjadi calon gubernur DKI, Neno Warisman, mengunjungi rumah Mantan Menko Bidang Kemaritiman Rizal Ramli di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (22/8/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Relawan Emak Militan Jokowi Indonesia (EMJI) Djati Erna Sahara, Selasa (14/8/2018) petang melaporkan Isa Anshari, politisi PKS Mardani Ali Sera, dan salah satu salah aktivis dalam gerakan #2019GantiPresiden, Neno Warisman ke Bareskrim Polri atas perkara ujaran kebencian (hate speech).

Surat tanda terima laporan tercatat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Polri dengan Nomor STTL/838/VIII/2018/BARESKRIM. Adapun, nomor Laporan Polisi (LP) tersebut, yakni STTL/838/VIII/2018/BARESKRIM tertanggal, Selasa 14 Agustus 2018.

“Jadi kami dari organisasi Emak Militan Jokowi Indonesia melaporkan Neno Warisman, Mardani Ali Sera, Isa Anshari dan kawan-kawannya yang selama ini menyebarkan #2019gantipresiden,” kata Djati usai melapor.

Baca juga: Cerita Neno Warisman Saat Dihadang di Bandara Hang Nadim, Batam

Djati memandang perbuatan yang dilakukan mereka telah melanggar nilai-nilai demokrasi Indonesia.

Ketua Umum Relawan  Emak Militan Jokowi (EMJI) Djati Erna Sahara dan Sekjen EMJI Pebby Magdalena saat melaporkan Politisi PKS Mardani Ali Sera, Neno Warisman, Isa Anshari di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (14/8/2018).Reza Jurnaliston Ketua Umum Relawan Emak Militan Jokowi (EMJI) Djati Erna Sahara dan Sekjen EMJI Pebby Magdalena saat melaporkan Politisi PKS Mardani Ali Sera, Neno Warisman, Isa Anshari di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (14/8/2018).
“Upaya-upaya mereka itu seolah-seolah mereka ingin menghalangi Pak Jokowi untuk dipilih kembali. Dan mereka memprovokasi masyarakat untuk tidak memilih beliau (Joko Widodo),” tutur Djati.

Selain itu, menurut Djati, tindakan yang dilakukan oleh Mardani Ali Sera, Neno Warisman, dan Isa Anshari telah melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 155 ayat (1), pasal 157.

Lebih lanjut, dalam laporannya ini, Djati turut membawa sejumlah barang bukti. Barang bukti tersebut berupa video yang menampilkan kampanye #2019gantipresiden pada tanggal 6 Mei 2018 saat kampanye di Monas serta tanggal 29 Juli 2018 saat kampanye di kota Batam.

Baca juga: Caleg Gerindra Diminta Kampanye Presiden Prabowo, Bukan #2019GantiPresiden

“Membawa sejumlah video di mana Mardani (Ketua DPP Partai Keadilan Sosial Mardani Ali Sera) berorasi deklarasi #2019gantipresiden, Video Neno Warisman mengajak berperang, kemudian video Neno Warisman juga yang mengajak orang-orang mengganti sistem (pemerintahan), mengganti presiden dan memprovokasi,” kata Djati.

“Dan video Isa Anshari, dia juga melakukan kampanye untuk ganti presiden di Kalimantan,” sambung Djati.

Djati berharap pelaporan ini bisa segera ditindaklanjuti dan para terlapor menjalani hukuman yang akan dikenakan oleh kepolisian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X