Eks Model Steffy Burase Diperiksa KPK soal Aliran Dana Proyek di Aceh

Kompas.com - 14/08/2018, 16:58 WIB
Fenny Steffy Burase didampingi kuasa hukumnya Fahri Timur menggelar konferensi pers dengan Jurnalis di Banda Aceh untuk memberikan klarifikasi terkait pemberitaan selama ini yang seolah-olah kasus korupsi DOKA 2018 berkaitan dengan Aceh maraton, Sabtu (11/08/18).  KOMPAS.COM/RAJA UMARFenny Steffy Burase didampingi kuasa hukumnya Fahri Timur menggelar konferensi pers dengan Jurnalis di Banda Aceh untuk memberikan klarifikasi terkait pemberitaan selama ini yang seolah-olah kasus korupsi DOKA 2018 berkaitan dengan Aceh maraton, Sabtu (11/08/18).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) kembali memeriksa mantan model Steffy Burase, Selasa (14/8/2018). Namun, pemeriksaan kali ini dilakukan di Aula Direktorat Kriminal Khusus Polda Aceh.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Steffy diperiksa untuk tersangka Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf. Penyidik menggali keterkaitan sejumlah proyek dengan Steffy Burase yang telah beberapa kali diperiksa KPK di Jakarta sebelumnya.

"KPK sedang mencermati bukti-bukti baru tentang aliran dana lain terkait sejumlah proyek di Aceh," ujar Febri melalui pesan singkat, Selasa.

Selain Steffy, penyidik juga memeriksa 12 saksi lainnya. Para saksi terdiri dari 11 ketua pokja, pihak swasta dan staff di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Baca juga: Model Steffy Burase Diperiksa 11 Jam, Apa yang Ditelusuri Penyidik KPK?

Irwandi bersama Bupati Bener Meriah, Aceh Ahmadi terjerat kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji yang bertentangan dengan kewajibannya terkait dengan pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOCA) Tahun Anggaran 2018 pada Pemerintah Provinsi Aceh.

Adapun Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun Anggaran 2018 itu sebesar Rp 8 triliun.

KPK juga menetapkan dua pihak swasta Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. Keduanya bersama dengan Irwandi disebut sebagai penerima. Sementara Ahmadi disebut sebagai pemberi.

Dalam konstruksi perkara, KPK menduga upaya pemberian uang Rp 500 juta dari Ahmadi kepada Irwandi terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun 2018.

Diduga pemberian tersebut merupakan bagian dari commitment fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintah Aceh dan setiap proyek yang dibiayai dari dana DOCA.

Pemberian uang kepada Irwandi tersebut diketahui dilakukan melalui orang-orang terdekatnya serta orang-orang terdekat Ahmadi sebagai perantara.

Saat ini KPK masih mendalami dugaan penerimaan-penerimaan sebelumnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X