Sekjen Partai Koalisi Indonesia Kerja Gelar Pelatihan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional

Kompas.com - 13/08/2018, 14:00 WIB
Presiden Joko Widodo saat menerima sembilan orang sekretaris jenderal partai politik pendukung di Istana Presiden Bogor, Selasa (31/7/2017).Agus Suparto/Fotografer Kepresidenan Presiden Joko Widodo saat menerima sembilan orang sekretaris jenderal partai politik pendukung di Istana Presiden Bogor, Selasa (31/7/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sembilan sekjen partai Koalisi Indonesia Kerja menggelar pelatihan bagi juru bicara tim kampanye nasional. Pelatihan digelar di Hotel Oria, Menteng, Jakarta, Senin (13/8/2018).

Pelatihan tersebut dihadiri oleh sembilan sekjen partai koalisi pengusung pasangan bakal capres dan cawapres Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin hadir dalam acara tersebut.

Kesembilan partai itu ialah PDI-P, Golkar, PKB, Nasdem, Hanura, PPP, Perindo, PSI, dan PKPI.

Baca juga: Kubu Jokowi Bernama Koalisi Indonesia Kerja

"Kami bergerak cepat hari ini. Kami melakukan pelatihan jurkam (juru kampanye) dan workshop. Jadi hari ini adalah pembekalan hingga aspek-aspek strategis terkait kebijakan pemerintahan Pak Jokowi-JK. Nawacita I keberhasilannya," kata Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto, di sela pembekalan juru bicara tim kampanye nasional, Senin.

Hasto mengatakan, masing-masing partai mengirimkan utusannya untuk dijadikan juru bicara. Nantinya mereka akan diterjunkan di saat kampanye untuk menyampaikan keberhasilan Jokowi.

Baca juga: PSI: Parpol-parpol Pengusung Jokowi Dinamakan Koalisi Indonesia Kerja

Ia memastikan juru bicara tim kampanye nasional Koalisi Indonesia Kerja tak akan mengkampanyekan hoaks untuk mengkritik kubu oposisi.

Hasto menyatakan, juru bicara mereka dilatih untuk memahami data berbagai keberhasilan pemerintahan Jokowi sehingga bisa menyampaikan kepada masyarakat untuk meraih simpati.

"Ada upaya pemilu menjadi pertarungan segala cara tetapi pesan Pak Jokowi menekankan apa bila melakukan sesuatu yang ofensif dimaknakan sebagai sosialisasi hal-hal apa saja yang dilakukan pemerintah," lanjut dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X