Dokter Tes Kesehatan Pilpres adalah Gabungan IDI dan RSPAD - Kompas.com

Dokter Tes Kesehatan Pilpres adalah Gabungan IDI dan RSPAD

Kompas.com - 12/08/2018, 11:15 WIB
Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ilham Oetama Marsis dalam keterangan resminya, di Media Center, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018).Reza Jurnaliston Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ilham Oetama Marsis dalam keterangan resminya, di Media Center, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com  -Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) Ilham Oetama Marsis menuturkan, tim pemeriksaan kesehatan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden dilakukan oleh tim yang terdiri dari gabungan IDI dan RSPAD Gatot Soebroto.

"Tim terdiri dari dokter spesialis, dokter gigi spesialis, dan tenaga kesehatan lain," kata Ilham dalam keterangan resminya di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018).

Hari ini, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan menjalani serangkaian tes kesehatan mulai dari mata, telinga, gigi, hingga organ dalam.

Selain itu, juga akan ada pemeriksaan kejiwaan lewat psikotes serta tes bebas penyalahgunaan narkotika. Standar pemeriksaan akan ditentukan oleh tim dokter dari IDI.

Baca juga: VIDEO: Jokowi dan Ma'ruf Amin Pakai Baju RS Sebelum Tes Kesehatan

Ilham mengatakan, penilaian kesehatan bakal capres-bakal cawapres telah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang selanjutnya diatur dengan Peraturan KPU RI Nomor 22 tahun 2018 tentang Pencalonan Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

"Di dalam peraturan KPU RI tersebut disebutkan bahwa KPU RI berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menyusun panduan teknis penilaian kemampuan rohani dan jasmani bakal calon presiden dan wakil presiden yang ditetapkan dengan keputusan KPU," kata Ilham.

Lebih lanjut, tutur Ilham, ada beberapa persyaratan untuk dapat menjadi tim pemeriksa. Salah satunya adalah memiliki masa kerja 15 tahun atau lebih sebagai dokter spesialis, bukan anggota partai, bukan sebagai dokter pribadi bakal calon atau sebagai anggota dokter kepresidenan.

Selain itu, dokter tersebut juga telah mendapat surat tugas dari perhimpunan dokter spesialisnya.

"Seluruh tim terikat kepada sumpah dan kode etik sehingga wajib menjalankan pemeriksaan dengan profesional dan independen," ujar Ilham Oetama Marsis.


Terkini Lainnya

5 Fakta Kebakaran Mobil di Bandara Juanda, Diduga Korsleting Charger HP hingga Pengakuan Pemilik

5 Fakta Kebakaran Mobil di Bandara Juanda, Diduga Korsleting Charger HP hingga Pengakuan Pemilik

Regional
Puting Beliung Rusak Ratusan Rumah di Bandung Barat, Ini Penjelasan BMKG

Puting Beliung Rusak Ratusan Rumah di Bandung Barat, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Pelaku Pembunuhan Dufi Bawa Ponsel dan Kartu ATM Korban

Pelaku Pembunuhan Dufi Bawa Ponsel dan Kartu ATM Korban

Megapolitan
Pelaku Pembunuhan Dufi Ditangkap di Bantargebang

Pelaku Pembunuhan Dufi Ditangkap di Bantargebang

Megapolitan
Surya Paloh Nilai Pileg dan Pilpres Sama-sama Penting

Surya Paloh Nilai Pileg dan Pilpres Sama-sama Penting

Nasional
Setelah Membunuh CLP, Dua Pelaku Berupaya Melarikan Diri ke Jambi

Setelah Membunuh CLP, Dua Pelaku Berupaya Melarikan Diri ke Jambi

Megapolitan
Surya Paloh: Tidak Salah Target Masuk 3 Besar di Pemilu 2019

Surya Paloh: Tidak Salah Target Masuk 3 Besar di Pemilu 2019

Nasional
Perludem: Penyandang Disabilitas Mental Harus Diberi Hak Pilih dalam Pemilu

Perludem: Penyandang Disabilitas Mental Harus Diberi Hak Pilih dalam Pemilu

Nasional
BIN: 7 Perguruan Tinggi Negeri Terpapar Paham Radikal

BIN: 7 Perguruan Tinggi Negeri Terpapar Paham Radikal

Nasional
BIN Bantah Suap Ormas Demi Bungkam Kritik terhadap Pemerintah

BIN Bantah Suap Ormas Demi Bungkam Kritik terhadap Pemerintah

Nasional
186 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Bandung Barat

186 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Bandung Barat

Regional
Terdapat Bekas Luka Pukulan di Kepala Perempuan yang Tewas di Indekos Mampang

Terdapat Bekas Luka Pukulan di Kepala Perempuan yang Tewas di Indekos Mampang

Megapolitan
Dua Terduga Pelaku Bertamu ke Indekos CLP Sebelum Ditemukan Tewas di Mampang

Dua Terduga Pelaku Bertamu ke Indekos CLP Sebelum Ditemukan Tewas di Mampang

Megapolitan
Terkait Kelompok Radikal, Kasus Penyerangan Pos Lantas Lamongan Dilimpahkan ke Densus 88

Terkait Kelompok Radikal, Kasus Penyerangan Pos Lantas Lamongan Dilimpahkan ke Densus 88

Regional
5 Fakta Buaya Terkam Bocah di Riau, Diserang di Depan Rumah hingga Peringatan BBKSDA

5 Fakta Buaya Terkam Bocah di Riau, Diserang di Depan Rumah hingga Peringatan BBKSDA

Regional

Close Ads X