Menhan: Pembahasan Pembelian Sukhoi Sudah Tuntas

Kompas.com - 11/08/2018, 15:24 WIB
Pesawat Sukhoi milik TNI melakukan atraksi di udara saat perayaan HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten (5/10). Perayaan HUT ke-72 TNI mengusung tema Bersama Rakyat TNI Kuat.ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A Pesawat Sukhoi milik TNI melakukan atraksi di udara saat perayaan HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten (5/10). Perayaan HUT ke-72 TNI mengusung tema Bersama Rakyat TNI Kuat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan pembahasan pengadaan 11 pesawat tempur Sukhoi Su-35 telah tuntas. Pesawat dijadwalkan tiba bertahap pada Oktober 2019.

"Sudah selesai pembahasannya, itu kan G to G (goverment to goverment) yang belum imbal dagangnya," ujar Ryamizard, Sabtu (11/8/2018), seperti dikutip Antara.

Perjanjian pembelian 11 Sukhoi Su-35 dari Rusia seharga 1,14 miliar dollar AS atau Rp 15,3 triliun (kurs 1 dollar AS sama dengan Rp 13.500) telah ditandatangani Pemerintah Indonesia dan Rusia.

"Tidak ada masalah, semua sudah tuntas, kontrak sudah ditandatangani. Imbal belinya yang belum," kata mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu.


Baca juga: Beli Sukhoi dari Rusia, Indonesia Dapat Ancaman dari Amerika Serikat

Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu ketika ditemui di Pondok Pesantren Al-Hikam, Depok, Jawa Barat, Selasa (31/10/2017).KOMPAS.com/ MOH NADLIR Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu ketika ditemui di Pondok Pesantren Al-Hikam, Depok, Jawa Barat, Selasa (31/10/2017).
Kontrak pembelian SU-35 itu dengan spesifikasi "full combat" (persenjataan lengkap) antara Indonesia-Rusia ditandatangani pada Februari lalu.

Dalam pembelian pesawat tersebut, Indonesia dan Rusia menggunakan sistem imbal beli.

Dengan skema imbal beli, Rusia diwajibkan membeli komoditas dari Indonesia sebesar 50 persen dari harga Sukhoi Su-35 tersebut atau senilai 570 juta dollar AS.

Adapun produk yang ingin dibeli Rusia dari Indonesia adalah karet, teh, kopi dan kelapa sawit.

Terkait informasi yang menyebut AS berusaha menekan Indonesia agar tidak membeli Sukhoi dari Rusia, Menhan Ryamizard menegaskan, "hubungan kita dengan Amerika Serikat baik kok. Saya dengan Mattis (Menteri Pertahanan AS James Mattis), bahkan seperti saudara".

"Kita berdaulat, dan kita memiliki hubungan yang baik dengan semua negara termasuk Amerika Serikat, Rusia dan China," katanya.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara Marsda TNI Johanes Berchman SW mengatakan, pihaknya telah menyiapkan fasilitas dan penerbang yang akan mengawaki Sukhoi Su-35.

"Semua sudah siap," katanya.

Awal pekan ini, Deputy Director of The Air Force Departement Rusia, Tsyplakov Yury beserta tim melakukan survei di Pangkalan Udara Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur.

Survei selama dua hari tersebut untuk mempersiapkan kedatangan pesawat Sukhoi SU-35 yang dibeli pemerintah RI dari Rusia.

Sepuluh orang ahli melakukan survei yang meliputi hanggar, 'shelter', 'apron', 'aerodrome', 'runway', 'taxyway', 'fire fighter vehicles', GPL, simulator, Depo 60, dan objek lainnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


SumberAntara
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X