Ditetapkan Jadi Cawapres Jokowi, Ma'ruf Amin Sambangi PPP

Kompas.com - 10/08/2018, 15:40 WIB
Calon Wakil Presiden pendamping Joko Widodo, KH Maruf Amin menyambangi gedung DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), kawasan Diponegoro, Jakarta, Jumat (10/8/2018). DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com Calon Wakil Presiden pendamping Joko Widodo, KH Maruf Amin menyambangi gedung DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), kawasan Diponegoro, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil presiden pendamping Joko Widodo, KH Ma'ruf Amin menyambangi gedung DPP Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) di kawasan Diponegoro, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Ma'ruf yang mengenakan pakaian khasnya ini tiba sekitar pukul 15.10 WIB dengan mobil Toyota Alphard Hitam B 5 MRF.

Kedatangan Ma'ruf disambut langsung oleh Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy. Ma'ruf sempat bersalaman dan memeluk Romahurmuziy sebelum memasuki lobi DPP PPP.

Pria yang akrab disapa Romi itu mengungkapkan, kedatangan Ma'ruf ke PPP untuk mempererat silaturahim kedua pihak. Ia ingin Ma'ruf dan jajaran PPP bisa semakin mengenal satu sama lain.


Baca juga: Jokowi: Saya Yakin Ma'ruf Amin adalah Figur yang Tepat Mendampingi Saya...

Menurut Romi, PPP sudah menganggap Ma'ruf jadi bagian keluarga besar partainya.

"Sebagai partai pengusung seluruh keluarga besar PPP akan memenangkan beliau, sehingga kita perlu mengenal lebih jauh apa yang akan beliau lakukan dan apa yang menjadi visi dan misi beliau sebagai calon wakil presiden pendamping Jokowi," kata dia.

Ia juga berharap kehadiran Ma'ruf bisa mendorong semangat baru bagi PPP pada Pemilu 2019.

Seperti yang diketahui, Jokowi telah menggandeng Ma'ruf sebagai cawapresnya. Jokowi pun mengungkap alasannya memilih Ketua MUI itu.

Baca juga: Akhir Kompromi Bagi Jokowi, Ma'ruf Amin, dan Mahfud MD

Menurut Jokowi, Maruf adalah tokoh agama yang bijaksana. Jokowi kemudian menyebut berbagai jabatan yang pernah diemban Maruf.

Ma'ruf pernah menjadi anggota legislatif DPRD, DPR, MPR, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rais 'Aam PBNU hingga sekarang menjabat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia.

Dalam kaitannya dengan Kebhinekaan, kata Jokowi, Maruf menjabat anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

"Kami ini saling melengkapi, nasionalis religius," ujar Jokowi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jokowi Menikmati Minggu Malam dengan Menyantap Pho di TIS Square Tebet

Jokowi Menikmati Minggu Malam dengan Menyantap Pho di TIS Square Tebet

Nasional
Minggu Malam, Jokowi dan Keluarga Nongkrong di TIS Square Tebet

Minggu Malam, Jokowi dan Keluarga Nongkrong di TIS Square Tebet

Nasional
Jaksa Terjerat Suap, Jaksa Agung Minta Jangan Digeneralisasi

Jaksa Terjerat Suap, Jaksa Agung Minta Jangan Digeneralisasi

Nasional
Demi Cegah Kebakaran Hutan, Pemerintah Diminta Evaluasi Izin Konsesi Lahan

Demi Cegah Kebakaran Hutan, Pemerintah Diminta Evaluasi Izin Konsesi Lahan

Nasional
Walhi Kalteng: Kami Tak Minta Ganti Rugi, tetapi Minta Pemerintah Jalankan Kewajiban

Walhi Kalteng: Kami Tak Minta Ganti Rugi, tetapi Minta Pemerintah Jalankan Kewajiban

Nasional
Kejati DKI Jakarta Terima Barang Bukti dan 218 Tersangka Kasus Kerusuhan 21-22 Mei

Kejati DKI Jakarta Terima Barang Bukti dan 218 Tersangka Kasus Kerusuhan 21-22 Mei

Nasional
Walhi Tuntut Pemerintah Bangun Rumah Sakit Khusus bagi Korban Karhutla

Walhi Tuntut Pemerintah Bangun Rumah Sakit Khusus bagi Korban Karhutla

Nasional
Sesepuh Kejaksaan Harap Jaksa Agung Selanjutnya dari Internal dan Bukan Politisi

Sesepuh Kejaksaan Harap Jaksa Agung Selanjutnya dari Internal dan Bukan Politisi

Nasional
[POPULER DI KOMPASIANA] Risalah Hoaks Kabinet Jokowi-Ma'ruf | Istri Dipaksa Melayani Suami | Berhentilah Nyinyir Drama Korea

[POPULER DI KOMPASIANA] Risalah Hoaks Kabinet Jokowi-Ma'ruf | Istri Dipaksa Melayani Suami | Berhentilah Nyinyir Drama Korea

Nasional
Ditolak PKB, Waketum PAN Sebut soal Kabinet Hak Prerogatif Presiden

Ditolak PKB, Waketum PAN Sebut soal Kabinet Hak Prerogatif Presiden

Nasional
MPR Minta Sistem Presidensial Diperkuat

MPR Minta Sistem Presidensial Diperkuat

Nasional
Lewat Ludruk, MPR Sosialisasikan Empat Pilar ke Masyarakat Sumenep

Lewat Ludruk, MPR Sosialisasikan Empat Pilar ke Masyarakat Sumenep

Nasional
Hari Anak, Ini Pesan Kepala BKKBN untuk Orangtua...

Hari Anak, Ini Pesan Kepala BKKBN untuk Orangtua...

Nasional
Polisi Kejar 5 Terduga Provokator dan Pelaku Bentrok Mesuji

Polisi Kejar 5 Terduga Provokator dan Pelaku Bentrok Mesuji

Nasional
Susi: Kalau Minum Pakai Sedotan Plastik, Malu-maluin...

Susi: Kalau Minum Pakai Sedotan Plastik, Malu-maluin...

Nasional
Close Ads X