Fadli Zon: Demokrat Bergabung, Koalisi Prabowo-Sandi Lebih Berenergi

Kompas.com - 10/08/2018, 15:24 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon ketika ditemui di Grand Hyatt, Jakarta, Senin (23/7/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIRWakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon ketika ditemui di Grand Hyatt, Jakarta, Senin (23/7/2018).
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon menilai, bergabungnya Partai Demokrat ke koalisi memberikan efek positif bagi Prabowo-Sandiaga Uno.

"Ini menambah energi, menambah kekuatan untuk memenangkan Pilpres 2019 Prabowo-Sandiaga Uno," ujarnya di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Selain Demokrat, Fadli juga mengatakan, sejumlah partai akan ikut bergabung dengan koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga Uno. Partai tersebut merupakan partai baru dan partai lama namun belum memiliki kursi di DPR.

Baca juga: Demokrat Persilakan PAN dan PKS Tuntut Andi Arief ke Ranah Hukum

Fadli sendiri tidak menyebutkan partai-partai tersebut. Namun dalam rombongan pendukung Prabowo-Sandiaga yang datang ke KPU, hadir dua politisi Partai Berkarya yakni Titiek Soeharto dan Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso.

"Ada juga pimpinan 4 parpol yang ada beberapa yang baru bergabung tadi ada Pak Amien Rais, Presiden PKS, Pak Zulkifli Hasan, ada Gemokrat, Pak SBY saya belum tahu (datang atau tidak), tapi Pak AHY dan pimpinan Demokrat lainnya hadir ke KPU," kata Fadli.

Sebelumnya, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tiba di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta Pusat, untuk mendaftar sebagai bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Keduanya tiba bersamaan, Jumat (10/8/2018) pukul 13.35 WIB.

Baca juga: AHY Minta Maaf kepada Kader Demokrat karena Gagal Jadi Cawapres

Pasangan itu memasuki halaman gedung KPU dengan berjalan kaki setelah sebelumnya menaiki sebuah mobil berwarna putih. Prabowo terlihat mengenakan kemeja berwarna putih, sedangkan Sandiaga memakai kemeja berwarna biru.

Kehadiran keduanya diiringi dengan marching band yang memainkan lagu "#2019GantiPresiden".

Di belakang Sandiaga, tampak pula Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenakan kemeja berwarna biru tua.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RUU PKS Diusulkan Ditunda, Amnesty: Wakil Rakyat Tak Sensitif...

RUU PKS Diusulkan Ditunda, Amnesty: Wakil Rakyat Tak Sensitif...

Nasional
Ini Menteri yang Tak Kena Reshuffle Menurut Prediksi Pengamat...

Ini Menteri yang Tak Kena Reshuffle Menurut Prediksi Pengamat...

Nasional
Ini Data WNI di Luar Negeri Terinfeksi Covid-19 Hingga 5 Juli 2020

Ini Data WNI di Luar Negeri Terinfeksi Covid-19 Hingga 5 Juli 2020

Nasional
Kontroversi Kalung Eucalyptus, Diklaim Antivirus Corona...

Kontroversi Kalung Eucalyptus, Diklaim Antivirus Corona...

Nasional
UPDATE: Ada 62.142 Kasus Covid-19 Hingga Masyarakat yang Masih Bandel

UPDATE: Ada 62.142 Kasus Covid-19 Hingga Masyarakat yang Masih Bandel

Nasional
Survei IPO: 58,6 Persen Responden Puas dengan Kinerja Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19

Survei IPO: 58,6 Persen Responden Puas dengan Kinerja Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19

Nasional
Ketua MPR: Bola RUU Haluan Ideologi Pancasila Ada di Tangan Pemerintah

Ketua MPR: Bola RUU Haluan Ideologi Pancasila Ada di Tangan Pemerintah

Nasional
Kementan Sebut Kalung Eucalyptus sebagai Antivirus Corona, Ini Tanggapan IDI

Kementan Sebut Kalung Eucalyptus sebagai Antivirus Corona, Ini Tanggapan IDI

Nasional
Jadi Tersangka KPK, Ketua DPRD Kutai Timur DIpecat dari PPP

Jadi Tersangka KPK, Ketua DPRD Kutai Timur DIpecat dari PPP

Nasional
Survei: 64,1 Persen Responden Nilai Yasonna Paling Layak Di-reshuffle, Terawan 52,4 Persen

Survei: 64,1 Persen Responden Nilai Yasonna Paling Layak Di-reshuffle, Terawan 52,4 Persen

Nasional
Survei IPO: 72,9 Persen Responden Anggap Perlu Ada Reshuffle di Kabinet Jokowi

Survei IPO: 72,9 Persen Responden Anggap Perlu Ada Reshuffle di Kabinet Jokowi

Nasional
7 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Pembelajaran Jarak Jauh Selama Covid-19

7 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Pembelajaran Jarak Jauh Selama Covid-19

Nasional
Kasus Covid-19 Masih Bertambah, Jubir: Masih Ada Pembawa Virus tapi Tak Mampu Lindungi Orang Lain

Kasus Covid-19 Masih Bertambah, Jubir: Masih Ada Pembawa Virus tapi Tak Mampu Lindungi Orang Lain

Nasional
1.447 Kasus Baru Covid-19, Ini 5 Provinsi dengan Penambahan Tertinggi

1.447 Kasus Baru Covid-19, Ini 5 Provinsi dengan Penambahan Tertinggi

Nasional
Soal Reshuffle, PKS: Kita Serahkan ke Pak Jokowi, PKS Oposisi...

Soal Reshuffle, PKS: Kita Serahkan ke Pak Jokowi, PKS Oposisi...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X