Jokowi: Jadikan Pemilu 2019 Ajang Demokrasi, Bukan Perang dan Permusuhan

Kompas.com - 10/08/2018, 10:59 WIB
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (kiri) dan Maruf Amin (kanan) tiba di gedung KPU untuk melakukan pendaftaran di Jakarta, Jumat (10/8). Pasangan Joko Widodo-Maruf Amin mendaftarkan diri sebagai calon presiden-wakil presiden periode 2019-2024. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc/18.Hafidz Mubarak A Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (kiri) dan Maruf Amin (kanan) tiba di gedung KPU untuk melakukan pendaftaran di Jakarta, Jumat (10/8). Pasangan Joko Widodo-Maruf Amin mendaftarkan diri sebagai calon presiden-wakil presiden periode 2019-2024. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc/18.

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo berharap agar perhelatan Pemilu 2019 mendatang jangan sampai mengganggu persatuan dan kesatuan. Dia berharap agar pemilu 2019 menjadi ajang demokrasi adu gagasan, bukan jadi arena peperangan dan permusuhan.

"Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia agar bersama-sama menjadikan Pemilu 2019 ini menjadi ajang demokrasi yang penuh kegembiraan. Demokrasi bukan perang, demokrasi bukan permusuhan, tapi ajang mengacu gagasan, ajang mengacu ide, ajang mengacu rekam jejak, ajang mengacu prestasi," ujar Jokowi seusai mendaftarkan dirinya dan Ma'ruf Amin di gedung KPU, Jumat (10/8/2018).

Baca juga: Daftar ke KPU, Jokowi Pakai Kemeja Bersih, Merakyat, Kerja Nyata

Jokowi berharap agar perbedaan politik yang ada tidak membuat komuniasi antartetangga atau antarsaudara menjadi terganggu. Kehidupan bermasyarakat harus berjalan seperti normal.


"Aset terbesar kita persatuan dan kesatuan, penting dan berharga yang perlu dirawat bersama," kata Jokowi.

Pagi ini, Jokowi bersama Ma'ruf Amin resmi mendaftar sebagai bakal capres dan cawapres ke KPU. Kedatangan Jokowi dan Ma'ruf ini diiringi oleh seluruh parpol koalisi.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

Nasional
Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Nasional
Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

Nasional
Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

Nasional
Jenguk Korban Kerusuhan 22 Mei, Waketum Demokrat Minta Pengusutan Tuntas

Jenguk Korban Kerusuhan 22 Mei, Waketum Demokrat Minta Pengusutan Tuntas

Nasional
Mudik 2019, Pemerintah Siapkan 6.047 Fasilitas Layanan Kesehatan

Mudik 2019, Pemerintah Siapkan 6.047 Fasilitas Layanan Kesehatan

Nasional
KPU Siapkan 20 Pengacara untuk Hadapi BPN Prabowo-Sandiaga di MK

KPU Siapkan 20 Pengacara untuk Hadapi BPN Prabowo-Sandiaga di MK

Nasional
Nasdem Klaim Raih Peningkatan Suara Terbanyak di Pileg 2019

Nasdem Klaim Raih Peningkatan Suara Terbanyak di Pileg 2019

Nasional
Mantan Hakim MK: Narasi Bambang Widjojanto Berbahaya Sekali

Mantan Hakim MK: Narasi Bambang Widjojanto Berbahaya Sekali

Nasional
Hoaks atau Fakta Sepekan: Seputar Kerusuhan 22 Mei, Isu Cacar Monyet hingga Tol Ambruk

Hoaks atau Fakta Sepekan: Seputar Kerusuhan 22 Mei, Isu Cacar Monyet hingga Tol Ambruk

Nasional
'Kalau Alat Bukti BPN Masih Seperti yang ke Bawaslu, Perkara di MK Akan Cepat Selesai'

"Kalau Alat Bukti BPN Masih Seperti yang ke Bawaslu, Perkara di MK Akan Cepat Selesai"

Nasional
Tim Hukum BPN Keluhkan Penutupan Jalan Ke MK, Ini Tanggapan Polri

Tim Hukum BPN Keluhkan Penutupan Jalan Ke MK, Ini Tanggapan Polri

Nasional
Kapolri Bentuk Tim Pencari Fakta Terkait Korban Kerusuhan 22 Mei

Kapolri Bentuk Tim Pencari Fakta Terkait Korban Kerusuhan 22 Mei

Nasional
Menurut Pakar, 51 Bukti yang Dibawa Tim Hukum Prabowo-Sandiaga ke MK Sangat Sedikit

Menurut Pakar, 51 Bukti yang Dibawa Tim Hukum Prabowo-Sandiaga ke MK Sangat Sedikit

Nasional
Polri Janji Tindak Anggota yang Langgar SOP Saat Kerusuhan 22 Mei

Polri Janji Tindak Anggota yang Langgar SOP Saat Kerusuhan 22 Mei

Nasional

Close Ads X