Daftar ke KPU, Jokowi Pakai Kemeja "Bersih, Merakyat, Kerja Nyata"

Kompas.com - 10/08/2018, 09:26 WIB
Presiden Jokowi dan Ketum MUI Maruf Amin tiba di Gedung Djoang 45, Jumat (10/8/2018). Keduanya akan bersama-sama menuju gedung KPU untuk mendaftarkan diri sebagai capres dan cawapres. KOMPAS.comPresiden Jokowi dan Ketum MUI Maruf Amin tiba di Gedung Djoang 45, Jumat (10/8/2018). Keduanya akan bersama-sama menuju gedung KPU untuk mendaftarkan diri sebagai capres dan cawapres.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Joko Widodo dan Ma'ruf Amin tiba di Gedung Joang 45 di Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018). Jokowi dan Ma'ruf seragam mengenakan pakaian serba putih.

Namun, ada yang menarik dengan pakaian yang dikenakan Jokowi. Ada gambar karikatur di bagian depan kemeja putih yang dikenakan.

Karikatur tersebut terdiri dari siluet hitam yang berupa gambar laki-laki mirip Jokowi. Di dalam karikatur yang dilapis ukiran itu terdapat sebuah tulisan.

Baca juga: Jokowi: Maruf Amin Ulama yang Dihormati Umat Islam


Tulisan dengan cetak tebal itu bertuliskan "Bersih, Merakyat, Kerja Nyata".

Sedianya, Jokowi-Ma'ruf Amin dan para pendukung akan berangkat dari Gedung Joang pukul 09.00 WIB.

Mereka akan bersama-sama menuju Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan pendaftaran calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menlu: 27 WNI di Kapal Pesiar Westerdam Negatif Corona dan Sehat

Menlu: 27 WNI di Kapal Pesiar Westerdam Negatif Corona dan Sehat

Nasional
Kritik Anies soal Revitalisasi TIM, Forum Seniman Mengaku Tak Pernah Diajak Bicara

Kritik Anies soal Revitalisasi TIM, Forum Seniman Mengaku Tak Pernah Diajak Bicara

Nasional
Penutupan Tambang Tak Berizin Dimulai dari Kawasan Halimun Salak

Penutupan Tambang Tak Berizin Dimulai dari Kawasan Halimun Salak

Nasional
Kemen PPPA Minta Pemerintah Hati-hati soal Pemulangan Anak-anak WNI Terduga Teroris

Kemen PPPA Minta Pemerintah Hati-hati soal Pemulangan Anak-anak WNI Terduga Teroris

Nasional
Riset Nagara Institute: Banten Terbesar soal Terpapar Dinasti Politik

Riset Nagara Institute: Banten Terbesar soal Terpapar Dinasti Politik

Nasional
Menlu Sebut Pemerintah Bantu Logistik 78 WNI yang Dikarantina di Kapal Diamond Princess

Menlu Sebut Pemerintah Bantu Logistik 78 WNI yang Dikarantina di Kapal Diamond Princess

Nasional
PP Ubah UU di Draf Omnibus Law, Baleg DPR: Bertentangan UUD Akan Batal

PP Ubah UU di Draf Omnibus Law, Baleg DPR: Bertentangan UUD Akan Batal

Nasional
Kasus Penolakan Rumah Ibadah di Karimun Selesai, Mahfud Minta Semua Pihak Tahan Diri

Kasus Penolakan Rumah Ibadah di Karimun Selesai, Mahfud Minta Semua Pihak Tahan Diri

Nasional
BPIP dan KPK Bumikan Pancasila

BPIP dan KPK Bumikan Pancasila

Nasional
Tjahjo Kumolo Tegaskan ASN Wajib Setia terhadap Pancasila seperti TNI

Tjahjo Kumolo Tegaskan ASN Wajib Setia terhadap Pancasila seperti TNI

Nasional
Riset Nagara Institute: Nasdem Paling Tinggi Terpapar Dinasti Politik

Riset Nagara Institute: Nasdem Paling Tinggi Terpapar Dinasti Politik

Nasional
Pramono: Pak Jokowi ke Afghanistan Saja Berani, apalagi ke Kediri

Pramono: Pak Jokowi ke Afghanistan Saja Berani, apalagi ke Kediri

Nasional
Moeldoko Bantah Peristiwa Paniai Pelanggaran HAM Berat, Komnas HAM: Itu Statement Politik

Moeldoko Bantah Peristiwa Paniai Pelanggaran HAM Berat, Komnas HAM: Itu Statement Politik

Nasional
Rapat di DPR Bahas Revitalisasi TIM, Forum Seniman Minta Anies Baswedan Disanksi

Rapat di DPR Bahas Revitalisasi TIM, Forum Seniman Minta Anies Baswedan Disanksi

Nasional
Menko PMK: Pendeteksi Corona di Indonesia Alat yang Andal

Menko PMK: Pendeteksi Corona di Indonesia Alat yang Andal

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X