Ini Susunan Acara Jokowi-Ma'ruf di Gedung Joang 45

Kompas.com - 10/08/2018, 08:44 WIB
Massa pendukung Jokowi-Maruf Amin memadati Gedung Joang 45, JakartaKOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Massa pendukung Jokowi-Maruf Amin memadati Gedung Joang 45, Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan mendaftarkan diri sebagai calon presiden dan calon wakil presiden ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat (10/8/2018) pagi.

Keduanya berangkat ke KPU dari Gedung Joang 45 di Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat pukul 09.00 WIB.

Di Gedung Joang 45, Jokowi dan Ma'ruf direncanakan mengikuti sejumlah acara terlebih dahulu.

"Di Gedung Joang, Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf ini akan menandatangani dokumen KPU bersama ketua umum partai pengusung," ujar Koordinator Lapangan acara Gedung Joang, Nick Marahman.


Baca juga: Akhirnya, Maruf Amin...

Ketika Jokowi mendeklarasikan Jusuf Kalla sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2014 lalu, tempat yang dipilih adalah Gedung Joang juga.

Namun, proses penandatanganan dokumen KPU saat itu berlangsung di dalam ruangan.

"Nah, yang kali ini, penandatanganan dokumen KPU akan dilakukan terbuka di teras Gedung Joang," ujar Nick.

Baca juga: Ini Alasan Jokowi Pilih Maruf Amin Jadi Cawapresnya

Usai penandatanganan dokumen KPU, acara akan dilanjutkan dengan doa bersama oleh Cawapres Kiai Haji Ma'ruf Amin.

Doa itu dikumandangkan sebagai bentuk meminta restu kepada Allah supaya dapat dimudahkan dan dilancarkan di dalam proses pendaftaran di KPU.

"Sebisa mungkin suasana di Gedung Joang harus khidmat, mengingat Indonesia saat ini sedang berkabung akibat gempa di NTB ya," lanjut Nick.

Usai mengikuti seluruh rangkaian acara di Gedung Joang, Jokowi, Ma'ruf didampingi para ketua umum pendukung akan bersama-sama berangkat ke KPU menggunakan kendaraan hias yang sudah disiapkan.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Regional
Dukung Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jatim Sebut Masa Depan Negara di Tangan NU

Dukung Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jatim Sebut Masa Depan Negara di Tangan NU

Regional
Akar Masalah Mandeknya Dunia Riset Tanah Air Dinilai Belum Tersentuh Kedua Paslon

Akar Masalah Mandeknya Dunia Riset Tanah Air Dinilai Belum Tersentuh Kedua Paslon

Nasional
Menyangkut Masa Depan Bangsa, Pengamat Kecewa Imunisasi Tak Dibicarakan di Debat Ketiga

Menyangkut Masa Depan Bangsa, Pengamat Kecewa Imunisasi Tak Dibicarakan di Debat Ketiga

Nasional
Pengungsi Banjir Bandang di Jayapura Butuh Selimut dan Tenda

Pengungsi Banjir Bandang di Jayapura Butuh Selimut dan Tenda

Regional
Terbukti Bersalah, Mantan Direktur Keuangan Pertamina Tak Dihukum Uang Pengganti

Terbukti Bersalah, Mantan Direktur Keuangan Pertamina Tak Dihukum Uang Pengganti

Nasional
Atasi Pengangguran, Kedua Paslon Dinilai Tak Manfaatkan Infrastruktur yang Ada

Atasi Pengangguran, Kedua Paslon Dinilai Tak Manfaatkan Infrastruktur yang Ada

Nasional
2 Jenazah WNA Malaysia Korban Longsoran Air Terjun di Lombok Dipulangkan

2 Jenazah WNA Malaysia Korban Longsoran Air Terjun di Lombok Dipulangkan

Regional
Korban Ungkap Teroris di Selandia Baru Bingung dengan Denah Masjid

Korban Ungkap Teroris di Selandia Baru Bingung dengan Denah Masjid

Internasional
Ketika Matematika Digunakan untuk Menangani Wabah Penyakit

Ketika Matematika Digunakan untuk Menangani Wabah Penyakit

Edukasi
Polisi Tangkap 2 Penjambret Mahasiswi di Kupang, 1 Pelaku Ditembak

Polisi Tangkap 2 Penjambret Mahasiswi di Kupang, 1 Pelaku Ditembak

Regional
KPK Temukan Uang di Ruangan Menterinya, Ini Tanggapan Kementerian Agama

KPK Temukan Uang di Ruangan Menterinya, Ini Tanggapan Kementerian Agama

Nasional
Menurut Pengamat, Ini Alasan Mengapa Ma'ruf Tampil 'di Luar Ekspektasi' saat Debat Ketiga

Menurut Pengamat, Ini Alasan Mengapa Ma'ruf Tampil "di Luar Ekspektasi" saat Debat Ketiga

Nasional
Kekerasan Seksual Itu Bernama 'Revenge Porn', Apa Itu? Ini 6 Tandanya

Kekerasan Seksual Itu Bernama "Revenge Porn", Apa Itu? Ini 6 Tandanya

Edukasi
Banjir di Gunungkidul, Puluhan Kepala Keluarga Masih Mengungsi

Banjir di Gunungkidul, Puluhan Kepala Keluarga Masih Mengungsi

Regional

Close Ads X