Prabowo Ajukan Sandiaga, SBY Tawarkan AHY - Kompas.com

Prabowo Ajukan Sandiaga, SBY Tawarkan AHY

Kompas.com - 10/08/2018, 00:02 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menerima kunjungan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi politik yang dibangun kedua partai untuk Pilpres 2019.HANDOUT/ABROR RIZKY Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menerima kunjungan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi politik yang dibangun kedua partai untuk Pilpres 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (9/8/2018) malam, masih belum menemukan kesepakatan.

Pertemuan itu berlangsung di kediaman SBY di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, dan hanya berjalan selama 20 menit.

Prabowo tiba di rumah SBY di pukul 21.20 WIB, lalu keluar pukul 21.40 WIB.

Menurut Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief yang juga berada di rumah SBY, dalam pertemuan itu Prabowo menawarkan Sandiaga Uno sebagai cawapresnya. Namun, SBY menolak tawaran itu.

Baca juga: Hanya 20 Menit, Prabowo Tinggalkan Rumah SBY

"Sikap Partai Demokrat sampai pukul 22.30 WIB malam ini adalah menolak pencawapresan Sandiaga Uno," tulis Andi dalam akun Twitternya @Andiarief_ langsung dari kediaman SBY.

Menurut Andi, Demokrat menolak Sandiaga menjadi cawapres Prabowo karena ia berasal dari Partai Gerindra, sama dengan Prabowo yang akan menjadi capres.

Ia menyebut, SBY memberikan opsi ke Prabowo. Salah satunya adalah tetap mengajukan putranya Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawapres.

"Kembali ke komitmen/janji Prabowo yg meminta AHY cawapres karena elektabilitas tertinggi di semua lembaga survey," kata dia.

Kedua, SBY juga menawarkan agar koalisi Demokrat, Gerindra, PAN, dan PKS duduk bersama untuk mencari figur alternatif di luar AHY ataupun Sandiaga.

"Cari figur alternatif utk dibicarakan bersama dengan pertimbangkan kemungkinan mengalahkan Jokowi-Ma'ruf Amien," kata dia.

Menurut Andi, Partai Demokrat besok pagi akan menyatakan sikap terhadap kelanjutan dalam koalisi ini. Sebab, menurut aturan, partai politik tidak boleh netral dalam Pilpres 2019.

Baca juga: Prabowo Sebut Koalisi dengan PAN dan PKS Tak Terbentuk Sehari-Dua Hari

"Kami berharap dalam dua atau tiga jam terakhir Prabowo dan demokrat ada kesepakatan. Jika tidak ada kesepakatan, kami akan tempuh jalan berbeda," kata dia.

Sementara itu, pantauan Kompas.com di rumah SBY, para pengurus Partai Demokrat masih berkumpul pascapertemuan SBY-Prabowo.

Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyebut SBY dan para pengurus tengah melakukan rapat lanjutan.


PenulisIhsanuddin
EditorKrisiandi


Close Ads X