Sekjen Demokrat: Koalisi Dengan Gerindra Tidak Akan Batal

Kompas.com - 09/08/2018, 06:39 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menerima kunjungan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi politik yang dibangun kedua partai untuk Pilpres 2019. HANDOUT/ABROR RIZKYKetua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menerima kunjungan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi politik yang dibangun kedua partai untuk Pilpres 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengaku optimistis koalisi antara partainya dan Partai Gerindra akan tetap terbentuk.

Hal itu ia ungkapkan dalam merespons pernyataan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief. Andi sempat mengungkapkan koalisi yang dibangun Demokrat bersama Partai Gerindra terancam batal.

"Iya positif (koalisi akan terbentuk). Optimislah," ujar Hinca saat ditemui di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018) dini hari.

Hinca juga menampik saat ditanya apakah ada kemungkinan Partai Demokrat akan membatalkan koalisi dengan Partai Gerindra.

Baca juga: Sekjen Gerindra Sebut Nama Cawapres Prabowo Tersisa AHY dan Sandiaga

Menurut dia, komunikasi antara Demokrat dan Gerindra masih terjalin dengan baik.

"Enggak ada (kemungkinan koalisi bubar). Semuanya masih on the track," kata Hinca.

Sebelumnya, Andi Arief mengungkapkan koalisi yang dibangun partainya bersama Partai Gerindra terancam batal.

Menurut Andi Arief, ada perubahan sikap dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang menyebabkan rencana koalisi terancam batal.

Bahkan, Andi Arief menuding Prabowo berubah sikap karena persoalan materi.

"Di luar dugaan kami ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar," kata Andi Arief saat dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat, Rabu (8/8/2018) malam.

Baca juga: PKS Pastikan Salim Segaf Tak Mundur dari Kandidat Cawapres Prabowo

Adapun persoalan materi yang disebut Andi Arief adalah terkait pemilihan cawapres Prabowo yang ditentukan berdasarkan pertimbangan materi.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menegaskan bahwa pernyataan yang dilontarkan Andi Arief merupakan pandangan pribadi.

Menurut Syarief, pernyataan tersebut adalah pandangan pribadi yang sangat tidak puas dengan kondisi yang ada.

Namun, Syarief tidak menjelaskan saat ditanya kondisi apa yang membuat Andi Arief merasa tidak puas.

"Yang penting apa yang disampaikan oleh andi arief itu merupakan manifestasi daripada ketidakpuasan," tutur Syarief.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X