Ryamizard Minta Kampus Perkuat Pancasila, Tolak Penyusupan Ideologi Lain - Kompas.com

Ryamizard Minta Kampus Perkuat Pancasila, Tolak Penyusupan Ideologi Lain

Kompas.com - 08/08/2018, 14:44 WIB
Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu saat acara Kuliah Umum pembekalan 1250 mahasiswa baru Tahun Akademik 2018-2019 yang bertema “Saya Indonesia, Saya Pancasila” di Universitas Tarumanegara, Jakarta, Rabu (8/8/2018).Reza Jurnaliston Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu saat acara Kuliah Umum pembekalan 1250 mahasiswa baru Tahun Akademik 2018-2019 yang bertema “Saya Indonesia, Saya Pancasila” di Universitas Tarumanegara, Jakarta, Rabu (8/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu menuturkan Pancasila sebagai ideologi akan kuat dan membumi dalam kehidupan berbangsa apabila Pancasila  dilaksanakan dalam tingkah laku kehidupan warga negara.

Menurut dia, ada ancaman terhadap eksistensi ideologi Pancasila di era modern sekarang. Lewat kecepatan teknologi dan informasi, Ryamizard khawatir adanya penyusupan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

“Mindset Pancasila harus sangat penting, harus ngerti di dunia banyak ideologi-ideologi seperti Liberal, Sosialis, Komunis," ujar Ryamizard saat memberikan kuliah umum di Universitas Tarumanegara, Rabu (8/8/2018).

Baca juga: Kebencian, Demokrasi, dan Pancasila

Menurut Ryamizard, ketiga ideologi itu bisa dikalahkan dengan nilai-nilail yang ada di dalam Pancasila. Nilai-nilai itu pula yang menjadi pemersatu bangsa Indonesia hingga kini.

Oleh karena itu, Ryamizard meminta penanaman nilai-nilai ideologi Pancasila harus terus diperkuat di masyarakat, termasuk di kampus-kampus. Kampus tidak hanya mengembangkan kecerdasan masyarakat kampus, tetapi juga membangun wawasan kebangsaan.

Ia juga berharap kepada mahasiswa yang hadir untuk terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri untuk mewujudkan cita-cita bangsa.

“Harapannya karakter dan jatidiri mahasiswa dalam mengemban amanah dan menimba ilmu menjadi pemimpin memberikan solusi di setiap permasalahan bukan justru sebaliknya,” tutur Menhan. 


Komentar
Close Ads X