Ditanya Jaksa KPK Sering ke Mall, Chairuman Bilang, "Jangan Gitu Lah Kawan"

Kompas.com - 07/08/2018, 16:30 WIB
Mantan Ketua Komisi II DPR, Chairuman Harahap di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (7/8/2018). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINMantan Ketua Komisi II DPR, Chairuman Harahap di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (7/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap bersaksi untuk terdakwa Irvanto Hendra Pambudi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (7/8/2018). Politisi Golkar itu kembali bersaksi dalam perkara korupsi pengadaan e-KTP.

Dalam persidangan, Chairuman ditanya oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seputar perkenalannya dengan terdakwa Irvanto Hendra Pambudi.

Namun, Chairuman mengaku tidak pernah kenal dengan keponakan Setya Novanto itu.

"Sampai saat ini saya tidak kenal," kata Chairuman.

Baca juga: Chairuman Harahap Ditanya soal Anaknya yang Hobi Moge Bareng Keponakan Novanto

Jaksa kemudian, bertanya apakah Chairuman pernah ke Pondok Indah Mall di Jakarta Selatan.

Chairuman kemudian menjawab dengan lantang bahwa ia sangat sering mengunjungi pusat perbelanjaan itu.

"Iya lah, kalau Ketua Komisi II DPR pasti sudah biasa ya ke Pondok Indah Mall," kata Basir.

Baca juga: Chairuman Harahap Konsisten Bantah Ikut Pertemuan dengan Pelaksana E-KTP

Chairuman kemudian buru-buru berupaya meluruskan tanggapan jaksa itu. Menurut dia, hanya kebetulan rumahnya dekat dengan Pondok Indah.

Chairuman merasa seringnya ia berkunjung ke Pondok Indah Mall, bukan semata-mata karena dia menjabat sebagai pejabat dan anggota Dewan.

"Ohh, enggak, jangan gitu lah kawan. Ini ada media, nanti dipikirnya Ketua Komisi II kerjanya ke mall. Saya cuma ngopi saja," kata Chairuman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Kepala Bais Sarankan Polri Ubah Pola Penyampaian Info soal Terorisme

Mantan Kepala Bais Sarankan Polri Ubah Pola Penyampaian Info soal Terorisme

Nasional
Sukmawati Dilaporkan ke Bareskrim atas Dugaan Penodaan Agama

Sukmawati Dilaporkan ke Bareskrim atas Dugaan Penodaan Agama

Nasional
Pengamat: Marak Serangan Teror, Perlindungan Polisi Perlu Ditingkatkan

Pengamat: Marak Serangan Teror, Perlindungan Polisi Perlu Ditingkatkan

Nasional
Hendak ke Mana Boeing dan FAA Pasca Tragedi  B-737-MAX-8?

Hendak ke Mana Boeing dan FAA Pasca Tragedi B-737-MAX-8?

Nasional
PKS Dorong RUU Perlindungan Tokoh Agama Masuk Prolegnas 2020-2024

PKS Dorong RUU Perlindungan Tokoh Agama Masuk Prolegnas 2020-2024

Nasional
Waspadai Kamuflase Teroris, dari Pura-pura Motor Hilang hingga 'Nyamar' jadi Ojol

Waspadai Kamuflase Teroris, dari Pura-pura Motor Hilang hingga 'Nyamar' jadi Ojol

Nasional
Pemerintah Bakal Tingkatkan Kualitas Bimbingan Pranikah, Ini Penjelasan Menko Muhadjir

Pemerintah Bakal Tingkatkan Kualitas Bimbingan Pranikah, Ini Penjelasan Menko Muhadjir

Nasional
Rektor UIN: Ada Konflik, Bukan Berarti Toleransi Indonesia Rendah

Rektor UIN: Ada Konflik, Bukan Berarti Toleransi Indonesia Rendah

Nasional
Patok Batas Indonesia-Malaysia di Sebatik akan Dihancurkan

Patok Batas Indonesia-Malaysia di Sebatik akan Dihancurkan

Nasional
Polisi Gerebek 6 Pabrik Miras Lokal di Tengah Hutan Mimika Papua

Polisi Gerebek 6 Pabrik Miras Lokal di Tengah Hutan Mimika Papua

Nasional
[POPULER DI KOMPASIANA] Pendaftara CPNS 2019 | Sulitnya Jadi Dokter Spesialis | Lemahnya Literasi Statistik

[POPULER DI KOMPASIANA] Pendaftara CPNS 2019 | Sulitnya Jadi Dokter Spesialis | Lemahnya Literasi Statistik

Nasional
BNPT Sebut Pemblokiran Situs Radikal Terhambat Aturan Kemenkominfo

BNPT Sebut Pemblokiran Situs Radikal Terhambat Aturan Kemenkominfo

Nasional
BNPT Ungkap Tren Baru Teroris: Dulu Suami Saja, Sekarang Bawa Keluarga

BNPT Ungkap Tren Baru Teroris: Dulu Suami Saja, Sekarang Bawa Keluarga

Nasional
Cerita Sohibul Minta Paloh Tak Sembarang Bicara soal Kader PKS Radikal

Cerita Sohibul Minta Paloh Tak Sembarang Bicara soal Kader PKS Radikal

Nasional
Peneliti LIPI: Pendekatan Menangani Persoalan Perbatasan Harus Diubah

Peneliti LIPI: Pendekatan Menangani Persoalan Perbatasan Harus Diubah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X