Pandangan Politik Ulama Beragam, MUI Selipkan Harapan

Kompas.com - 06/08/2018, 20:31 WIB
Sekjen MUI Anwar AbbasKOMPAS.com / DANI PRABOWO Sekjen MUI Anwar Abbas

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia ( MUI) menilai adanya perbedaan pandangan politik para ulama sebagai hal yang wajar. Namun, MUI menyelipkan sepotong harapan.

"Saya kira sah-sah saja, setiap orang berhak mempunyai pendapat. Tapi yang kami harapkan adalah kalau  terjadi perbedaan pendapat, harus ada toleransi," ujar Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas di Jakarta, Senin (6/8/2018).

"Harus ada saling mengerti, supaya yang namanya persatuan dan kesatuan tidak terkoyah," kata dia.

MUI, kata Anwar, mengimbau agar masalah kebersamaan, kesatuan, dan persatuan bangsa harus lebih dikedepankan daripada kepentingan kelompok atau partai politik.

Baca juga: MUI Ingatkan Parpol Tak Monopoli Klaim Atas Nama Umat Islam

Selain itu, MUI juga belum akan mengeluarkan fatwa untuk menyikapi perbedaan pandangan politik para ulama. Bahkan, pembicaraan khusus tersebut juga belum dilakukan.

Sebelumnya, MUI mengingatkan partai politik agar tidak melakukan monopoli klaim atas nama umat Islam.

Hal ini menjadi perhatian khusus dari MUI bahkan mencuat di dalam rapat pleno ke-29 MUI yang merupakan pertemuan rutin bulanan

Menurut Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsudin, klaim sepihak tersebut tak perlu ada karena jumlah umat Islam di Indonesia yang mencapai 220 juta tersebar tak hanya di satu atau dua partai politik, namun semua partai politik.

Din mengatakan, parpol jangan mereduksi umat Islam yang jumlahnya 220 juta orang tersebut. Sebab kata dia, reduksi tersebut membuat penyempitan jumlah umat Islam.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Halangi Akses Damkar, Jembatan yang Dibangun Apartemen Diprotes Warga

Halangi Akses Damkar, Jembatan yang Dibangun Apartemen Diprotes Warga

Regional
Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin di Jakbar, Jaksel dan Jaktim

Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin di Jakbar, Jaksel dan Jaktim

Megapolitan
Mucikari Tawar Rp 25 Juta, Artis VA Minta Rp 35 Juta

Mucikari Tawar Rp 25 Juta, Artis VA Minta Rp 35 Juta

Regional
[POPULER INTERNASIONAL] Raja Arab Saudi Dibunuh Keponakan | Rusia Kirim Tentara ke Venezuela

[POPULER INTERNASIONAL] Raja Arab Saudi Dibunuh Keponakan | Rusia Kirim Tentara ke Venezuela

Internasional
Ma'ruf Amin: Jangan Mau Dipengaruhi supaya Tak Datang ke TPS

Ma'ruf Amin: Jangan Mau Dipengaruhi supaya Tak Datang ke TPS

Nasional
[BERITA POPULER] Survei Vox Populi: Prabowo-Sandiaga 33,6 Persen | Kisah Raja Faisal Dibunuh Keponakan

[BERITA POPULER] Survei Vox Populi: Prabowo-Sandiaga 33,6 Persen | Kisah Raja Faisal Dibunuh Keponakan

Nasional
Target Suara Capres, 'PR' untuk Timses

Target Suara Capres, "PR" untuk Timses

Nasional
Hari Ketiga Kampanye, Prabowo Bertolak ke Bali dan NTB, Sandiaga di Lamongan

Hari Ketiga Kampanye, Prabowo Bertolak ke Bali dan NTB, Sandiaga di Lamongan

Nasional
Ketika Sandiaga Curhat soal Pengalaman Jadi Pengangguran Sebelum Berwirausaha

Ketika Sandiaga Curhat soal Pengalaman Jadi Pengangguran Sebelum Berwirausaha

Regional
Surya Paloh: Indonesia Butuh Jokowi

Surya Paloh: Indonesia Butuh Jokowi

Regional
Pesawat British Airways Salah Mendarat 800 Kilometer dari Kota Tujuan

Pesawat British Airways Salah Mendarat 800 Kilometer dari Kota Tujuan

Internasional
Kuasa Hukum Pastikan Penahanan Jokdri Bukan karena Terlibat Pengaturan Skor

Kuasa Hukum Pastikan Penahanan Jokdri Bukan karena Terlibat Pengaturan Skor

Megapolitan
Toilet Pengompos hingga Bioplastik, Solusi Pemulihan Citarum yang  Ditawarkan LIPI

Toilet Pengompos hingga Bioplastik, Solusi Pemulihan Citarum yang Ditawarkan LIPI

Regional
Biografi Tokoh Dunia: Jules Verne, Pelopor Novel Fiksi Ilmiah

Biografi Tokoh Dunia: Jules Verne, Pelopor Novel Fiksi Ilmiah

Internasional
Kuasa Hukum: Tak Sepatutnya Jokdri Ditahan, Ini Alasan Subjektif Penyidik

Kuasa Hukum: Tak Sepatutnya Jokdri Ditahan, Ini Alasan Subjektif Penyidik

Megapolitan

Close Ads X