7 Gempa dengan Magnitudo di Atas 7 yang Pernah Guncang Indonesia - Kompas.com

7 Gempa dengan Magnitudo di Atas 7 yang Pernah Guncang Indonesia

Kompas.com - 06/08/2018, 14:41 WIB
Ilustrasi gempa.Shutterstock Ilustrasi gempa.

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng besar bumi, yakni Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.

Posisi ini menyebabkan Indonesia rawan dilanda gempa bumi, baik yang berkekuatan rendah maupun tinggi.

Berikut 7 gempa bumi berkekuatan di atas magnitudo 7 yang pernah terjadi di berbagai wilayah di Indonesia sejak 2000.


1. Aceh (magnitudo 9,3)

Gempa ini tercatat sebagai gempa terbesar di Indonesia dalam kurun waktu 18 tahun terakhir. Gempa terjadi pada Minggu, 26 Desember 2004, pukul 09.00 WIB.

Sekitar 30 menit setelah gempa, terjadi tsunami di Aceh yang menelan lebih dari 160.000 korban jiwa. 

Gelombang tsunami setinggi 35 meter ini tidak hanya meluluhlantakkan Aceh, tetapi juga menyapu sepanjang pesisir barat Sumatera, bahkan menjangkau daratan Sri Lanka dan Semenanjung India.

Gempa dan tsunami ini menghancurkan kehidupan warga Aceh, mayoritas bangunan rata dengan tanah, banyak yang kehilangan sanak saudara karena menjadi korban bencana ini.

2. Nias (magnitudo 8,7)

Pulau Nias, Sumatera Utara, pernah diguncang gempa dengan magnitudo 8,7 pada 28 Maret 2005 dan merenggut lebih dari 300 korban jiwa.

Gempa tektonik yang mengguncang selama kurang lebih 5 menit ini terjadi jelang tengah malam pukul 23.09 WIB. Sesaat setelah itu, muncul sirene peringatan dini akan adanya potensi tsunami.

3. Pangandaran (magnitudo 7,7)

Pada 17 Juli 2006, Pulau Jawa juga diguncang gempa, tepatnya di lepas Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Gempa ini berkekuatan magnitudo 7,7 dan menimbulkan gelombang tsunami setinggi 21 meter.

Tinggi gelombang saat itu lebih tinggi dari perkiraan tinggi gelombang yang dihasilkan dari gempa berkekuatan magnitudo 7,7.

Gempa Pangandaran ini disebut sebagai "Tsunami Earthquake" sebagaimana dijelaskan oleh Kanamori (1972).

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), korban yang ditimbulkan dari bencana ini adalah 668 orang tewas, 65 hilang dan diasumsikan tewas, sementara 9.299 orang mengalami luka-luka.

4. Bengkulu (magnitudo 7,9)

Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 7,9 dengan kedalaman 10 kilometer pernah mengguncang Bengkulu pada 12 September 2007.

Gempa tersebut disebut oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (sekarang BMKG) dan juga Stasiun Geofisika Lampung sebagai gempa yang berpotensi menimbulkan tsunami.

Namun, peringatan itu dicabut dan tidak terjadi gelombang tsunami di wilayah itu.

5. Aceh (magnitudo 8,5)

Untuk kedua kalinya, Aceh dilanda gempa besar, dengan magnitudo 8,5 pada 11 April 2012.

Posisi gempa terjadi di daerah yang diketahui jarang timbul gempa, yaitu daerah yang merupakan Ninety East Ridge (NER).

Gempa pada 2012 ini kembali memicu gelombang tsunami, tetapi tergolong tsunami kecil dengan ketinggian 1 meter di wilayah Nias, 80 cm di Meulaboh, dan 6 cm di wilayah Sabang.

6. Mentawai (magnitudo 7,8)

Pada 2 Maret 2016, terjadi gempa bumi dengan magnitudo 7,8 di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Sebelumnya, gempa ini diumumkan memiliki magnitudo 8,3, tetapi kemudian diralat oleh BMKG menjadi 7,8.

Gempa berlangsung kurang dari 1 menit dan dirasakan oleh masyarakat tidak hanya di Kepulauan Mentawai, tetapi juga masyarakat Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.

7. Lombok (magnitudo 7,0)

Setelah diguncang gempa pada 29 Juli 2018, Lombok kembali dilanda gempa bumi pada Minggu (5/8/2018). Kali ini, dengan magnitudo 7,0.

Gempa ini sebelumnya didahului dengan serangkaian gempa dengan kekuatan beragam sejak 29 Juli 2018.

Gempa tak hanya dirasakan oleh masyarakat di Pulau Lombok, tetapi juga Bali.

Sebanyak 91 orang meninggal dunia, ratusan orang luka-luka, dan ribuan orang mengungsi. 

Dari 7 gempa besar yang terjadi, sebagian besar melanda wilayah barat Sumatera. Hal itu karena adanya lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang aktif bertumbukan sehingga mengakibatkan gempa bumi tektonik.


Terkini Lainnya


Close Ads X